<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382</id><updated>2011-12-28T07:31:33.512-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Bahan Ajar</title><subtitle type='html'>Blog Ini Dipersembahkan Untuk Pengembangan Pendidikan Di Indonesia
Demi Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Daya Saing Generasi Penerus Bangsa Di Era Global</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-8875099755060885010</id><published>2011-12-01T19:59:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T20:50:23.701-08:00</updated><title type='text'>Strategi  Pembelajaran Kognitif  yang Dapat Membantu Siswa Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mPkhpc13qrM/TthZAwBdv9I/AAAAAAAAAJg/DfNnJOlh8Vw/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mPkhpc13qrM/TthZAwBdv9I/AAAAAAAAAJg/DfNnJOlh8Vw/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681388799353798610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam menambah strategi umum pembelajaran ini, siswa dapat memiliki pengetahuan tentang variasi strategi metakognitif yang bermanfaat dalam perencanaan, monitoring dan pengulangan kognisinya. &lt;br /&gt; Terdapat strategi kognitif yang juga dikemukakan oleh Arends (2001) yaitu :&lt;br /&gt;a. Strategi Rehearsal ( strategi mengulang) yaitu kegiatan menghafal materi melalui pengulangan, misalnya mengulangi nomor telpon yang baru.             &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;b. Strategi Elaboration ( starategi elaborasi) yakni penambahan informasi&lt;br /&gt;              baru secara mendetail pengkreasian hubungan- hubungan misalnya&lt;br /&gt;              menggunakan teknik menghafal dan menambahkan satu informasi&lt;br /&gt;              baru secara detail.&lt;br /&gt;c. Strategy Organizational (strategi pengorganisasian), yakni&lt;br /&gt;              mengorganisasikan kembali atau memilih ide- ide utama dalam satu&lt;br /&gt;              bentuk informasi yang luas misalnya membuat sketsa, menghafal dan&lt;br /&gt;              memetakan.&lt;br /&gt;d. Strategy Metacognition (strategi metakognisi), yakni berpikir tentang&lt;br /&gt;              berpikir, memonitor proses kognitif, misalkan bahwa strategi tebaik&lt;br /&gt;              untuk memahami satu teks yang baru adalah mengkreasikan satu&lt;br /&gt;              skema dari ide utamanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Slavin (2000: 203)  Ada 4 strategi yang dipakai untuk membantu strategi belajar siswa, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; a) Note-Taking &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan catatan  umumnya dilakukan dalam membaca maupun mengikuti apa yang diterangkan guru. Hal ini sangat berguna karena note-taking dapat menerima satu proses mental mendapatkan ide utama tentang keputusan seseorang. Cara note-taking untuk mengambil konsep- konsep materi yang rumit atau kompleks yang juga merupakan tugas- tugas yang sulit untuk mengenal ide- ide utama (Andreas &amp; Abraham 1984 dalam Slavin (2000 :204)) menegaskan juga bahwa  hal ini merupakan satu tingkatan tinggi  proses untuk mendapatkan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; b) Underlining (menggarisbawahi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menggarisbawahi merupakan strategi belajar yang sangat dikenal. Para ahli menemukan bahwa  metode ini hanya memiliki sedikit keuntungan pada umumnya. Persoalan adalah kebanyakan siswa gagal membuat keputusan tentang materi apa yang sangat sulit dan mana yang sederhana untuk digarisbawahi. Bila siswa diminta menggarisbawahi kalimat yang sangat penting maka hal ini  merupakan  satu tingkatan yang tertinggi  dalam proses  menemukan informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c) Summarizing ( Ringkasan/ Iktisar)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Ringkasan memuat pernyataan–pernyataan yang ringkas dari apa yang merupakan ide utama dari apa yang dibacanya. Strategi penggunaanya tergantung pada siswa yang menggunakan. Satu cara efektif dalam membuat ringkasan setelah membaca setiap paragraf. Disisi lain siswa membuat ringkasan untuk menolong orang lain untuk belajar tentang materi secara bagian- bagian sebab kegiatan ini lebih fokus pada  ringkasan  dan mempertimbangkan secara serius apa yang penting dan yang tidak penting.Tapi ada beberapa penelitianyang mengatakan bahwa tidak ada pengaruh dalam membuat catatan hal ini membuat strategi belajar menjadi rendah dalam menambah materi tulisan menjadi komprehensif tapi tak dimengerti merurut Anderson &amp; Armbruster 1984 dalam Slavin 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;d) Outlining dan Mapping ( Jaringan/ sketsa dan pemetaan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Strategi belajar yang meminta siswa dalam menyajikan  kembali  materi yang dipelajari dalam bentuk sketsa.  Strategi–strategi ini meliputi jaringan, dan pemetaan. Outlining menyajikan  point- point utama dari materi dalam satu format yang hirarkhi. Dalam  membuat jaringan dan pemetaan, siswa mengenal ide- ide utama kemudian membuat diagram untuk menghubungkan satu bagian terhadap yang  lain. Salah satu teknik belajar yang sangat dikenal  untuk menolong siswa mengerti dan mengingat adalah metode PQ4R. Metode ini dijelaskan oleh Thomas &amp; Robinson dalam Slavin (2000:204). PQ4R adalah kepanjangan kata dari:&lt;br /&gt; 1. Preview. ( Mengawali)&lt;br /&gt; 2. Question ( Bertanya)&lt;br /&gt; 3. Read ( Membaca)&lt;br /&gt; 4. Reflect ( Memantul/ merefleksikan)&lt;br /&gt; 5. Recite ( Merenung)&lt;br /&gt; 6. Review ( Mengulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-8875099755060885010?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/8875099755060885010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/12/strategi-pembelajaran-kognitif-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/8875099755060885010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/8875099755060885010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/12/strategi-pembelajaran-kognitif-yang.html' title='Strategi  Pembelajaran Kognitif  yang Dapat Membantu Siswa Belajar'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mPkhpc13qrM/TthZAwBdv9I/AAAAAAAAAJg/DfNnJOlh8Vw/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-7747839317852664243</id><published>2011-11-27T08:27:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T08:36:45.619-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Ketrampilan Metakognitif Membantu Siswa Belajar?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4C0fF8guAT0/TtJmMh_WmvI/AAAAAAAAAJU/JGOtQ4H1q2Q/s1600/meta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4C0fF8guAT0/TtJmMh_WmvI/AAAAAAAAAJU/JGOtQ4H1q2Q/s320/meta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679714445536172786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini maka perlu kami mengkaji terlebih dahulu konsep landasan teori tentang metakognisis itu sendiri. Metakognisi merupakan istilah yang dimunculkan oleh John Flavell (1985) dalam Slavin (2000) yang didefinisikan dalam bentuk yang sederhana  sebagai pemikiran tentang pemikiran &lt;br /&gt;("thinking about thinking"). Menurut Anderson dan Krathwohl (2001:43) penambahan awalan "meta"  pada kata kognisi untuk merefleksikan ide bahwa metakognisi adalah " tentang " atau "di atas" atau " melebihi"  kognisi&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian secara harfiah metakognitif diartikan sebagai kognitif tentang kognisi, pengetahuan tentang pengetahuan atau berpikir tentang berpikir.   &lt;br /&gt; Pendapat yang sama dikemukakan Wolfolk (1998), bahwa metakognitif adalah pengetahuan deklaratif atau pengetahuan tentang  diri kita sebagai pebelajar, faktor- faktor yang mempengaruhi pembelajaran dan ingatan kita, ketrampilan- ketrampilan serta  strategi- strategi dan sumber- sumber yang diperlukan untuk mengerjakan satu tugas, atau secara umum mengetahui "what to do (apa yang dilakukan); pengetahuan prosedur atau pengetahuan tentang "How  to use the strategies" dan pengetahuan kondisional atau pengetahuan untuk memastikan kelengkapan dari tugas yang dikerjakan atau pengetahuan tentang "Where" and "Why" to apply the procedures and strategies (kapan dan mengapa prosedur dan strategi tersebut digunakan).&lt;br /&gt; Slavin (2000: 203) memperjelas bahwa ada satu strategi dalam membantu siswa belajar yakni  mengajukan pertanyaan pada diri sendiri dengan menggunakan  kata tanya WH-Quetion seperti Who, What, Why, Where dan How untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh si belajar itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-7747839317852664243?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/7747839317852664243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/11/bagaimana-bagaimana-ketrampilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7747839317852664243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7747839317852664243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/11/bagaimana-bagaimana-ketrampilan.html' title='Bagaimana Ketrampilan Metakognitif Membantu Siswa Belajar?'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4C0fF8guAT0/TtJmMh_WmvI/AAAAAAAAAJU/JGOtQ4H1q2Q/s72-c/meta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-2954189595396083439</id><published>2011-11-26T06:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T06:20:59.952-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Bentuk Tugas yang  Bermakna?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-J3eHhXV1fEU/TtD1uL8q6fI/AAAAAAAAAJI/8CZBqJYpZJ4/s1600/vb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-J3eHhXV1fEU/TtD1uL8q6fI/AAAAAAAAAJI/8CZBqJYpZJ4/s320/vb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679309303944243698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tugas bermakna ada tiga kategori: &lt;br /&gt;1.Tugas yang berorientasi aplikasi,&lt;br /&gt;" Menjawab pertanyaan yang spesifik&lt;br /&gt;" Apakah ini yang terbaik ?, &lt;br /&gt;" Bagaimana melukiskan karakteristiknya?&lt;br /&gt;2.Tugas yang berjangka panjang: pembelajaran berbasis proyek&lt;br /&gt;3.Tugas yang student-directed.&lt;br /&gt; Karakteristik yang paling utama jika suatu tugas dikatakan bermakna adalah::&lt;br /&gt;1.  Para siswa mempunyai kontrol atas tugasnya&lt;br /&gt;2. Para siswa mempunyai kontrol pengalaman yang tidak langsung atas produk dari tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggunaan tugas yang bermakna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Karena kompleksnya tugas yang bermakna, maka, para siswa perlu memahami secara kritis aspek-aspek yang mendasari tugas bermakna. &lt;br /&gt; Menurut Beyer's ( 1988) ada lima langkah dalam tugas bermakna:&lt;br /&gt;1. Guru memperkenalkan proses yang digambarkan dan menunjukkan langkah-langkahnya, menjelaskan kapan proses harus digunakan, dan menamai proses.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.  Para siswa mengadakan percobaan, guru menyediakan materi/topik yang bersifat umum dan menarik, membiarkan mereka untuk bekerja tanpa interferensi guru.&lt;br /&gt;3.  Para siswa memikirkan apa yang terjadi dalam fikiran mereka, ini yang sering disebut metakognitif, dan menggunakannya untuk belajar proses. Hal ini bisa dilaksanakan melalui kooperatif learning. &lt;br /&gt;4. Sebagai hasil refleksi, siswa boleh melakukan perubahan strategi, manakala ada sesuatu yang harus dimodifikasi.&lt;br /&gt;5.  Akhirnya, para siswa mencoba proses yang dimodifikasi dan merefleksi penggunaannya.&lt;br /&gt; Jika tugas yang bermakna tidak seperti diatas, maka guru perlu menyiapkan dan memandu siswa dalam bentuk tugas yang terstruktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-2954189595396083439?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/2954189595396083439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/11/bagaimana-bentuk-tugas-yang-bermakna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2954189595396083439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2954189595396083439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/11/bagaimana-bentuk-tugas-yang-bermakna.html' title='Bagaimana Bentuk Tugas yang  Bermakna?'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-J3eHhXV1fEU/TtD1uL8q6fI/AAAAAAAAAJI/8CZBqJYpZJ4/s72-c/vb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4048334537328365815</id><published>2011-03-03T00:19:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T00:29:28.641-08:00</updated><title type='text'>TEORI BELAJAR " LATERAL THINKING"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rWfYHRlyV4w/TW9RHrAS_0I/AAAAAAAAAIw/V94G7jszfak/s1600/z14fotspag.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rWfYHRlyV4w/TW9RHrAS_0I/AAAAAAAAAIw/V94G7jszfak/s320/z14fotspag.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579767655580237634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penemu : Edward de Bono (1971)&lt;br /&gt;Fokus : menyelesaikan masalah dengan melihat dari sudut pandang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward de Bono penemu lateral thinking berpendapat bahwa dibutuhkan perpektif yang lain dalam pemecahan masalah. Menurut de Bono ada empat faktor sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1).Mengenali pokok permasalahan supaya dapat memberikan sudut pandang lain masalah.&lt;br /&gt;(2).mencari cara-cara lain dari yang biasanya.&lt;br /&gt;(3).Melepaskan pikiran dari kekakuan pada umumnya.&lt;br /&gt;(4).Menggunakan kesempatan-kesempatan yang ada untuk mengembangkan ide-ide yang lain&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faktor keempat berkaitan dengan kenyataan yang ada, bahwa umumnya lateral thinking berhasil pada ide yang pada mulanya memiliki kemungkinan keberhasilan yang kecil.&lt;br /&gt;Lateral Thinking hampir sama dengan teori Gestalt (Wertheimer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi:&lt;br /&gt;Teori ini banyak dicobakan pada pengembangan manajemen dan pengajaran anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip:&lt;br /&gt;Mencari perspektif lain dari suatu masalah, caranya dengan memecah masalah menjadi elemen-elemen pembentuknya. Kemudian dari elemen-elemen tersebut, kembali dibentuk/dikombinasikan ulang cara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4048334537328365815?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4048334537328365815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/03/teori-belajar-lateral-thinking.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4048334537328365815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4048334537328365815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/03/teori-belajar-lateral-thinking.html' title='TEORI BELAJAR &quot; LATERAL THINKING&quot;'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rWfYHRlyV4w/TW9RHrAS_0I/AAAAAAAAAIw/V94G7jszfak/s72-c/z14fotspag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-833387666701169729</id><published>2011-03-02T05:52:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T06:12:10.163-08:00</updated><title type='text'>TEORI BELAJAR "ADULT LEARNING"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9-qjwztDs1E/TW5Pv7S0fMI/AAAAAAAAAIg/OG0QvIONAHQ/s1600/GFH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9-qjwztDs1E/TW5Pv7S0fMI/AAAAAAAAAIg/OG0QvIONAHQ/s320/GFH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579484673147698370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penemu : K.P. Cross (1981)&lt;br /&gt;Fokus : Model pembelajaran bagi orang dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model CAL (Characteristic of Adults as Learners) diungkapakan oleh Cross (1981) untuk tujuan program belajar seumur hidup. Model ini mengintegrasi berbagai teori untuk pembelajaran usia dewasa seperti Andragogy (knowles), Experiental Learning (Rogers), dan lifespan psychology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dua variabel utama dalam model CAL adalah &lt;br /&gt;(1). Karakteristik personal, mencakup dimensi: umur, fase kehidupan, dan tahapan perkembangan seseorang.&lt;br /&gt;(2). Karakteristik situasi, mencakup: belajar secara part time atau full time dan belajar yang diwajibkan atau belajar yang sifatnya bebas sesuai keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga dimensi dalam karakteristik personal dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Dimensi umur&lt;br /&gt;Dengan bertambahnya umurterjadi kemerosotan kemampuan sensory motor seperti penglihatan, pendengaran dan reflek. Namun terjadi peningkatan kemampuan intelegensi, seperti keterampilan mengambil keputusan, kosakata, dan membuat alasan.&lt;br /&gt;b. Dimensi fase kehidupan, dan tahapan perkembangan seseorang&lt;br /&gt;Komponen-komponen dimensi ini adalah pernikahan, pergantian pekerjaan, dan pensiun/purna bakti. Prosesnya berjalan secara seri dan pergantian antar fasenya dapat dipengaruhi oleh umur. Namun, tidak menutup kemungkinan tidak dipengaruhi oleh umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi pembelajaran yang mencakup jadwal belajar, lokasi dan prosedur; banyak dipengaruhi oleh variabel pertama (karakteristik personal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi:&lt;br /&gt;Model CAL memberikan arahan dan panduan bagi program pendidikan untuk usia dewasa. Belum ada penelitian yang mendukung model ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip:&lt;br /&gt;(1). Program pembelajaran orang dewasa sebaiknya memperhatikan pangalaman pesertanya.&lt;br /&gt;(2). Program pembelajaran orang dewasa sebaiknya memberikan batasan umur bagi pesertanya.&lt;br /&gt;(3). Orang dewasa cenderung merasa tertantang untuk meningkatkan tahap pengembangan diri.&lt;br /&gt;(4). Orang dewasa sebaiknya diberi banyak pilihan jadwal dan pengorganisasian materi dalam program belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-833387666701169729?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/833387666701169729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/03/teori-belajar-adult-learning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/833387666701169729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/833387666701169729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/03/teori-belajar-adult-learning.html' title='TEORI BELAJAR &quot;ADULT LEARNING&quot;'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9-qjwztDs1E/TW5Pv7S0fMI/AAAAAAAAAIg/OG0QvIONAHQ/s72-c/GFH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5315554640465645568</id><published>2011-02-26T15:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-26T15:36:37.440-08:00</updated><title type='text'>SOCIAL LEARNING THEORY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-G_ta9BApiYI/TWmOe5D09NI/AAAAAAAAAIY/YiqJWB6xk0o/s1600/gfh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-G_ta9BApiYI/TWmOe5D09NI/AAAAAAAAAIY/YiqJWB6xk0o/s320/gfh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578146274839164114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penemu : A. Bandura (1977)&lt;br /&gt;Fokus : Hubungan kognitif, perilaku, dan pengaruh lingkungan terhadap proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Bandura berhubungan dengan teory Vygotsky dan Lavemengenal social learning. Bandura mengatakan bahwa perilaku seseorang merupakan proses hubungan kontinu dan berkelanjutan dari kognitif, sikap, dan pengaruh lingkungan. Seseorang dalam proses belajar akan melakukan observasi/pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komponen-komponen pembentuk observasi adalah:&lt;br /&gt;(1). Attention (perhatian)&lt;br /&gt;(2). Retention (ingatan&lt;br /&gt;(3). Motor Reproduction&lt;br /&gt;(4). Motivation&lt;br /&gt;Social learning theory mencakup pembahasan kognitif (memory, retention) dan perilaku (attention dan motivation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi:&lt;br /&gt;Teori Bandura banyak dipakai pada pemodelan perilaku di lembaga-lembaga pelatihan. Teori ini juga banyak digunakan untuk : memahami perbuatan agresif, keterbelakangan kejiwaan; utamanya jika dikaitkan dengan perubahan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip:&lt;br /&gt;(1). Seseorang akan mudah meniru model perilaku tertentu jika menguntungkan dirinya.&lt;br /&gt;(2). Seseorang akan mudah meniru model perilaku tertentu jika model tersebut dapat ditiru oleh pengamat, mempunyai nilai fungsional, dan mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5315554640465645568?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5315554640465645568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/social-learning-theory.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5315554640465645568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5315554640465645568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/social-learning-theory.html' title='SOCIAL LEARNING THEORY'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G_ta9BApiYI/TWmOe5D09NI/AAAAAAAAAIY/YiqJWB6xk0o/s72-c/gfh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5293400097168239092</id><published>2011-02-25T16:59:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T17:08:28.710-08:00</updated><title type='text'>TEORI BELAJAR "Subsumtion Theory"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-a0cO1Z4Bfc8/TWhSg1PHvFI/AAAAAAAAAIQ/EOqsZczZ4TQ/s1600/4RT.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-a0cO1Z4Bfc8/TWhSg1PHvFI/AAAAAAAAAIQ/EOqsZczZ4TQ/s320/4RT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577798862498151506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penemu : D.Ausubel (1963)&lt;br /&gt;Fokus : Bagaimana pebelajar (learner) dapat memperoleh pengetahuan dengan lebih bermakna      melalui presentasi verbal/tektual di kelas (bukan laboratorium).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ausubel mengatakan bahwa proses belajar terjadi ketika jika pengetahuan/materi baru dikaitkan dengan struktur kognitif yang telah terbentuk sebelumnya. Struktur kognitif melputi semua pengalaman belajar yang pernah terjadi pada diri seseorang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pengajaran yang disarankan Ausubel adalah 'advance organozers'. Maksud mekanisme ini secara konkrit sebagai berikut: diberikannya berbagai abstraksi dan pandangan-pandangan tentang suatu pokok bahasan di awal suatu proses pembelajaran. Organizers bukan diartikan sebagai overview ataupun kesimpulan. Melainkan, organizers digunakan untuk menjembatani pengetahuan yang telah dimiliki dengan materi yang akan dipelajari.&lt;br /&gt;Prinsip:&lt;br /&gt;(1). Ide/gambaran umum tentang suatu materi diutarakan terlebih dulu. Baru kemudian mulai diperkecil lingkup pembahasannya.&lt;br /&gt;(2). Materi pembelajaran hendaknya mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya. Cara yang digunakan adalah comparison (membandingkan) dan cross-referencing (mencari hubungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5293400097168239092?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5293400097168239092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/teori-belajar-subsumtion-theory.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5293400097168239092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5293400097168239092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/teori-belajar-subsumtion-theory.html' title='TEORI BELAJAR &quot;Subsumtion Theory&quot;'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-a0cO1Z4Bfc8/TWhSg1PHvFI/AAAAAAAAAIQ/EOqsZczZ4TQ/s72-c/4RT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4141576291605747283</id><published>2011-02-21T23:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T00:00:08.319-08:00</updated><title type='text'>TEORI BELAJAR "DOUBLE LOOP LEARNING"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RIAFNGsZKOQ/TWNsd8hSucI/AAAAAAAAAH4/lk3MxIUfaFs/s1600/problem%2Bsolving.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RIAFNGsZKOQ/TWNsd8hSucI/AAAAAAAAAH4/lk3MxIUfaFs/s320/problem%2Bsolving.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576420025332578754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penemu     : C. Argyris (1976)&lt;br /&gt;Fokus      : Pemecahan masalah komplek (problem solving)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     Teori ini berdasarkan pada "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;teory of action&lt;/span&gt;" (Argyris &amp; Schon, 1974). Perubahan nilai, perilaku, kepemimpinan, dan saling membantu satu dengan yang lain; semua itu adalah bagian dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;teory of action&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada emoat langkah pada proses actin theory yaitu:&lt;br /&gt;1. Menemukan atau memikirkan apa yang sedang dilakukan&lt;br /&gt;2. Menemukan makna-makna baru&lt;br /&gt;3. Menghasilkan aksi yang baru dari langkah 1 dan 2&lt;br /&gt;4. Menggeneralisasi hasil&lt;br /&gt;     Teori Double Loop Learning, mencakup pengaplikasian keempat langkah diatas. Segala asumsi dan hipotesis yang ada harus diuji kebenarannya secara publik. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan efektifitas dalam pengambilan keputusan dan penerimaan terhadap kemungkinan kegagalan atau kesalahankesalahan.&lt;br /&gt;    Teori ini banyak diaplikasikan pada pengembangan manajemen. orientasinya pada perubahan kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4141576291605747283?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4141576291605747283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/teori-belajar-double-loop-learning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4141576291605747283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4141576291605747283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2011/02/teori-belajar-double-loop-learning.html' title='TEORI BELAJAR &quot;DOUBLE LOOP LEARNING&quot;'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RIAFNGsZKOQ/TWNsd8hSucI/AAAAAAAAAH4/lk3MxIUfaFs/s72-c/problem%2Bsolving.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-653982400891511970</id><published>2010-10-08T19:01:00.000-07:00</published><updated>2011-02-22T03:48:33.597-08:00</updated><title type='text'>RIBA DALAM PEREKONOMIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-PFZW7wO7Kvc/TWOigk67BsI/AAAAAAAAAIA/n88fOuWpRNA/s1600/riba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-PFZW7wO7Kvc/TWOigk67BsI/AAAAAAAAAIA/n88fOuWpRNA/s320/riba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576479444165134018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini materi untuk mahasiswa yang menempuh mata kuliah Ekonomi Syariah pertemuan ke-5 yang membahas tentang RIBA.&lt;br /&gt;Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis-Jenis Riba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin dalam Asysyariah.com, secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. Yaitu riba dalam hutang-piutang dan riba dalam jual-beli. Riba hutang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi’ah.&lt;br /&gt;1. Riba Dain (Riba dalam Hutang Piutang)&lt;br /&gt; Riba ini disebut juga dengan riba jahiliyah, sebab riba jenis inilah yang terjadi pada jaman jahiliyah. Riba ini ada dua bentuk, yaitu:&lt;br /&gt;a. Penambahan harta sebagai denda dari penambahan tempo (bayar hutangnya atau tambah nominalnya dengan mundurnya tempo). Sistem ini disebut dengan riba mudha’afah (melipatgandakan uang). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.” (Ali ‘Imran: 130).&lt;br /&gt;b. Pinjaman dengan bunga yang dipersyaratkan di awal akad&lt;br /&gt;Riba jahiliyah jenis ini adalah riba yang paling besar dosanya dan sangat tampak kerusakannya. Riba jenis ini yang sering terjadi pada bank-bank dengan sistem konvensional yang terkenal di kalangan masyarakat dengan istilah “mengenakkan uang.” &lt;br /&gt;Riba Jahiliyah adalah hutang yang dibayar melebihi produk pinjaman, karena peminjam tidak mampu mengembalikan dana pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan. Riba Jahiliyah ditemui dalam pengenaan bunga pada transaksi kartu kredit. Riba Jahiliyah dilarang karena pelanggaran kaidah "Kullu Qardin Jarra Manfa ah Fahuwa Riba" (setiap pinjaman yang mengambil manfaat adalah riba). &lt;br /&gt;Dari segi penundaan waktu penyerahannya, riba jahiliyah tergolong Riba Nasi-ah, dari segi kesamaan objek yang dipertukarkan, tergolong Riba Fadl. Tafsir Qurthuby menjelaskan: "Pada jaman jahiliyah para kreditur, apabila hutang sudah jatuh tempo, akan berkata kepada debitur: "Lunaskan hutang anda sekarang, atau anda tunda pembayaran itu dengan tambahan". Maka pihak debitur harus menambah jumlah kewajiban pembayaran hutangnya dan kreditur menunggu waktu pembayaran kewajiban tersebut sesuai ketentuan baru. (Tafsir Qurthubi, 2/1157). Dalam perbankan konvensional, riba jahiliyah dapat ditemui dalam pengenaan bunga pada transaksi kartu kredit.&lt;br /&gt;2. Riba Qardh (riba dalam pinjam meminjam). &lt;br /&gt;Gambarannya, seseorang meminjamkan sesuatu kepada orang lain dengan syarat mengembalikan dengan yang lebih baik atau lebih banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;3. Riba Fadhl&lt;br /&gt;Definisinya adalah adanya tafadhul (selisih timbangan) pada dua perkara yang diwajibkan secara syar’i adanya tamatsul (kesamaan timbangan/ukuran) padanya. Riba jenis ini diistilahkan oleh Ibnul Qayyim dengan riba khafi (samar), sebab riba ini merupakan pintu menuju riba nasi`ah. Pertukaran semisal ini mengandung gharar yaitu ketidakjelasan bagi kedua pihak akan nilai masing-masing barang yang dipertukarkan. Ketidakjelasan ini dapat menimbulkan tindakan dzalim bagi masing-masing pihak. &lt;br /&gt;Ketika kaum Yahudi kalah dalam perang Khaibar, maka harta mereka diambil sebagai rampasan perang (ghanimah), termasuk di antaranya adalah perhiasan yang terbuat dari emas dan perak. Tentu saja perhiasan itu bukan gaya hidup kaum muslimin. Oleh karena itu, Yahudi berusaha membeli perhiasannya yang terbuat dari emas dan perak tersebut yang akan dibayar dengan uang yang terbuat dari emas (dinar) dan uang yang terbuat dari perak (dirham). Jadi yang terjadi bukan jual beli, tetapi pertukaran barang yang sejenis. Emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak. &lt;br /&gt;Perhiasan perak dengan berat setara dengan 40 dirham (satu uqiyah) dijual kaum Muslimin kepada kaum Yahudi dua atau tiga dirham, padahal nilai perhiasan perak seberat satu uqiyah jauh lebih tinggi dari sekedar 2-3 dirham. Jadi muncul ketidakjelasan (gharar) akan nnilai perhiasan perak dan nilai uang perak (dirham). &lt;br /&gt;" Dari Abu Said al-Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda : Transaksi pertukaran emas dengan emas harus sama takaran, timbangan dan tangan ke tangan (tunai), kelebihannya adalah riba, perak dengan perak harus sama takaran dan timbangan dan tangan ke tangan (tunai), kelebihannya adalah riba, gandum dengan gandum harus sama takaran, timbangan dan tangan ke tangan (tunai), kelabihannya adalah riba, korma dengan korma harus sama takaran, timbangan dan tangan ke tangan (tunai), kelebihannya adalah riba, garam dengan garam harus sama takaran, timbangan dan tangan ke tangan (tunai) kelebihannya adalah riba."(Riwayat Muslim) &lt;br /&gt;Di luar keenam jenis barang ini dibolehkan asalkan dilakukan penyerahannya pada saat yang sama. Rasulullah SAW bersabda: "Jangan kamu bertransaksi satu dinar dengan dua dinar, satu dirham dengan dua dirham; satu sha dengan dua sha karena aku khawatirakan terjadi riba (al rama). Seorang bertanya; wahai Rasul: bagaimana jika seseorang menjual seekor kuda dengan beberapa ekor kuda dan seekor unta dengan beberapa ekor unta? Jawab Nabi SAW: "Tidak mengapa, asal dilakukan dengan tangan ke tangan (langsung)." (HR.Ahmad dan Thabrani) &lt;br /&gt;Dalam perbankan konvensional, riba fadl dapat ditemui dalam transaksi jual beli valuta asing yang tidak dilakukan dengan cara tunai atau spot. &lt;br /&gt;4. Riba Nasi`ah (Tempo)&lt;br /&gt;Yaitu adanya tempo pada perkara yang diwajibkan secara syar’i adanya taqabudh (serah terima di tempat). Riba ini diistilahkan oleh Ibnul Qayyim dengan riba jali (jelas) dan para ulama sepakat tentang keharaman riba jenis ini dengan dasar hadits Usamah bin Zaid di atas. Banyak ulama yang membawakan adanya kesepakatan akan haramnya riba jenis ini. Riba fadhl dan riba nasi`ah diistilahkan oleh para fuqaha dengan riba bai’ (riba jual beli).&lt;br /&gt;Riba ini timbul akibat hutang piutang yang tidak memenuhi kriteria untung muncul bersama resiko (al ghunmu bil ghurmi) dan hasil usaha muncul bersama biaya (al kharaj bi dhaman). Riba nasi-ah ditemui pada bunga kredit, bunga deposito, bunga tabungan dan bunga giro. &lt;br /&gt;Nasi-ah adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan barang ribawi lainnya. Riba nasi-ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara barang yang diserahkan hari ini dengan barang yang diserahkan kemudian. Jadi untung (al ghunmu) muncul tanpa adanya resiko (al ghurmi), hasil usaha (al kharaj) muncul tanpa adanya biaya (dhaman); al ghunmu dan al kharaj muncul hanya dengan berjalannya waktu. &lt;br /&gt;Padahal bisnis selalu ada kemungkinan untung dan rugi. Memastikan sesuatu di luar kewenangan manusia adalah bentuk kedzaliman (QS.Al Hasyr: 18 dan QS Luqman: 34 Pertukaran kewajiban menanggung beban ini dapat menimbulkan tindakan dzalim tidak hanya kedua pihak yang melakukan transaksi tetapi juga pihak di luar mereka. Dalam perbankan konvensional, riba nasi-ah dapat ditemui dalam pembayaran bunga kredit, bunga deposito, bunga tabungan, dan giro.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Riba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip riba adalah memupuk keuntungan tanpa menghiraukan kepentingan individu lain termasuk masyarakat atau aspek-aspek sosial lainnya. Dalam Islam praktek riba tidak akan meningkatkan kekayaan secara merata tetapi justru terakumulasi pada segelintir orang pemilik modal sebab keuntungan yang merupakan riba tidak diraih melalui transaksi yang adil, jujur dan menghormati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Riba Dalam Pandangan Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.&lt;br /&gt;a. Riba Dalam Agama Islam&lt;br /&gt;Dalam Wikipedia.ekonomisyariah menurut Islam, memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinjaman adalah haram. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275 : ...padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.... Pandangan ini juga yang mendorong maraknya perbankan syariah dimana konsep keuntungan bagi penabung didapat dari sistem bagi hasil bukan dengan bunga seperti pada bank konvensional, karena menurut sebagian pendapat (termasuk Majelis Ulama Indonesia), bunga bank termasuk ke dalam riba. bagaimana suatu akad itu dapat dikatakan riba? hal yang mencolok dapat diketahui bahwa bunga bank itu termasuk riba adalah ditetapkannya akad di awal. Jadi ketika kita sudah menabung dengan tingkat suku bunga tertentu, maka kita akan mengetahui hasilnya dengan pasti. &lt;br /&gt;Berbeda dengan prinsip bagi hasil yang hanya memberikan nisbah bagi hasil bagi deposannya. Dampaknya akan sangat panjang pada transaksi selanjutnya. yaitu bila akad ditetapkan di awal/persentase yang didapatkan penabung sudah diketahui, maka yang menjadi sasaran untuk menutupi jumlah bunga tersebut adalah para pengusaha yang meminjam modal dan apapun yang terjadi, kerugian pasti akan ditanggung oleh peminjam. Berbeda dengan bagi hasil yang hanya memberikan nisbah tertentu pada deposannya. Maka yang di bagi adalah keuntungan dari yang didapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak. Contoh nisbahnya adalah 60%:40%, maka bagian deposan 60% dari total keuntungan yang didapat oleh pihak bank.&lt;br /&gt;Selanjutnya ayat-ayat yang membicarakan soal riba :&lt;br /&gt;“mereka yang memakan riba tidak ada bedanya dengan orang gila yang dimasuki syaitan. Karena itu mereka berkata, bahwa berniaga dan riba itu sama saja. Akan tetapi allah mengijinkan berniaga dan mengharamkan riba”.&lt;br /&gt;Allah melarang (mengharamkan) riba, tetapi pahala bersedekah diperbanyak Nya. Dan sebagai nasihat kepada orang yang beriman (Surat Ali Imran ayat 130) diperingatkan juga kejahatan riba itu “ Janganlah engkau memakan riba yang berlipat ganda dan takutlah engkau kepada Allah supaya engkau memperoleh kebahagiaan”.&lt;br /&gt;Dalam beberapa ayat seterusnya dapat pula dibaca, bahwa Allah akan meluaskan langit dan bumi bagi mereka yang menafkahkan hartanya diwaktu suka da duka. Dalam semuanya itu, nyata dipertentangkan pahala bersedekah dengan kejahatan riba, dipertentangkan “yang baik” dan “yang buruk”. Yang pertama berbuat baik kepada sesama manusia yang dalam kesusahan. Yang kedua menganiaya akan sesama manusia yang ada dalam keadaan susah. Bersedekah memperluas sifat dan budi ke jalan tolong menolong. Riba menyatakan fi’il suka menindas dan menghisap darah orang. Karenanya riba itu haram. Rezeki diberikan Allah bukan untuk hidup senang sendiri, melainkan untuk menolong dan menyenangkan seluruh umat Allah.&lt;br /&gt;Seluruh ‘ulama sepakat mengenai keharaman riba, baik yang dipungut sedikit maupun banyak. Seseorang tidak boleh menguasai harta riba; dan harta itu harus dikembalikan kepada pemiliknya, jika pemiliknya sudah diketahui, dan ia hanya berhak atas pokok hartanya saja. &lt;br /&gt;Al-Quran dan Sunnah dengan sharih telah menjelaskan keharaman riba dalam berbagai bentuknya; dan seberapun banyak ia dipungut. Allah swt berfirman; &lt;br /&gt;الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبا لا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ &lt;br /&gt;“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. [TQS Al Baqarah (2): 275]. &lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. [TQS Al Baqarah (2): 279]. &lt;br /&gt;Di dalam Sunnah, Nabiyullah Muhammad saw &lt;br /&gt;دِرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ زِنْيَةً &lt;br /&gt;“Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah). &lt;br /&gt;الرِبَا ثَلاثَةٌَ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ, وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عَرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمَ &lt;br /&gt;“Riba itu mempunyai 73 pintu, sedang yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya, dan sejahat-jahatnya riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (HR Ibn Majah). &lt;br /&gt;لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّباَ وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ, وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ &lt;br /&gt;“Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Riba Dalam Agama Yahudi&lt;br /&gt;Agama Yahudi melarang praktek pengambilan bunga. Pelarangan ini banyak terdapat dalam kitab suci agama Yahudi, baik dalam Perjanjian Lama maupun undang-undang Talmud. Kitab Keluaran 22:25 menyatakan:“Jika engkau meminjamkan uang kapada salah seorang umatku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia, janganlah engkau bebankan bunga terhadapnya.” Kitab Ulangan 23:19 menyatakan:&lt;br /&gt;“Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apa pun yang dapat dibungakan.” &lt;br /&gt;Kitab Ulangan 23:20 menyatakan:“Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya. "Kitab Imamat 35:7 menyatakan: “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudara-mu bisa hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uang-mu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Riba Dalam Agama Kristen&lt;br /&gt;Kitab Perjanjian Baru tidak menyebutkan permasalahan ini secara jelas. Namun, sebagian kalangan Kristiani menganggap bahwa ayat yang terdapat dalam Lukas 6:34-5 sebagai ayat yang mengecam praktek pengambilan bunga. Ayat tersebut menyatakan : “Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Tuhan Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat.” &lt;br /&gt;Ketidaktegasan ayat tersebut mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan dan tafsiran dari para pemuka agama Kristen tentang boleh atau tidaknya orang Kristen mempraktekkan pengambilan bunga. Berbagai pandangan di kalangan pemuka agama Kristen dapat dikelompokkan menjadi tiga periode utama, yaitu pandangan para pendeta awal Kristen (abad I hingga XII) yang mengharamkan bunga, pandangan para sarjana Kristen (abad XII - XVI) yang berkeinginan agar bunga diperbolehkan, dan pandangan para reformis Kristen (abad XVI - tahun 1836) yang menyebabkan agama Kristen menghalalkan bunga. Kitab Ulangan 23:20 menyatakan: &lt;br /&gt;“Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga … supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.“&lt;br /&gt;Dari ke tiga periode pendangan utama mengenai bunga, dapat disimpulkan bahwa bunga adalah semua bentuk yang diminta sebagai imbalan yang melebihi jumlah barang yang dipinjamkan. Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa yang dipinjamkan adalah suatu dosa. Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya. Harga barang yang ditinggikan untuk penjualan secara kredit juga merupakan bunga yang terselubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dampak Riba Dalam Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 Dampak Riba Dari Segi Ekonomi&lt;br /&gt;Menurut Agustianto (2010), dalam Riba dan Meta Ekonomi Islam, dampak riba dari segi ekonomi adalah: pertama, sistem ekonomi ribawi telah banyak menimbulkan krisis ekonomi di mana-mana sepanjang sejarah, sejak tahun 1930 sampai saat ini. Sistem ekonomi ribawi telah membuka peluang para spekulan untuk melakukan spekulasi yang dapat mengakibatkan volatilitas ekonomi banyak negara. Sistem ekonomi ribawi menjadi punca utama penyebab tidak stabilnya nilai uang (currency) sebuah negara. Karena uang senantiasa akan berpindah dari negara yang tingkat bunga riel yang rendah ke negara yang tingkat bunga riel yang lebih tinggi akibat para spekulator ingin memperoleh keuntungan besar dengan menyimpan uangnya dimana tingkat bunga riel relatif tinggi. Usaha memperoleh keuntungan dengan cara ini, dalam istilah ekonomi disebut dengan arbitraging. Tingkat bunga riel disini dimaksudkan adalah tingkat bunga minus tingkat inflasi.&lt;br /&gt;Kedua, di bawah sistem ekonomi ribawi, kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat dunia makin terjadi secara konstant, sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Data IMF menunjukkan bagaimana kesenjangan tersebut terjadi sejak tahun 1965 sampai hari ini.&lt;br /&gt;Ketiga, Suku bunga juga berpengaruh terhadap investasi, produksi dan terciptanya pengangguran. Semakin tinggi suku bunga, maka investasi semakin menurun. Jika investasi menurun, produksi juga menurun. Jika produksi menurun, maka akan meningkatkan angka pengangguran&lt;br /&gt;Keempat, Teori ekonomi juga mengajarkan bahwa suku bunga akan secara signifikan menimbulkan inflasi. Inflasi yang disebabkan oleh bunga adalah inflasi yang terjadi akibat ulah tangan manusia. Inflasi seperti ini sangat dibenci Islam, sebagaimana ditulis Dhiayuddin Ahmad dalam buku Al-Quran dan Pengentasan Kemiskinan. Inflasi akan menurunkan daya beli atau memiskinkan rakyat dengan asumsi cateris paribus.&lt;br /&gt;Kelima, Sistem ekonomi ribawi juga telah menjerumuskan negara-negara berkembang kepada jebakan hutang (debt trap)  yang dalam, sehingga untuk membayar bunga saja mereka kesulitan, apalagi bersama pokoknya.&lt;br /&gt;Keenam, dalam konteks Indonesia, dampak bunga tidak hanya sebatas itu, tetapi juga berdampak terhadap pengurasan dana APBN. Bunga telah membebani APBN untuk membayar bunga obligasi kepada perbakan konvensional yang telah dibantu dengan BLBI. Selain bunga obligasi juga membayar bunga SBI. Pembayaran bunga yang besar inilah yang membuat APBN kita defisit setiap tahun. Seharusnya APBN kita surplus setiap tahun dalam mumlah yang besar, tetapi karena sistem moneter Indonesia menggunakan sistem riba, maka tak ayal lagi, dampaknya bagi seluruh rakyat Indonesia sangat mengerikan .&lt;br /&gt;Dengan fakta tersebut, maka benarlah Allah yang mengatakan bahwa sistem bunga tidak menumbuhkan ekonomi masyarakat, tapi justru menghancurkan sendi-sendi perekonomian negara, bangsa dan masyarakat secara luas. Itulah sebabnya, maka lanjutan ayat tersebut pada ayat ke 41 berbunyi :”Telah nyata kerusakan di darat dan di laut, karena ulah tangan manusia, supaya kami timpakan kepada mereka akibat dari sebagian perilaku mereka.Mudah-mudahan mereka kembali ke jalan Allah”Konteks ayat ini sebenarnya berkaitan dengan dampak sistem moneter ribawi yang dijalankan oleh manusia. Kerusakan ekonomi dunia dan Indonesia berupa krisis saat ini adalah akibat ulah tangan manusia yang menerapkan riba yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.&lt;br /&gt;Selama berabad-abad sistem ekonomi dunia dikendalikan oleh alat instrument tunggal yakni bunga (riba) dan selama itu pula ekonomi dunia tidak pernah stabil bahkan Irfing Cristol dan Daniell Bell dalam bukunya “Runtuhnya Teori Ekonomi” menyebutnya dengan empat gelombang besar keruntuhan ekonomi, hal ini dimulai sejak mazhab Merkantilisme sampai runtuhnya mazhab klasik 1930 atau yang biasa dikenal dengan great depression. Dan nampaknya gelombang kelima sedang terjadi yakni dengan hancurnya pasar finansial dunia serta tumbangnya perusahaan-perusahaan raksasa sehingga pertumbuhan ekonomi negara-negara maju sampai angka minus. Maka bahasan berikut adalah dampak riba terhadap sektor-sektor ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Dampak Riba Dari Segi Ketahanan Perusahaan&lt;br /&gt;  Jika salah satu prinsip perusahaan adalah going concern atau perusahaan itu akan ada selamanya maka perusahaan tersebut akan melewati berbagai kondisi ekonomi setiap waktunya, diamana laiknya cuaca kondisi ekonomi bisa sangat cerah dan bisa sangat ekstrim di waktu yang lain, oleh karena itu hanya perusahaan yang punya daya tahanlah yang akan bertahan.&lt;br /&gt;Menyadari akan keadaan tersebut maka perusahaan akan senantiasa mencari cara dan skema bertahan dalam menghadapi berbagai macam kondisi ekonomi, maka pertanyaanya adalah seberapa jauhkah bunga berpengaruh terhadap ketahanan perusahaan. &lt;br /&gt;Ustadz Habiburrahim Lc dalam pengajian Majelis Al-Kauny yang diadakan pada tanggal 18 Oktober 2008, selain hal di atas ada dampak negative lain yang tidak berdampak langsung pada sebuah perekonomian, namun dalam jangka panjang efeknya baru dapat dirasakan.&lt;br /&gt;1. Riba dapat menumbuhkan rasa permusuhan diantara individu dan melemahkan nilai social dan kekeluargaan. Selain itu, riba dapat menimbulkan eksploitasi dan tindak kedzaliman pada pihak tertentu.&lt;br /&gt;2. Menumbuhkan sikap pemalas bagi orang yng mempunyai modal, di mana ia mampu mendapatkan banyak uang tanpa adanya sebuah usaha yang nyata.&lt;br /&gt;3. Mendorong manusia untuk menimbun harta sabil menunggu adanya kenaikan interest rate.&lt;br /&gt;4. Menimbulkan sifat elitism dan jauh dari kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;5. Membuat manusia lupa akan kewajiban hartanya seperti infak, sedekah dan zakat.&lt;br /&gt;6. Mendorong manusia untuk melakukan tindak kezaliman dan eksploitasi terhadap orang lain, baik pinjaman yang bersifat produktif maupun konsumtif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Praktek Riba Dalam Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Syariah menekankan pada nilai-nilai etis yang bersumber dari Alquran dan Al Hadist. Dalam ekonomi syariah lebih ditekankan pada aspek keadilan menghilangkan segala bentuk penghisapan dan penindasan terhadap pihak lain sehingga melahirkan ketimpangan. Oleh sebab itu dalam ekonomi syariah tidak hanya menekankan pada aspek kepentingan individu tetapi juga masyarakat atau aspek sosial. Dengan demikian, setiap individu tetap memiliki ruang untuk berkembang secara maksimal, namun di pihak lain juga diberikan batasan-batasan sedemikian rupa sehingga aktifitas ekonominya tidak merugikan orang lain.&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak dari masyarakat yang melakukan praktek-praktek ekonomi  yang terdapat unsur riba di dalamnya, masalah yang timbul dan banyak dibicarakan adalah status bunga yang terdapat pada bank konvesional, yaitu dengan mengambil tambahan dalam hutang piutang. Namun, dalam kehidupan masyarakat banyak yang memungut tambahan atas pinjaman sebagai contoh adalah praktek hutang piutang yang ada pada masyarakat yaitu mengambil bunga dari pinjaman baik itu melalui kegiatan-kegiatan warga seperti PKK maupun individu. Dan tidak hanya itu, dalam hal jual beli sebagian masyarakat melakukan jual beli yang ada unsur riba yaitu membeli buah-buahan yang belum nampak hasilnya (borongan). &lt;br /&gt;Menurut Fuad Fachrudin, dalam koperasi sendiri untuk kegiatan usahanya harus meninggalkan praktek riba berupa penggunaan skim bunga dalam kegiatan usahanya. Tidak menetapkan menetapkan bungandalam kegitan simpan pinjamnya karena riba bertentangan dengan semnagat kemitraan keadilan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem bunga tidak peduli dengan nasib debiturnya dan tidak adil dalam penetapan bunga atas pokok modal. Konsep ini harus diterapkan secara menyeluruh bukan sepotong-potong karena penetapan yang sepotong-potong tidak menjamin teraktualisasinya tujuan koperasi.&lt;br /&gt;Dalam transaksi perbankan basis yang digunakan dalam praktek perbankan internasional adalah menggunakan basis bunga (interest based) dimana salah satu pihak (nasabah) bertindak sebagai peminjam dan pihak yang lainnya (bank) bertindak sebagai pemberi pinjaman. Atas dasar pinjaman tersebut nasabah  dikenakan bunga sebagai kompensasi dari pertanggungan waktu pembayaran hutang tersebut, dengan tidak mempedulikan apakah nasabah mengalami keuntungan ataupun tidak.&lt;br /&gt;Praktek seperti ini sebenarnya sangat mirip digunakan dengan praktek riba jahiliyah pada masa jahiliyah. Hanya bedanya, pada riba jahiliyah bunga baru akan dikenakan ketika si peminjam tidak bisa melunasi hutang pada waktu yang telah ditentukan sebagai kompensai penambahan waktu pembayaran. Sedangkan pada praktek perbankan bungan telah ditetapkan sejak pertama kali keepakatan dibuat, atau sejak si peminjam menerima dana yang dipinjamnya. Oleh karena itulah tidak heran jika banyak ulama mengatakan bahwa praktek riba yang terjadi pada sektor perbankan saat ini lebih jahiliyah dibandingkan riba jahiliyah. &lt;br /&gt;Selain terjadi dalam aspek pembiayaan sebagaimana di atas, riba juga terjadi pada aspek tabungan. Dimana nasabah mendapatkan bunga yang pasti dari bank sebagai komepnsasi uang yang disimpannya dalam bank, baik bank mengalami keuntungan maupun kerugian. Berbeda dengan disistem sayariah dimana bank syariah tidak  menjanjikan return tetap, melainkan hanya nisbah (yaitu prosentase yang akan dibagikan dari keuntungan yang di dapatkan dari bank). Sehingga return yang di dapatkan nasabah bisa naik turun sesuai dengan naik turunnya keuntungan bank. Istilah seperti ini yang kemudian berkembang namanya manjadi sistem bagi hasil.&lt;br /&gt;Dalam sektor asuransi pun juga tidak luput dari bahaya riba. Karena dalam asuransi (konvensional) terjadi tukar menukar uang dalam jumlah yang tidak sama dan dalam waktu yang juga tidak sama. Sebagaimana contoh, seseorang yang mengasuransikan kendaraannya dengan premi Rp 1.000.000,00/tahun. Pada tahun ketiga dia kehilangan mobilnya seharga Rp 100.000.000,00 dan oleh karenanya pihak asuransi memberikan ganti rugi sebesar harganya yang telah hilang. Padahal jika diakumulasikan dia baru membayar premi sebesar Rp 3.000.000,00. Jadi darimana Rp 97.000.000,00 yang telah diterimanya? Jumlah Rp 97.000.000,00 yangg diterimanya masuk dalam ketegori riba Fadhl (yaitu tukar menukar barang sejenis dengan kuantitas yang tidak sama).&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan, praktek asuransi juga termasuk kategori riba nasi’ah (kelebihan yang dikenakan atas pertangguhan waktu), karena uang klaim yang didapatkan yadan biyadin dengan premi yang dibayarkan. Antara keduanya ada tenggang waktu, dan oeh karenanya terjadilah riba nasi’ah.&lt;br /&gt;Pada transaksi jual beli secara kredit yang tidak diperbolehkan adalah yang mengacu pada bunga yang disertakan dalam jual beli tersebut. Apalagi jika bunga tersebut berfluktuatif, naik dan turun sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Sehingga harga jual dan belinya menjadi tidak jelas (gharar fitsaman). Sementara sebenarnya dalam syariah islam, dalam jual beli harus ada kepastian harga antara penjual dan pembeli, serta tidak boleh adanya perubahan yang tidak pasti, baik pada harga maupun pada barang yang diperjualbelikan. Selain itu jika, jika terjadi kemacetan pembayaran di tengah jalan, barang tersebut akan diambil kembali oleh penjual atau dealer dalam jual beli kendaraan. Pembayaran yang telah dilakukan dianggap sebagai sewa terhadap barang tersebut.&lt;br /&gt;Belum lagi komposisi cicilan pembayaran, seringkali tidak jelas, berapa harga pokoknya dan berapa bunganya. Seringkali cicilan pembayaran pada tahun-tahun awal, bunga lebih besar dibandingkan dengan pokok hutang yang harus dikembalikan. Akhirnya pembeli kerap merasa dirugikan di tengah jalan. Hal ini terutama berbeda dengan sistem jual beli secara syariah, dimana komposisi cicilan adalah flat antara pokok dan marginnya, harga tidak mengalami perubahan sebagiamana perubahan bunga, dan kepemilikan barang yang jelas, jika terjadi kemacetan. Dan sistem seperti ini, akan menguntungkan baik untuk penjual maupun pembeli.&lt;br /&gt;Walaupun dalam Islam telah dijelaskan keharaman riba, saat ini masyarakat banyak yang tidak mengetahui tentang apa itu riba. Mereka berpandangan bahwa riba adalah mengambil tambahan yang terlau tinggi dalam hutang piutang misalnya yang dilakukan oleh para rintenir, sedangkankan apabila tambahan yang diambil dari pinjaman kecil maka bukanlah riba. Dalam jual beli masyarakat tidak memahami riba, yang mereka ketahui bahwa riba hanya terdapat dalam hutang piutang yaitu mengambil tambahan dalam pinjaman dan mereka mencotohkan seperti yang dilakukan bank-bank konvesional.  &lt;br /&gt;Hutang piutang dengan tambahan dilakukan masyarakat karena memang praktek seperti itulah yang mereka ketahui, dan mereka beranggapan bahwa tidak ada hutang piutang yang tidak dengan bunga karena selama ini tidak ada yang melakukan hutang piutang tanpa tambahan baik dari individu maupun kegiatan-kegiatan warga. &lt;br /&gt;Dengan alasan di atas, bahwa diperlukan pemahaman tentang praktek perekonomian yang diusung oleh Islam, kewajiban bagi para ulama dan juga para cendekiawan untuk memberikan pemahaman agar masyarakat mengetahui praktek perekonomian apa saja yang dilarang oleh Islam dan yang dibolehkan, sehingga Islam yang disebut sebagai pedoman hidup baik di dunia maupun di akhirat dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustianto. 6 Februari 2010. Riba Dan Meta Ekonomi Islam, (online), (http://www.pesantrenvirtual.com/index.php, diakses 8 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assayida, Juli. 2010. Meta Ekonomi Dalam Larangan Riba , (online), (http://juli-asayyidah.blogspot.com, diakses 10 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Averroes. 2008. Memotret Modus Operandi Antar Bank Titil Antara Riba Dan  Semangat Humanisme, (online), (http:// www.averroes.or.id, diakses 16 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ichwah. 22 Agustus 2007. Ekonomi Islam Melawan Riba dan Kemiskinan Umat, (online), (http://multiply.com. diakses 11Februari 2010) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fachruddin, Fuad. 1998. Riba Dalam Bank, Koperasi, Perseroan Dan Asuransi. Jakarta : Percetakan Afset &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia, 27 Januari 2010. Riba, (online), (http://wikipedia.ekonomisyariah.org/index.php, diakses 11 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-653982400891511970?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/653982400891511970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/riba-dalam-perekonomian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/653982400891511970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/653982400891511970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/riba-dalam-perekonomian.html' title='RIBA DALAM PEREKONOMIAN'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PFZW7wO7Kvc/TWOigk67BsI/AAAAAAAAAIA/n88fOuWpRNA/s72-c/riba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4580007626809932195</id><published>2010-10-07T22:58:00.000-07:00</published><updated>2011-02-22T03:51:47.450-08:00</updated><title type='text'>TEORI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3uQ4hiob7bU/TWOjRHCUZSI/AAAAAAAAAII/_2YUYnuEd2Q/s1600/kognitif.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3uQ4hiob7bU/TWOjRHCUZSI/AAAAAAAAAII/_2YUYnuEd2Q/s320/kognitif.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576480277956683042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teori Kognitif Pembelajaran ingin menjawab dua pertanyaan:&lt;br /&gt;a. Proses apa yang menyebabkan informasi dapat diserap&lt;br /&gt;b. Bagaimana pembelajar dapat memanfaatkan teori ini untuk pembelajaran&lt;br /&gt;Menurut Atkinson, ada tiga komponen utama pada proses ini yaitu sensory register, working memory dan long-term memory. Masing-masing komponen mempunyai peran dan &lt;br /&gt;fungsinya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar informasi dari dunia luar masuk melalui sensory register. Jika kita tidak memberikan perhatian maka informasi tersebut akan hilang atau dilupakan. Namun sebaliknya, perhatian pada informasi menyebabkan proses dilanjutkan ke working atau short term memory. Saat masuk ke memori ini ada faktor tambahan yaitu persepsi. Persepsi orang yang satu dengan yang lain dalam menanggapi informasi bisa berlainan, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya yang terdapat pada long-term memory seperti misalnya pengalaman masa lalu, motivasi, dan perasaan seseorang. Informasi yang sudah berada di working memory hanya bersifat sesaat ( &lt; 30 detik), informasi ini dapat dilupakan jika tidak diperlukan lagi. Jika informasi diperlukan, seseorang akan terus memikirkannya dan hal ini mengakibatkan informasi tersimpan di long-term memory. Untuk lebih detailnya akan diulas berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Sensory Register (SR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SR merupakan komponen sistem proses dimana informasi diterima dan ditahan untuk waktu yang sangat singkat (tidak lebih dari dua detik). Jika informasi tidak mendapatkan perhatian maka akan hilang atau dilupakan. Dari pernyataan ini timbullah pertanyaan bagaimana supaya perhatian seseorang bisa ditingkatkan ?&lt;br /&gt;Ada beberapa teknik penggunaan bahasa yang dapat meningkatkan perhatian terhadap informasi, berikut contoh – contoh kalimat tersebut:&lt;br /&gt;a) ’Ini penting .....’&lt;br /&gt;b) ’Ini akan jadi bahan ujian besok ’&lt;br /&gt;c) Meningkatkan bobot emosional dari materi dan kalimat: ’Medan magnet menabrak sinyal Radio Frequency’  (maksudnya medan magnet mengganggu sinyal Radio Frequency).&lt;br /&gt;d) Menggunakan cara-cara belajar yang lain dari kebiasaan yang digunakan sebelumnya.&lt;br /&gt;Keberadaan SR mempunyai implikasi penting dalam pendidikan menyangkut hal-hal konkrit yang perlu dilakukan dalam pembelajaran:&lt;br /&gt;a) Seseorang harus memberikan perhatian kepada informasi yang diberikan jika ingin menyimpan informasi tersebut dalam ingatan.&lt;br /&gt;b) Butuh waktu untuk memberikan seluruh informasi kepada SR, informasi – informasi tidak bisa diberikan sekaligus dalam satu waktu.&lt;br /&gt;Contoh: Seorang siswa dalam menerima banyak informasi hendaknya juga diberikan informasi mengenai aspek mana saja yang perlu diperhatikan pada informasi tersebut. Pebelajar akan kesulitan belajar jika keseluruhan informasi  diberikan sekaligus dalam satu waktu.&lt;br /&gt; Sinyal yang masuk ke SR disebut stimuli, interpretasi seseorang terhadap stimuli disebut persepsi. Persepsi antara tiap individu bisa saling berlainan, hal ini dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, motivasi, kejiwaan dan pengetahuan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Working Memory (WM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;WM merupakan komponen memori yang dapat menyimpan informasi terbatas dalam beberapa detik saja ( &lt;30 detik). Hal-hal yang dilakukan di WM  adalah&lt;br /&gt;a) organisasi informasi : mau disimpan ?  atau  mau dihilangkan ?&lt;br /&gt;b) menghubungkan informasi yang diterima dengan pengetahuan sebelumnya dari memori long-term. Contoh : SR melihat seekor ayam hutan, gambar ayam hutan masuk ke WM, setelah itu terjadi pelacakan informasi tentang ayam pada memori long-term, maka akan dibentuk informasi bahwa yang dilihat itu adalah seekor ayam.&lt;br /&gt;Menurut Atkinson kapasitas WM adalah 5-9 bit informasi, artinya 5-9 informasi dalam satu waktu. Dalam desain pembelajaran ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan keterbatasan kapasitas WM, hal-hal tersebut adalah&lt;br /&gt;a) Untuk mempertahankan informasi pada WM, informasi semestinya diulang-ulang terus. Dengan demikian ada harapan bisa diteruskan ke memori long-term.&lt;br /&gt;b) Dalam memberikan informasi yang berupa urutan dan daftar nama-nama, sebaiknya informasi tersebut diberikan dalam daftar klasifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Long Term Memory (LTM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;LTM merupakan komponen memori dimana informasi yang kapasitasnya besar dapat disimpan untuk periode waktu yang lama. LTM tersusun dari tiga bagian yaitu:&lt;br /&gt;a) Episodic Memory, tempat pengalaman-pengalaman disimpan. Informasi gambar diorganisasi dalam waktu dan kapan peristiwa tersebut terjadi. Informasi yang tersimpan pada memori ini relatif sulit untuk diingat kembali karena kemungkinan tertumpuk dengan peristiwa yang hampir sama, misal kita tidak dapat mengingat lagi menu makan siang tiga hari yang lalu karena gambar tentang menu tersebut telah tertumpuk oleh gambar baru. Namun ada kalanya kita dapat mengingat menu tersebut jika pada saat makan siang terjadi suatu hal di luar kebiasaan. Fenomena ini disebut flash bulb memory.&lt;br /&gt;b)  Semantic Memory, menyimpan penegtahuan, kenyataan-kenyataan, konsep, prinsip, aturan-aturan dan penggunaannya. Pelajaran-pelajaran di sekolah disimpan pada jenis memori ini. Ingatan diorganisasi dalam jaringan-jaringan yang terhubung dengan ide, hal ini disebut schemata. Umumnya schemata adalah outline atau garis besar dari suatu ide.&lt;br /&gt;c) Procedural Memory, menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. Cara kerja memori ini adalah hubungan seri antara rangsangan dengan respon.  Contoh kemampuan mengemudi, mengetik dan hal lain yang menyangkut ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor-Faktor yang Memperkuat Daya Ingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ada beberapa hal yang menjadi point supaya daya ingat tinggi pada LTM, faktor-faktor tersebut adalah&lt;br /&gt;a) Informasi yang berupa konsep lebih tahan lama disimpan pada LTM dibandingkan dengan informasi yang berupa nama-nama.&lt;br /&gt;b) Daya ingat akan informasi tertentu akan turun setelah beberapa minggu, namun akan stabil pada level tertentu dan diingat seumur hidup.&lt;br /&gt;c) Strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dapat mempertinggi daya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengajar Strategi Memori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Strategi-strategi memori dapat diajarkan dengan cara sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a) Belajar verbal&lt;/span&gt; yaitu: belajar kata-kata atau fakta-fakta di bawah berbagai    &lt;br /&gt;macam kondisi. Misal siswa dapat diminta untuk mempelajari daftar kata   &lt;br /&gt;atau suku kata yang tidak memiliki arti. Diidentifikasi tiga jenis tugas belajar verbal yang khas teramati di kelas dan telah diteliti secara intensif, yaitu tugas pasangan-berkait, tugas belajar deret-urut, dan tugas belajar ingatan-bebas.&lt;br /&gt;&gt; Tugas-tugas belajar pasangan-berkait, meliputi belajar menjawab dengan satu anggota  dari suatu pasangan yang harus dihafal. Contoh pengajaran ini belajar sejumlah ibu kota negara, tabel penjumlahan dan perkalian, berat atom dari berbagai macam unsur.&lt;br /&gt;&gt; Belajar deret urut meliputi belajar satu daftar istilah dalam suatu urutan tertentu. Contoh menghafal not sebuah lagu, sila-sila Pancasila, unsur-unsur menurut urutan dalam tabel periodik. Belajar tugas-tugas deret urut terjadi dikelas tidak sesering belajar tugas-tugas pasangan-berkait.&lt;br /&gt;&gt; Tugas-tugas belajar ingatan-bebas juga meliputi penghafalan suatu draf, tetapi tidak dalam suatu urutan khusus. Contoh mengahafal nama-nama 50 negara.&lt;br /&gt;b) Belajar Pasangan-Berkait&lt;br /&gt; Dalam belajar pasangan-berkait, siswa harus mengaitkan suatu respon dengan stimulus. Sebagai misal, siswa diberi simbol Au dan harus menjawab ‘emas’. Satu aspek penting dari belajar  pasangan berkait adalah seberapa jauh siswa telah akrab dengan stimulus dan respon tersebut. Misal akan jauh lebih mudah belajar mengkaitkan kata bahasa asing dengan kata bahasa Indonesia, misal anjing-dog. Dua hal yang dibahas adalah&lt;br /&gt;&gt; Pelukisan adalah teknik-teknik mengingat yang sangat kuat berdasarkan pada pembentukan lukisan mental untuk membantu mengingat kaitan. &lt;br /&gt;&gt; Nimanik Kata Kunci. Nimanik adalah metode untuk membantu memori&lt;br /&gt;Metode kata-kunci adalah suatu strategi untuk meningkatkan memori dengan menggunakan pelukisan untuk mengkaitkan pasangan butir-butir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Belajar Deret Urut dan Hafalan Bebas.&lt;br /&gt; Belajar deret-urut adalah belajar fakta-fakta dalam suatu urutan khusus. Mempelajari kejadian-kejadian berdasar urutan waktu kejadian, mempelajari urutan operasi dalam suatu pembagian panjang, dan mempelajari kekerasan relatif mineral adalah contoh-contoh belajar deret-urut.&lt;br /&gt;Belajar hafalan-bebas adalah mempelajari suatu daftar butir yang tidak perlu menghafal dalam urutan, misal menghafal lima jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Metode Lokasi adalah suatu strategi untuk menghafal daftar butir-butir dengan        membayangkan butir-butir itu berada di dalam lokasi yang telah dikenal.&lt;br /&gt;&gt;Metode Kata-pancang adalah metode pelukisan lain yang berguna untuk mengurutkan daftar disebut metode kata-pancang. Dalam menggunakan nimanik, siswa dapat menghafal sebuah daftar kata pancang yang melambangkan bilangan 1 sampai 10. Untuk menggunakan metode ini, siswa menciptakan gambaran mental yang menghubungkan dengan butir-butir di dalam daftar yang harus dipelajari dengan kata pancang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penerapan teori dalam praktek mengajar dengan menggunakan kata panjang bersajak :&lt;br /&gt;&gt;Strategi Huruf Awal. Suatu strategi untuk menghafal dimana huruf-huruf awal dari suatu daftar awal dari suatu daftar yang harus dihafal diambil untuk disusun menjadi satu kata atau ungkapan yang lebih mudah diingat. Contoh untuk menghafal urutan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Kepada siswa diajarkan sebuah kalimat dengan huruf-huruf pertama warna sebagai berikut: mejikuhibiniu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah yang Membuat Informasi Menjadi Bermakna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pembelajar seharusnya menjadikan informasi menjadi bermakna bagi si belajar dengan cara mempresentasikan informasi itu secara jelas dan terorganisasi dengan baik, dengan cara menghubungkan informasi itu dengan informasi yang telah ada dibenak siswa, dan dengan meyakinkan bahwa siswa telah benar-benar memahami konsep yang diajarkan dan dapat menerapkan konsep itu ke situasi baru.&lt;br /&gt;1) Belajar Hafalan dibanding dengan Belajar Bermakna.&lt;br /&gt;Belajar hafalan adalah menghafal kata-kata atau asosiasi contoh menghafal tabel perkalian, simbol-simbol kimia, sedangkan belajar bermakna tidak sembarang  dan jenis belajar ini menghubungkan informasi atau konsep yang telah dimiliki siswa. Sebagai misal apabila kita belajar bahwa perak merupakan penghantar listrik yang amat baik, informasi ini menghubungkan kepada informasi yang telah kita miliki, yaitu “perak” dan “daya hantar”. &lt;br /&gt;Penggunaan Belajar Hafalan. Kadang kita memperoleh kesan bahwa belajar hafalan”jelek” dan belajar bermakna “baik”. Ini tidak seluruhnya benar. Sebagai misal, pada saat dokter mengatakan kepada kita bahwa kita mengalami patah pada tibia, kita yakin bahwa dokter itu telah menghafal betul hubungan antara kata tibia dan tulang kaki yang bernama seperti itu. Perbendaharaan bahasa asing  merupakan satu kasus penting dalam belajar hafalan.&lt;br /&gt;Pengetahuan Inert Informasi ”cair memijar” adalah mempelajari informasi yang hanya dapat diterapkan pada situasi terbatas sering kali sehimpunan situasi yang dibuat-buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Teori Skema adalah teori yang menyatakan bahwa informasi disimpan dalam memori jangka-panjang dalam bentuk jaringan fakta-fakta dan konsep-konsep yang berhubungan dan menyediakan suatu struktur menjadikan informasi baru bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;Daftar Rujukan&lt;br /&gt;     Anderson, O.W dan Karthwohl. D. R, 2001. A Taxanomy For Learning&lt;br /&gt;     Teaching and Assessing ( A Revision of Blooms Taxonomy of&lt;br /&gt;            Educational Objektives), New York: Addition Wesley, Longman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Anonym, Strategy Metakognitif, http//myshoolnet.ppk.kpm.my/bhn-&lt;br /&gt;                      pnp/modul/bcb8.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Arends. Richard, I, 2001,  Learning to teach, Fifth Edition, Singapore, &lt;br /&gt;                     Mac Graw Hill, Higher Education &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Slavin, Robert, E, 2000 Educational Psychology (Theory And  Practice)  Sixth   &lt;br /&gt;                    Edition, Boston, Allyn,and Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Wolfolk, A. 1998 . Educational Psychology, Seventh Edition, Allyn and&lt;br /&gt;                     Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4580007626809932195?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4580007626809932195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/teori-kognitif-dalam-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4580007626809932195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4580007626809932195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/teori-kognitif-dalam-pembelajaran.html' title='TEORI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3uQ4hiob7bU/TWOjRHCUZSI/AAAAAAAAAII/_2YUYnuEd2Q/s72-c/kognitif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-2002542383248537859</id><published>2010-10-07T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T22:40:35.422-07:00</updated><title type='text'>Lesson Study 2</title><content type='html'>Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel lesson study sebelumnya yang banyak ditanyakan oleh pembaca tentang bagaimana penerapan tahapan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plan -do-see&lt;/span&gt;, berikut ini penjelasannya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perencanaan (Plan)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan rancagan pembelajaran yang diyakini&lt;br /&gt;mampu membelajarkan siswa secara efektif serta membangkitkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perencanaan, guru secara kolaboratif berbagi ide menyusun rancangan pembelajaran untuk menghasilkan cara-cara pengorganisasian bahan ajar, proses &lt;br /&gt;pembelajaran, maupun penyiapan alat bantu pembelajaran. Sebelum diimplementasikan dalam kelas, rancangan pembelajaran yang telah disusun kemudian disimulasikan. Pada tahap ini ditetapkan prosedur pengamatan dan instrumen yang diperlukan dalam pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelaksanaan (Do) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahap pelaksanaan LS bertujuan untuk mengimplementasikan rancangan&lt;br /&gt;pembelajaran. Dalam proses pelaksanaan tersebut, salah satu guru berperan sebagai pelaksana LS dan guru yang lain sebagai pengamat. Fokus pengamatan bukan pada penampilan guru yang mengajar, tetapi lebih diarahkan pada kegiatan belajar siswa dengan berpedoman pada prosedur dan insturumen yang telah disepakati pada tahap perencanaan. Pengamat tidak diperkenankan mengganggu proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Refleksi (See) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan refleksi adalah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan pelaksanaan&lt;br /&gt;pembelajarn. Kegiatan diawali dengan penyampaian kesan dari pembelajar dan selanjutnya diberikan kepada pengamat. Kritik dan saran diarahkan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dan disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti hati guru yang membelajarkan. Masukan yang positif dapat digunakan untuk merancang kembali pembelajaran yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewis (2002) menjelaskan Ada 8 (delapan) peluang yang dapat diperoleh oleh guru, apabila dia melaksanakan LS secara berkesinambungan, peluang tersebut sangat erat kaitannya dengan pengembangan profesionalisme guru yaitu:&lt;br /&gt;1. Memikirkan dengan cermat mengenai tujuan pembelajaran, materi pokok,  dan bidang studi&lt;br /&gt;2. Mengkaji dan mengembangkan pembelajaran yang terbaik yang dapat dikembangkan&lt;br /&gt;3. Memperdalam pengetahuan mengenai materi pokok yang diajarkan&lt;br /&gt;4. Memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan dicapai yang berkaitan dengan siswa&lt;br /&gt;5. Merancang pembelajaran secara kolaboratif&lt;br /&gt;6. Mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku siswa&lt;br /&gt;7. Mengembangkan pengetahuan pedagogis yang kuat penuh daya&lt;br /&gt;8. Melihat hasil pembelajaran sendiri melalui mata siswa dan kolega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik pembelajaran, secara operasional LS dapat dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan (Sanyasa, 2009): yaitu (1) membentuk kelompok LS, (2) mefokuskan LS, (3) Merencanakan Research Lesson (RL), (4) membelajarkan dan mengamati RL, (5) mendiskusikan dan menganalisis RL, dan (6) merefleksikan dan merencanakan  kembali LS.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Membentuk Kelompok LS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan pertama ini, ada empat langkah kegiatan yang dapat dilakukan,&lt;br /&gt;sebagai berikut&lt;br /&gt;(a) Merekrut anggota kelompok dari guru, dosen, pejabat pendidikan, dan pemerhati&lt;br /&gt;pendidikan. Kriteria anggota adalah memiliki komitmen minat, dan kemauan untuk melakukan inovasi dan memperbaiki kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;(b) Membuat komitmen untuk menyediakan waktu khusus guna mewujudkan atau mengimplementasikan lesson study. Para anggota kelompok biasanya menyelenggarakan pertemuan rutin baik mingguan, bulanan, semesteran, maupun tahunan dalam tahun ajaran tertentu.&lt;br /&gt;(c) Menyusun jadwal pertemuan tertentu mengingat pertemuan sangat sering dan beragam. Jadwal juga sangat berguna dalam mengatur semua tugas yang terkait dengan kegiatan anggota kelompok, termasuk tugas mengajar rutin.&lt;br /&gt;(d) Menyetujui aturan main kelompok, antara lain bagaimana cara mengambil keputusan kelompok, bagaimana membagi tanggung jawab antaranggota kelompok, penggunaan waktu, dan bagaimana menyampaikan saran, termasuk bagaimana menetapkan siapa yang menjadi fasilitator diskusi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mefokuskan LS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan ini,  ada tiga langkah kegiatan yang dapat dilakukan, sebagai&lt;br /&gt;berikut.&lt;br /&gt;(a) Menyepakati tema penelitian untuk lesson study. Tema penelitian dipilih dengan&lt;br /&gt;memperhatikan tiga hal. Pertama, bagaimana kualitas aktual para siswa saat sekarang. Kedua, apa kualitas ideal para siswa yang diinginkan di masa mendatang. Ketiga, adakah kesenjangan antara kualitas ideal dan kualitas aktual para siswa yang menjadi sasaran lesson study. Kesenjangan inilah yang dapat diangkat menjadi bahan tema penelitian.&lt;br /&gt;(b) Memilih mata pelajaran untuk lesson study. Sebagai panduan memilih mata pelajaran dapat menggunakan pertanyaan berikut. Pertama, mata pelajaran apa yang paling sulit bagi siswa. Kedua, mata pelajaran apa yang paling sulit diajarkan oleh guru. Ketiga, mata pelajaran apa yang ada pada kurikulum baru yang ingin dikuasai dan dipahami oleh guru.&lt;br /&gt;(c) Memilih topik (unit) dan pelajaran (lesson). Topik yang dipilih sebaiknya adalah topik yang menjadi dasar bagi topik belajar berikutnya, topik yang selalu sulit bagi siswa atau tidak disukai siswa, topik yang sulit diajarkan atau tidak disukai guru, atau topik yang baru dalam kurikulum. Setelah topik dipilih selanjutnya menetapkan tujuan topik tersebut. Berdasarkan tujuan topik ini ditetapkan beberapa pelajaran yang akan menunjang tercapainya tujuan topik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Merencanakan Research Lesson (RL)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencanakan suatu RL,  dilaksanakan tiga langkah kegiatan, sebagai&lt;br /&gt;berikut.&lt;br /&gt;(a) Mengkaji pelajaran-pelajaran yang sedang berlangsung atau yang sudah ada. &lt;br /&gt;(b) Mengembangkan suatu rencana untuk memandu belajar. Rencana untuk memandu&lt;br /&gt;siswa belajar akan memandu pelaksanaan pembelajaran, pengamatan, dan diskusi tentang RL serta mengungkap temuan yang muncul selama lesson study berlangsung. Rencana untuk memandu belajar itu merupakan suatu hal yang kompleks. &lt;br /&gt;(c)Mengundang pakar  dari luar (bila memungkinkan). Pakar bisa dari guru, dosen, atau peneliti yang memiliki pengetahuan tentang bidang studi dan atau bagaimana membelajarkannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Membelajarkan dan mengamati RL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RL yang telah direncanakan sudah dapat diimplemetasikan dan diamati. Salah&lt;br /&gt;satu guru yang telah disepakati ditunjuk untuk membelajarkan pelajaran (lesson) yang sudah ditetapkan, sedangkan anggota kelompok lain sebagai pengamat.  Pengamat berbagi tugas dan tugas utamanya adalah  hanya untuk mempelajari pembelajaran yang berlangsung, bukan membantu siswa. Untuk mendokumentasikan research lesson dapat dilakukan dengan menggunakn audiotape, vediotape, handycam, kamera, karya siswa, dan catatan observasi naratif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Mendiskusikan dan menganalisis RL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RL yang sudah diimplementasikan perlu didiskusikan dan dianalisis. Diskusi dan&lt;br /&gt;analisis diharapkan memuat hal-hal sebagai berikut: refleksi instruktur, latar belakang anggota kelompok LS, presentasi dan diskusi tentang data dari RL, diskusi umum, komentator dari luar (opsional), dan ucapan terima kasih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Merefleksikan LS dan merencanakan tahapan berikutnya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dalam merefleksikan LS perlu dipikirkan tentang apa yang sudah berlangsung&lt;br /&gt;dengan baik sesuai dengan rencana dan apa yang masih perlu diperbaiki. Selanjutnya perlu juga dipikirkan apa yang harus dilakukan kelompok lesson study. Pertanyaanpertanyaan berikut dapat digunakan untuk membantu guru dalam melakukan refleksi.&lt;br /&gt;(a) Apakah yang berguna atau bernilai tentang lesson study yang dikerjakan bersama?&lt;br /&gt;(b) Apakah lesson study membimbing guru untuk berpikir dengan cara baru tentang praktek pembelajaran sehari-hari?&lt;br /&gt;(c) Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan guru tentang mata pelajaran serta pengetahuan tentang belajar dan perkembangan siswa?&lt;br /&gt;(d) Apakah lesson study menarik bagi semua guru? &lt;br /&gt;(e) Apakah guru berkeja sama secara produktif dan sportif? &lt;br /&gt;(f)  Sudahkan guru membuat kemajuan terhadap tujuan lesson study secara&lt;br /&gt;menyeluruh? &lt;br /&gt;(g) Apakah semua anggota kelompok sudah merasa terlibat dan berguna? &lt;br /&gt;(h) Apakah pihak yang bukan peserta merasa mendapat informasi dan terundang&lt;br /&gt;dalam kegiatan lesson study?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Lewis, C. 2002. Lesson study: A handbook of teacher-led instructional change. Philadelphia: Research for Better Schools.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santyasa.2009. Implementasi Lesson Study Dalam Pembelajaran.Makalah: Disajikan dalam ”Seminar Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran bagi GuruGuru TK, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Nusa Penida,&lt;br /&gt;Tanggal 24 Januari 2009, di Nusa Penida&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-2002542383248537859?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/2002542383248537859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/lesson-study-2.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2002542383248537859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2002542383248537859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/10/lesson-study-2.html' title='Lesson Study 2'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-6501521569991423814</id><published>2010-08-10T15:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T16:31:19.377-07:00</updated><title type='text'>FADHILAH SHOLAT TARAWIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TGHg0SdhNUI/AAAAAAAAAHc/ijBHyBZSTO0/s1600/CIMG1799.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TGHg0SdhNUI/AAAAAAAAAHc/ijBHyBZSTO0/s320/CIMG1799.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503927408536925506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali Abi Talib RA meriwayatkan sebuah Hadits (yang panjang) daripada Rasulullah SAW, yaitu jawaban baginda ketika ditanya oleh para sahabat mengenai fadhilah (kelebihan) Sholat Tarawih pada setiap malam di bulan Ramadhan. Baginda bersabda bahwa:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Barang Siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama ( 1 Ramadhan ), Allah Swt . akan mengampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 2, allah swt Akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 3, Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 4 , maka pahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab taurat,kitab jabur,kitab injil, dan Kitab Alqur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 5, Allah akan memberikan pahala seperti orang yang sholat dimasjidil haram dan masjidil aqso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 6 , allah akan memberikan pahala seperti orang yang thowaf di baitul ma’mur dan Allah akan mengampuni dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 7, allah akan memberikan pertolongan seperti pertolongan allah kepada nabi musa A.S dari fir’aun dan Hamman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 8 , allah akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim As&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 9, Allah akan memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 10, Allah akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 11, maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 12, maka ia datang pada hari kiamat dan wajahnya seperti bulan purnama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 13, maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 14, malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat tarawih. Maka allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 15, malaikat rohmat , Arsy, dan kursy akan membaca shalawat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 16, Allah akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 17. Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 18, Malaikat akan memanggilnya : “Wahai Hamba Allah, sesungguhnya Allah Ridho pada engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 19, Allah akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 20, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 21, Allah akan membangun Rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 22, ia akan datang pada hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 23, Allah akan membangun sebuah kota disurga untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 24, Allah akan mengabulkan dari 24 Doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 25, Allah akan mengangkat baginya dari siksa kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 26, Allahk akan mengangkat pahalanya selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 27, ia akan berjalan di jembatan shirothol mustaqim bagai kilat yang menyambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 28, Allah akan mengangkatnya 1000 (Seribu) derajat didalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 29, Allah akan mengabulkan 1000 (Seribu) Hajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 30, Allah berfirman, “Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga dan mandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar” kemudian Allah Berfirman : “ aku tuhanmu dan engkau hambaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kitab Durothun Nasihin, karangan Ustman Bin Hasan Bin Ahmad Sukr al-kh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-6501521569991423814?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/6501521569991423814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/08/fadhilah-sholat-tarawih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6501521569991423814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6501521569991423814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/08/fadhilah-sholat-tarawih.html' title='FADHILAH SHOLAT TARAWIH'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TGHg0SdhNUI/AAAAAAAAAHc/ijBHyBZSTO0/s72-c/CIMG1799.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-7159341079636061580</id><published>2010-05-20T22:00:00.001-07:00</published><updated>2010-06-11T21:04:24.462-07:00</updated><title type='text'>KEDASYATAN EFEK SENYUM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TBMFyBU5KmI/AAAAAAAAAHU/fXpsQXwGHEo/s1600/CIMG1769.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TBMFyBU5KmI/AAAAAAAAAHU/fXpsQXwGHEo/s320/CIMG1769.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481731528347691618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika online, Rabu 19 Mei 2010&lt;br /&gt;Oleh Wiyanto Suud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, "Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, "Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah." (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi). Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, "Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW." (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sering berpikir bahwa sedekah itu berkaitan erat dengan harta benda seperti pemberian uang, pakaian, atau apa pun yang bisa langsung dinikmati penerima dalam bentuk materi. Hal itu juga mungkin yang ada dalam pikiran para sahabat Rasulullah SAW, sehingga mereka sangat gelisah kemudian mempertanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak semestinya seorang Muslim membiarkan satu hari pun berlalu tanpa dirinya terlibat dalam kegiatan bersedekah. Jika kita punya wawasan sempit mengenai pengertian bersedekah, tentulah hal itu menjadi mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keistimewaan sedekah adalah menolak bala (musibah). Dari Sayyid Ali Ar-Ridha, dari Sayyid Ja'far Ash-Shadiq, dari Sayyid Ali Zainal Abidin, dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhum, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu dapat menghindarkan diri dari kematian yang tidak baik, menjaga diri dari tujuh puluh macam bencana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim RA dalam bukunya al-Wabil ash-Shayyib berkata, "Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana, walaupun pelakunya orang yang Fajir (pendosa), zalim, atau bahkan orang kafir."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-7159341079636061580?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/7159341079636061580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/05/kedasyatan-efek-senyum_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7159341079636061580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7159341079636061580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/05/kedasyatan-efek-senyum_20.html' title='KEDASYATAN EFEK SENYUM'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/TBMFyBU5KmI/AAAAAAAAAHU/fXpsQXwGHEo/s72-c/CIMG1769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5588197078012557423</id><published>2010-04-21T03:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T03:27:16.229-07:00</updated><title type='text'>MOTIVASI</title><content type='html'>Setiap individu dalam melakukan aktivitasnya selalu mempunyai dasar dan tujuan yang berbeda. Setiap orang (karyawan) mempunyai kebutuhan yang berbeda yang dapat menimbulkan dorongan atau motivasi untuk bisa bekerja bahkan untuk bekerja lebih baik lagi atau lebih serius. Karena perbedaan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, maka setiap orang juga memiliki alasan yang berbeda mengaa dia harus bekerja.&lt;br /&gt;Meskipun secara jelas dapat dilihat dan dirasakan bahwa peranan motivasi sangat penting, namun motivasi dapat ditafsirkan dan diartikan berbeda oleh setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihara perilaku manusia. Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer karena menurut definisi, manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Manajer perlu memahami orang yang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi (Handoko, 1998:251).   &lt;br /&gt;Dari pengertian motivasi tersebut, dapat diketahui bahwa motivasi penting artinya bagi individu (karyawan) dan perusahaan. Hal ini harus diketahui, karena di dalam manajemen yang baik harus terjadi adanya kerjasama antar individu atau bagian agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai, sedangkan tiap individu memiliki tujuan sendiri-sendiri yang mungkin berlainan atau tak seiring dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, harus selalu diciptakan usaha-usaha guna mendorong karyawan atau individu yang terlibat, untuk selalu bersedia bekerja sama sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai. Disinilah letak perpaduan antara motivasi sebagai individu dan sebagai karyawan, sehingga karyawan tersebut bisa lebih memaksimalkan kemampuan dalam bekerja dan dapat menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan.   &lt;br /&gt;Chung and Meggison dalam Islamy (1995) menyebutkan bahwa motivasi terdiri dari tiga unsur, yaitu motivational inputs, motivational decision,dan motivational outcomes. Motivational inputs (masukan motivasi) terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan Pegawai (Employee Needs): kebutuhan eksistensi (biologis dan keamanan), kebutuhan relasi (pengaruh, kasih sayang, persahabatan) dan kebutuhan prestasi (aktualisasi diri, pertumbuhan, dan perkembangan).&lt;br /&gt;2. Insentif Organisasi (Organizational Incentives). Bahwa organisasi menyediakan penghargaan untuk pemuas kebutuhan pegawai, misalnya gaji, kesejahteraan, lingkungan kerja, hadiah interaktif, teman kerja, penghargaan, pengakuan, hadiah, atau penghargaan intrinsik seperti penyelesaian tugas, tantangan, dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;3. Hasil Persepsi (Percepual Outcomes). Bahwa pegawai memiliki aneka persepsi atau anggapan tentang nilai hadiah, adanya hubungan antara kinerja dan hadiah, kemungkinan pegawai mencapai hasil dari usaha-usahanya dalam bentuk kinerja dan lain-lain. Hanya persepsi yang positif yang akan mengarah pada motivasi yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi&lt;br /&gt;A. Karakteristik Individu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Individu adalah subyek organisasi yang memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dan pengalamannya. Ciri-ciri itu membedakannya dari individu yang lain.&lt;br /&gt;Dalam konsep motivasi yang dikemukakan oleh Lyman Porter and Raymond Mills dalam Stoner and Freeman bahwa karakteristik individu mencakup minat, sikap terhadap diri sendiri dan pekerjaan, serta kebutuhan yang dibawa seseorang dalam situasi kerja.&lt;br /&gt;a. Minat&lt;br /&gt;Menurut kamus besar bahasa indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan, menyukai atau menyenangi. Selain itu minat adalah kecenderungan pegawai atau karyawan terkonsentrasi dalam satuan pengalaman atau aktivitas dan kecenderungan untuk mau mengembangkannya atau dengan kata lain sikap yang membuat seseorang merasa senang atas suatu obyek atau situasi.&lt;br /&gt;Minat adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik atau senang terhadap suatu pekerjaan atau tugas-tugas jabatan (Materi Diklat Pegawai Kantor Perhutani Unit II Surabaya, 1996:44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sikap&lt;br /&gt;Sikap adalah pernyataan evaluatif baik yang menguntungkan atau tidak menguntungkan mengenai obyek, orang, atau peristiwa (Robbins, 1996:169).&lt;br /&gt;Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai sesuatu. Terdapat tiga komponen dari suatu sikap, yaitu komponen kognitif merupakan pengertian pendapat atau keyakinan dari suatu sikap atau dengan kata lain merupakan suatu pernyataan nilai, komponen efektif merupakan segmen emosional atau perasaan dari suatu sikap, dan yang terakhir adalah komponen perilaku dari suatu sikap yang merujuk ke suatu maksud untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.&lt;br /&gt;c. Kebutuhan yang dibawa seseorang dalam situasi kerja&lt;br /&gt;Kebutuhan menurut Robbins (1996:198) merupakan keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik Sedangkan Gibson (1996:186) menyebutkan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kekurangan tersebut mungkin bersifat psikologis ataupun fisiologis. Masing-masing kebutuhan dipandang sebagai penggerak perilaku, dimaksudkan bila kebutuhan akibat kekurangan kebutuhan muncul, maka individu akan lebih peka terhadap usaha motivasi yang dilakukan oleh pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Karakteristik Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Karakteristik pekerjaan adalah segala aspek dari suatu pekerjaan yang menjelaskan sifat-sifat umum yang dicerminkan dalam persepsi oleh yang mengerjakannya (Swasto, 1997:27).&lt;br /&gt;Dengan mengutip pendapat Hackman dan Oldham, Sujak dalam Ermayanti (2001) mengungkapkan bahwa dalam pekerjaan perlu memperhatikan lima karakteristik pekerjaan. Karakteristik itu akan berpengaruh pada empat karakteristik personal sehingga dapat memperluas kebutuhan pegawai yang tumbuh terus, untuk mempelajari pekerjaan baru dan yang terakhir dapat meningkatkan produktivitas kerjanya. Karakteristik pekerjaan yang dimaksud adalah variasi, kecakapan, indentitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan balikan. &lt;br /&gt;a. Variasi Tugas Karyawan  &lt;br /&gt;Merupakan macam-macam tugas yang dibebankan kepada karyawan, keberagaman atau variasi tugas yang dibebankan bertujuan untuk mengurangi kejenuhan pada karyawan sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi prestasi yang dihasilkan.&lt;br /&gt;b. Jumlah Tanggung Jawab&lt;br /&gt;Jumlah tanggung jawab yang dibebankan pada karyawan adalah pandangan karyawan terhadap tugas yang dibebankan, yang harus mereka selesaikan, dimana jumlah tanggung jawab ini harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.&lt;br /&gt;c. Imbalan yang Diterima&lt;br /&gt;Imbalan yang diterima merupakan kompensasi ekstrinsik yang diberikan pada karyawan atas tenaga dan pikiran yang telah mereka curahkan pada pekerjaan. Walaupun imbalan yang diterima bukan satu-satunya tujuan bagi sebagian besar pekerja akan tetapi kesesuaian antara besar imbalan yang diterima dengan pekerjaan yang dibebankan, sedikit banyak akan sangat berpengaruh terhadap motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja.&lt;br /&gt;d. Tingkat Otonomi&lt;br /&gt;Otonomi merupakan suatu tingkat dalam pekerjaan yang memberikan pekerja kebebasan, kemandirian dan kebijaksanaan penjadwalan pekerjaan, dan menentukan pekerjaan yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Dengan otonomi berarti seorang pegawai memperoleh kebebasan atau wewenang mengatur jadwal kerja, menetapkan prosedur penyelesaian pekerjaan dan arena keterlibatan kerja yang tinggi itu, maka tumbuhlah rasa tanggung jawab terhadap hasil kerjanya.&lt;br /&gt;e. Umpan Balik Prestasi&lt;br /&gt;Adalah lingkup dimana seorang individu menerima informasi yang langsung dan jelas mengenai seberapa efektif ia melaksanakan pekerjaan. Umpan balik prestasi ini tercermin dari kompensasi instrinsik yang diterima karyawan.&lt;br /&gt;f. Tingkat Kepuasan Kerja&lt;br /&gt;Merupakan perasaan yang timbul dari dalam diri karyawan mengenai pekerjaan yang selama ini mereka lakukan, apakah sesuai dengan keinginan dan pandangan mereka tentang tugas dari jabatan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Karakteristik Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan variabel-variabel suatu kondisi kerja yang akan mempengaruhi motivasi kerja dari individu yang bekerja di dalam lingkungan kerjanya. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan karakteristik situasi kerja antara lain adalah:&lt;br /&gt;a. Lingkungan kerja terdekat&lt;br /&gt;Faktor lingkungan kerja terdekat dari karyawan sangat berpengaruh terhadap motivasi individu pekerja. Lingkungan kerja terdekat ini terdiri dari rekan sekerja dan pimpinan karyawan tersebut.&lt;br /&gt;b. Tindakan Organisasi&lt;br /&gt;Tindakan organisasi ini berkaitan dengan siatem imbalan dan budaya dalam organisasi. Sistem imbalan atau balas jasa merupakan perpaduan tindakan yang dilakukan perusahaan, dimana pada umumnya mempunyai dampak yang sangat besar terhadap motivasi karyawan, seperti kenaikan gaji, bonus, dan insentif lainnya.&lt;br /&gt;Budaya organisasi merupakan nilai, norma, keyakinan yang dimiliki bersama dan dipatuhi bersama yang diciptakan bersama dalam suatu organisasi. Hal ini dapat meningkatkan kinerja karyawan karena karyawan merasa cocok atau senang dengan kultur atau budaya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5588197078012557423?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5588197078012557423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/motivasi_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5588197078012557423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5588197078012557423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/motivasi_21.html' title='MOTIVASI'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-1502717901688117377</id><published>2010-04-11T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T04:48:41.157-07:00</updated><title type='text'>TEKNOLOGI INFORMASI</title><content type='html'>Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang digunakan untuk memproses dan menyimpan data termasuk penggunaan teknologi komunikasi untuk transmisi data (Besterfield, 2003). Menurut Besterfield  (2003), terdapat tiga level dalam teknologi informasi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Data, yang berbentuk alfa numerik dan dapat dipindahkan tanpa memperhatikan artinya.&lt;br /&gt;2. Informasi, adalah susunan data tertentu yang membentuk pola dan memiliki arti dalam pikiran seseorang. Informasi berada dalam persepsi manusia.&lt;br /&gt;3. Pengetahuan, adalah nilai tambah pada pikiran manusia, yang berasal dari persepsi dan manipulasi ilmiah informasi sehingga menjadi dasar tindakan yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A.Internet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Internet adalah jaringan komputer seluruh dunia. Internet mulai ada tahun 1969 sebagai alat untuk menukar data antara universitas-universitas dengan militer Amerika Serikat. Di tahun 1991, National Science Foundation, yang bertanggung jawab atas internet, menghilangkan larangan penggunaan komersial internet. Di tahun 1994, web browser komersial pertama, Netscape Navigator, diluncurkan. Sejak saat itu, jumlah komputer yang terhubung ke internet telah bertambah secara eksponensial. Tidak ada kelompok tertentu yang bertanggung jawab terhadap internet. Seseorang dengan komputer yang terhubung dengan internet memiliki kemampuan untuk memberi akses pada pengguna internet lain ke data yang disimpan dalam komputernya jika diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Intranet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam organisasi, local-area network (LAN) mampu memberikan data bagi penggunanya dengan cara menyimpan sejumlah besar transaksi data pada komputer sentral dan pada saat yang sama menghubungkannya dengan personal computer (PC). LAN melayani sharing data seperti e-mail, transaksi, pengambilan keputusan dan pencarian, kalender, penjadwalan, teamwork dan authorship, dan akses ke internet. Data terbaru disimpan dalam komputer sentral, dan individu-individu tertentu yang memiliki hak untuk mengaksesnya. Pesan-pesan yang dikirim melalui e-mail menyediakan informasi secara efisien pada para rekan kerja. Para karyawan dapat menggunakan ruang chat untuk memberikan saran, pertanyaan, dan komentar. Untuk memperbaiki penjadwalan, jaringan dihubungkan dengan jadwal karyawan untuk menjamin setiap karyawan dapat hadir pada pertemuan di hari dan jam tertentu. Groupware, sebuah program perangkat lunak, menggunakan jaringan untuk share data untuk teamwork dan authorship.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Instant Messaging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Organisasi menyadari bahwa e-mail seringkali terhalang jaringan komputer dan cukup menghabiskan waktu karyawan. Karyawan IBM lebih banyak menggunakan instant messaging dibanding e-mail karena instant messaging lebih cepat. Instant messaging juga menghindarkan frustasi karena penggunanya dapat meletakkan nama koleganya dalam “daftar teman” dan segera mengetahui saat koleganya dapat dihubungi online, dan tidak seperti e-mail yang dapat terabaikan selama berjam-jam, instant messaging muncul pada layar monitor penerimanya. Sebagian besar organisasi melakukan pengkodean dalam menggunakan instant messaging untuk keamanan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Konferensi video&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konferensi video (video conferencing) adalah suatu teknik yang memungkinkan seseorang di lokasi yang jauh dapat berpartisipasi yang suatu konferensi di tempat lain yang para peserta konferensi tidak hanya saling dengar tetapi juga saling lihat. Konferensi video memungkinkan lebih banyak karyawan berpartisipasi dalam pertemuan yang sebelumnya terbatas untuk orang-orang tertentu saja. Dokumen, foto dan grafik dapat digunakan untuk menyampaikan konsep yang sulit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setting standar konferensi video terdiri atas sebuah ruangan yang dilengkapi dengan meja, kursi, dua layar monitor besar, kamera, dan koneksi jaringan. Mayoritas konsumen menggunakan sirkuit digital seperti DSL (Digital Line Subscriber). Biaya peralatan dan jasa pelayanan digital telah mengalami penurunan. Organisasi menggunakan konferensi video untuk menghemat biaya perjalanan dan waktu partisipan. &lt;br /&gt; Kelemahan dari sistem konferensi video adalah orang sering lupa bahwa konferensi video membutuhkan waktu lebih lama untuk berkomunikasi dibanding dengan pertemuan tatap muka. Konferensi video memperlambat spontanitas yang mungkin dialami ketika semua partisipan berada dalam satu ruangan. Para partisipan perlu bekerja lebih keras agar konferensi yang dilakukan berhasil.&lt;br /&gt; Banyak perusahaan menggunakan teknik yang memungkinkan siaran satu-ke-banyak untuk komunikasi internal dengan karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Virtual Teaming&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Virtual teaming dapat didefinisikan sebagai sekelompok individu yang sangat tergantung dengan teknik-teknik elektronik untuk secara bersama-sama menyelesaikan sebuah proyek, tanpa memperhatikan perbedaan letak geografis, zona waktu, atau batasan organisasi. Piranti lunak yang dikenal dengan nama groupware digunakan untuk membantu tim-tim berkomunikasi di dunia maya. Virtual team menggunakan kombinasi internet, e-mail, instant messaging, sambungan PC-ke-PC, layar komputer yang di-share, dan database yang saling terhubung. Para anggotanya biasanya diberi sebuah situs web tertentu untuk mengirimkan kemajuan yang telah terjadi, grafik, laporan pertemuan, statistik, agenda pertemuan, dan dokumen lain yang akan di-share. Anggota tim juga bergantung pada telepon, faksimili dan teleconference.&lt;br /&gt; Virtual team mengurangi biaya dengan mempekerjakan anggotanya tanpa membayar biaya-biaya relokasi.  Anggota, spesialis, dan konsultan dapat dipekerjakan dengan cepat dan tidak mahal, ditambahkan pada tim sesuai dengan kebutuhan. Organisasi-organisasi besar dapat meletakkan orang-orang terbaik yang dimiliki pada proyek tertentu tanpa memperhatikan lokasinya. &lt;br /&gt;Memulai organisasi virtual hampir sama dengan memulai organisasi tradisional. Satu perbedaan penting adalah anggota organisasi tidak bertatap muka. Situasi ini dapat diatasi dengan menggunakan konferensi video pada saat dimulai dan selama dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. E-Commerce&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penghubungan segala jenis mesin dan komputer dengan telekomunikasi telah merubah jenis tugas yang dilakukan, pelaku tugas, dan tempat pelaksanaan tugas. Proses-proses dapat melintasi berbagai organisasi - dari pemasok ke pelanggan - dan masih dapat dikelola dengan efekif. Rantai nilai telah direkayasa kembali, karyawan terbebas dari batasan-batasan geografis, dan produk dapat dibuat di seluruh dunia. Proses-proses tidak dimulai dan diakhiri di dalam suatu fasilitas, tim, atau organisasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;G. Business-to-business&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi e-commerce antar bisnis telah ada sejak tahun 1980an. Aplikasi business-to-business (B2B) ini merupakan sistem hak milik menggunakan jaringan pribadi, tetapi sistem ini tidak memungkinkan secara ekonomis bagi usaha kecil.&lt;br /&gt; E-commerce business-to-business melalui internet diharapkan dapat tumbuh dengan cepat karena (1) biaya masuk dan biaya operasional rendah, (2) jangkauan global dengan sejumlah besar rekan dagang, dan (3) manfaat yang diperoleh dari waktu siklus yang berkurang, penghematan biaya produk, dan koordinasi B2B yang lebih baik. Perantara B2B online menjadi tuan rumah yang berisi pembeli-pembeli dan penjual-penjual yang relevan. Penjual yang terdaftar memberikan deskripsi kategori produk, lokasi, kuantitas, harga, metode pembayaran, dan tanggal pengiriman; pembeli yang terdaftar mengajukan penawaran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H. Business-to-Consumer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Business-to-consumer adalah transmisi elektronik transaksi pembeli-penjual dan informasi yang berhubungan antara pelanggan akhir individu (individual end user) dan satu atau lebih bisnis. Pembeli memperoleh manfaat dari kemudahan akses informasi produk, agen yang membantu menemukan barang yang diinginkan dan membandingkan harga, penjualan dan pelayanan 24 jam sehari 7 hari seminggu dimanapun juga, dan distribusi online produk dan jasa. Penjual mendapat manfaat dari biaya yang lebih rendah, jangkauan global, saluran pemasaran dan kemungkinan riset pasar multimedia, saluran pendukung pelanggan dan penjualan 24 jam sehari 7 hari seminggu, dan saluran distribusi produk dan jasa.&lt;br /&gt; Sistem business-to-consumer memungkinkan perusahaan untuk bersaing pada biaya dan diferensiasi. Contoh perusahaan yang mampu bersaing dalam biaya dan diferensiasi adalah Dell Computer Corporation. Perusahaan ini dapat memenuhi spesifikasi komputer yang diinginkan pelanggan pada jumlah dan waktu yang diinginkan pelanggan. Strategi pemasaran langsung ini memberikan nilai lebih pada pangsa pasar yang ditarget dan meningkatkan efisiensi pelayanan pelanggan dan penjualan perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E-commerce B2C dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pengecer barang, pengecer jasa, dan perantara pengecer. Amazon.com adalah pengecer produk terkemuka, yang memulai bisnisnya dengan menjual buku dan musik, tetapi akhirnya berkembang ke produk konsumen lainnya. Keberhasilannya memaksa pengecer buku lain untuk memperluas operasinya hingga internet.&lt;br /&gt;Organisasi yang menyediakan jasa juga merupakan pengguna awal B2C. Salah satu pionir pertama adaah E Trade untuk industri pelayanan perdagangan. Industri jasa lain yang secara ekstensif menggunakan internet adalah industri perumahan dan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Rujukan&lt;br /&gt;Besterfield, Dale H. 2003. Total Quality Management. Third Edition. Pearson Education International. New Jersey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bharadwaj, Anandhi S., Sundar G. Bharadwaj and Benn R. Kensynski. 1999. Information Technology Effect on Firm Performance As Measured by Tobin’s Q. Abstracts Management Science volume 45 Issue 7: 1008-1024&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brysijolfsson, Erik. and Lorin M. Hitt. 2000. Beyond Computation: Information Technology, Organizational Tranformation an Business Performance. Journal of Economics Perspectives, Volume 14 Number 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-1502717901688117377?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/1502717901688117377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/teknologi-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/1502717901688117377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/1502717901688117377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/teknologi-informasi.html' title='TEKNOLOGI INFORMASI'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-2200759434194399775</id><published>2010-04-05T15:59:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T18:08:17.208-07:00</updated><title type='text'>UTS SIM OFF P SELASA JAM 4-6 GDG. D5.203</title><content type='html'>jawaban dikirim via email: maziatul_09@yahoo.com subject: UTS SIM OFF P&lt;br /&gt;Jawaban diterima paling lambat selasa, 6 April 2010 jam 12.OO WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. a. Jelaskan mengapa perhatian terhadap informasi dalam organisasi terus meningkat?&lt;br /&gt;b. dan jelaskan mengapa informasi menjadi sumber daya utama bagi suatu organisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan mengapa sistem informasi manajemen dibuat dibuat berdasarkan sifat dan karakter manajer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jelaskan bagaimana peran SIA dan SIM dalam membantu manajer membuat keputusan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi gagalnya dalam membangun SIM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan tanggapan tentang penggunaan teknologi informasi yang berkembang di Indonesia saat ini ditinjau dari etika, budaya, kesehatan &amp; keamanan. Agar mudah membahasnya saudara ambil salah satu contoh teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jelaskan bagaimana perusahaan multinasional menggunakan teknologi informasi sebagai cara untuk mengatasi ketidakpastian lingkungan global!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan agar implementasi office automation  dapat berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-2200759434194399775?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/2200759434194399775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/uts-sim-off-p-selasa-jam-4-6-gdg-d5203.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2200759434194399775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2200759434194399775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/uts-sim-off-p-selasa-jam-4-6-gdg-d5203.html' title='UTS SIM OFF P SELASA JAM 4-6 GDG. D5.203'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5378412561668292978</id><published>2010-04-04T04:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T05:01:56.595-07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF</title><content type='html'>Kepemimpinan partisipatif didefinisikan sebagai persamaan kekuatan dan sharing dalam pemecahan masalah dengan bawahan dengan melakukan konsultasi dengan bawahan sebelum membuat keputusan (Bass (1990) dalam Zhang (2005)). Kepemimpinan partisipatif berhubungan dengan penggunaan berbagai prosedur keputusan yang memperbolehkan pengaruh orang lain mempengaruhi keputusan pemimpin. Istilah lain yang biasa digunakan untuk mengacu aspek-aspek kepemimpinan partisipatif termasuk konsultasi, pembuatan keputusan bersama, pembagian kekuasaan, desentralisasi, dan manajemen demokratis. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan partisipatif dapat dipandang sebagai suatu jenis prilaku yang berbeda, meskipun dapat digunakan bersama-sama dengan tugas khusus dan perilaku hubungan (Likert (1967), Yukl (1971) dalam Yukl (2002)). Sebagai contoh, diskusi dengan karyawan mengenai perancangan sistem waktu fleksibel secara bersamaan dapat melibatkan perencanaan jadwal kerja yang lebih baik dan menunjukkan perhatian atas kebutuhan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis partisipasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan partisipatif dapat mewakili berbagai bentuk sejumlah prosedur dapat digunakan untuk melibatkan orang lain dalam pembuatan keputusan. Sejumlah ahli teori kepemimpinan telah mengemukakakan taksonomi pengambilan keputusan  yang berbeda, dan hingga saat ini tidak ada persetujuan mengenai jumlah optimal prosedur-prosedur  keputusan atau cara terbaik mendefinisikannya (Heller &amp; Yukl (1969), Strauss (1977), Tannenbaum dan Schmidt (1958), Vroom &amp; Yetton (1973) dalam Yukl (2002)). Namun demikian, secara garis besar kebanyakan ahli teori menyatakan terdapat empat prosedur  pengambilan keputusan , yaitu:&lt;br /&gt;1. Keputusan autokratis. Manajer membuat keputusan sendiri tanpa menanyakan pendapat atau saran karyawan, dan karyawan tidak memiliki pengaruh langsung pada keputusan, atau dengan kata lain tidak ada partisipasi&lt;br /&gt;2. Konsultasi. Manajer menanyakan ide dan pendapat pada karyawan, kemudian membuar keputusan sendiri setelah dengan serius mempertimbangkan saran dan perhatian karyawan.&lt;br /&gt;3. Keputusan bersama. Manajer bertemu dengan karyawan untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi dan membuat keputusan bersama. Manajer tidak punya pengaruh lebih besar pada keputusan akhir dibanding partisipasi lain&lt;br /&gt;4. Delegasi. Manajer memberikan otoritas dan tanggung jawab untuk membuat keputusan pada seseorang atau kelompok; manajer biasanya menentukan batas pembuatan keputusan final, dan persetujuan awal tidak selalu diperlukan sebelum keputusan diimplementasikan&lt;br /&gt;Keempat prosedur keputusan dapat diletakkan sebagai satu rangkaian kesatuan, dengan range tidak ada pengaruh dari orang lain hingga pengaruh yang tinggi.  Tannenbaum dan Shmidt (1958) dalam Yukl (2002) membedakan dua jenis keputusan autokratis, pertama pemimpin hanya semata-mata mengumumkan keputusan aoutokratis (gaya “memberitahu”), dan yang pemipimpin menggunakan taktik pengaruh seperti persuasi rasional (gaya ’menjual’). Kedua penulis tersebut juga menyebutkan tiga jenis konsultasi, yaitu: &lt;br /&gt;1. Pemimpin menunjukkan sebuah keputusan yang telah dibuat sebelumnya tanpa konsultasi sebelumnya, tetapi bersedia melakukan modifikasi jika ada keberatan atau saran yang bagus.&lt;br /&gt;2. Pemimpin menunjukkan proposal sementara dan secara aktif mendorong karyawan untuk memberikan saran demi perbaikan proposal tersebut&lt;br /&gt;3. Pemimpin menyajikan sebuah masalah dan meminta karyawan untuk berpartisipasi dalam mendiagnosanya dan mengembangkan penyelesaiannya, tetapi membuat keputusan akhir sendiri&lt;br /&gt;Vroom dan Yetton (1977) dalam Yukl (2002) mengingatkan pentingnya perbedaan prosedur dan pengaruh sebenarnya. Terkadang yang terlihat sebagai partisipasi hanyalah pura-pura belaka. Misalnya seorang manajer mengumpulkan ide dan saran dari pihak lain, tetapi mengabaikannya ketika membuat keputusan sebaliknya, manajer meminta bawahannya untuk membuat keputusan, namun dilakukan sedemikian rupa sehingga bawahan takut menunjukkan inisiatif atau pendapat yang menyimpang dari pilihan yang menurut pengetahuan karyawan lebih disukai atasannya&lt;br /&gt;Prosedur keputusan merupakan keputusan deskripsi abstrak dari tipe ideal, prilaku manajer sebenarnya jarang yang benar-benar sesuai dengan deskripsi-deskripsi tersebut. Riset sebelumnya menyatakan konsultasi biasanya terjadi secara informal selama interaksi berulang dengan orang lain dibanding pada pertemuan formal yang hanya sekali saja.&lt;br /&gt;Prilaku manajer sebenarnya bisa melibatkan campuran elemen dari prosedur-prosedur keputusan yang berbeda seperti konsultasi mengenai diagnosis masalah tetapi tidak mengenai pilihan akhir dari alternatif solusi-solusi yang ada, atau mengkonsultasikan pilihan akhir atas solusi-solusi yang ditetapkan sebelumnya. Prilaku partisipatif memiliki kualitas dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Sebagai contoh, prilaku yang sebelumnya merupakan konsultasi, dapat berubah menjadi keputusan bersama ketika bawahan menyetujui pilihan atasannya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaat potensial dari partisipasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan partisipatif memberikan manfaat-manfaat potensial, tetapi keberadaan manfaat tersebut bergantung kepada partisipan, banyaknya pengaruh yang dimiliki partisipan, dan aspek-aspek lain situasi keputusan. Empat manfaat potensial termasuk kualitas keputusan yang lebih baik, penerimaan keputusan yang lebih baik oleh partisipan, kepuasan lebih tinggi dengan proses pengambilan keputusan yang ada, dan pengembangan keahlian pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;Melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan cenderung meningkatkan kualitas keputusan ketika partisipan memiliki informasi dan pengetahuan yang tidak dimiliki atasannya dan bersedia bekerja sama dalam menemukan solusi yang baik untuk masalah yang dihadapi. Kerjasama dan berbagi pengetahuan akan tergantung pada seberapa jauh partisipan mempercayai pemimpinnya dan memandang proses pengambilan keputusan yang dilakukan sah dan bermanfaat. Jika partisipan dan pemimpin mempunyai tujuan yang berbeda partisipasi akan cenderung menurunkan kualitas keputusan. Meskipun dengan kerjasama tinggi, tidak ada jaminan bahwa partisipasi akan menghasilkan keputusan yang lebih baik. Proses keputusan yang dilakukan oleh kelompok akan menentukan kemampuan anggota kelompok untuk mencapai persetujuan, dan hal itu akan menentukan seberapa jauh keputusan yang diambil mempu menggabungkan keahlian dan pengetahuan anggotanya. Ketika anggota organisasi memiliki persepsi masalah yang berbeda atau prioritas akan hasil yang berbeda, akan sulit memproleh keputusan dengan kualitas yang baik. Kelompok bisa gagal mencapai persetujuan atau menyelesaikannya dengan kompromi-kompromi yang jelek. Akhirnya, aspek-aspek lain situasi keputusan seperti tekanan waktu, jumlah partisipan, dan kebijakan-kebijakan formal, membuat beberapa bentuk partisipasi menjadi tidak praktis.&lt;br /&gt;Orang yang memiliki pengaruh yang dapat dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan cenderung berpersepsi bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan orang tersebut. Perasaan memiliki ini meningkatkan motivasi orang tersebut untuk mengimplementasikannya dengan baik. Partisipasi juga memberikan pengertian yang lebih mendalam mengenai sifat masalah keputusan dan alasan sebuah alternatif tertentu dipilih dan alternatif lainnya ditolak. Partisipan akan lebih memahami pengaruh keputusan yang diambil terhadap partisipan, yang pada akhirnya dapat mengurangi ketakutan dan kecemasan yang mungkin terjadi. Apabila hal yang tidak diinginkan terjadi, partisipan cenderung berusaha untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dari masalah yang dihadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan pada procedural justice (Earley &amp; Lind (1987), Lind &amp; Tyler (1998) dalam Yukl (2002)) menemukan bahwa kesempatan menyatakan pendapat dan pilihan sebelum keputusan dibuat dapat memiliki pengaruh yang menguntungkan tanpa memandang besarnya pengaruh pendapat tersebut terhadap hasil akhir. Manusia cenderung merasa diperlakukan dengan hormat apabila diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat dan pilihan mengenai keputusan yang akan mempengaruhinya, dan manusia tersebut akan menjadi lebih puas dengan proses pengambilan keputusan yang dilakukan.&lt;br /&gt;Pengalaman membantu membuat keputusan yang kompleks dapat mengembangkan keahlian dan keyakinan diri partisipan. Besarnya manfaat ini diperoleh tergantung atas besarnya keterlibatan partisipan dalam proses diagnosa sumber masalah, menghasilkan solusi yang memungkinkan, mengevaluasi solusi yang ada untuk mencari solusi terbaik, dan merencanakan cara implementasinya. Partisipan yang terlibat dalam keseluruhan proses belajar lebih banyak dibanding partisipan yang hanya memiliki kontribusi di satu aspek saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charpentier, Claes. 1998. Budgetary Participation in A Public Service Organization. Working Paper Series in Business Administration. Stockholm School of Economic. Stockholm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yukl, Gary. 2002. Leadership in Organization. Fifth Edition. Prentice-Hall, Inc. New Jersey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang, Suting, Jerry Fjermestad, and Narilyn Tremaine. 2005. Leadership Styles in Virtual Team Context: Limitations, Solution dan Proporsitions. Proceedings of the 38 th Hawai International Conference on system sciences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5378412561668292978?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5378412561668292978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/kepemimpinan-partisipatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5378412561668292978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5378412561668292978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/kepemimpinan-partisipatif.html' title='KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-906157611491531333</id><published>2010-04-02T17:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T18:13:22.948-07:00</updated><title type='text'>IKLIM ORGANISASI (Organization Climate)</title><content type='html'>Iklim organisasi sebagai suatu sistem sosial dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal meliputi desain pekerjaan, aplikasi teknologi, kultur organisasi, praktek-praktek manajerial, dan karakteristik organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal meliputi lingkungan sosial, ekonomi, dimana organisasi berada. Panduan lingkungan internal dan eksternal mempengaruhi aktivitas norma, sikap, dan pelaksanaan peran yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas, kepuasan, pertumbuhan organisasi (Sujak, 1990).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Litwin and Stringer dalam Sergiovanni dan Starrat (1979) mengatakan bahwa iklim organisasi (organization climate) sebagai akibat dari sistem formal, gaya kepemimpinan, dan faktor yang berhubungan dengan lingkungan penting lainnya terhadap sikap, kepercayaan, nilai-nilai dan motivasi dari manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. &lt;br /&gt;Menurut pandangan Gibson et al. (1998) iklim organisasi diartikan sebagai seperangkat sifat-sifat lingkungan kerja yang dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh pegawai dan diduga berpengaruh terhadap perilaku kerjanya.&lt;br /&gt;Iklim organisasi berhubungan dengan pola perilaku berulang yang ditunjukkan dalam lingkungan keseharian dari organisasi, sebagai pengalaman, pemahaman, dan interpretasi individu dalam organisasi (Ekvall, 2001). Hal ini mengenai persepsi seseorang yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam bekerja seperti kinerja dan tingkat produktivitas. Sedangkan menurut Handoko (1996), iklim organisasi memberikan suatu lingkungan kerja yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi orang-orang dalam organisasi dimana hal ini selanjutnya mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.&lt;br /&gt;Litwin dan Stringers (1968) memberikan dimensi iklim organisasi sebagai berikut: rasa tanggung jawab, standar atau harapan tentang kualitas pekerjaan, ganjaran atau reward, rasa persaudaraan, dan semangat tim. Sehingga iklim organisasi dapat dipelajari dengan mengobservasi jumlah otonomi secara individual, kebebasan yang dialami oleh individu, tingkat dan kejelasan struktur dan posisi yang dibebankan kepada pekerja, orientasi ganjaran dari organisasi, banyaknya dukungan serta kehangatan yang diberikan pekerja. Sedangkan Jacques (1999) menyatakan bahwa iklim organisasi adalah cara berfikir dan melakukan sesuatu yang dianut bersama oleh semua anggota organisasi (Muhammad, 2002).&lt;br /&gt;Ada enam dimensi iklim organisasi yang dapat diukur menurut Jacques (1999), yaitu:&lt;br /&gt;1. Imbalan merupakan imbalan secara langsung dari organisasi terhadap individu atas pekerjaannya maupun harapan dari individu terhadap pekerjaannya. &lt;br /&gt;2. Komitmen kelompok adalah  keadaan dimana individu bekerja sama dalam menjalankan pekerjaannya, percaya satu sama lain, dan adanya kebanggaan menjadi bagian dari kelompok.&lt;br /&gt;3. Fleksibel adalah keadaan dimana individu dapat menyelesaikan pekerjaannya tanpa merasa dibatasi peraturan dan organisasi mendukung  kreatifitasnya.&lt;br /&gt;4. Standar merupakan ukuran-ukuran yang digunakan oleh organisasi dalam menentukan kinerja individu.&lt;br /&gt;5. Kejelasan merupakan kebijakan organisasi yang berkenaan dengan maksud dan tujuan, peran, serta prosedur.  &lt;br /&gt;Berikut ini terdapat beberapa teori iklim organisasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Teori Steers (1985)&lt;br /&gt;Menyajikan hubungan antara sebagian faktor penentu iklim, hasil individu dengan efektifitas organisasi dimana faktor penentu iklim organisasi adalah kebijakan dan praktek manajemen, struktur organisasi, teknologi, dan lingkungan luar.&lt;br /&gt;2. Teori Miles&lt;br /&gt;Miles dalam Sergiovanni (1983) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh indikator untuk megetahui sehat atau kurang sehatnya iklim organisasi, yaitu: tujuan (goal focus), komunikasi (communication adequacy), optimalisasi kekuasaan (optimal power equalization), pemanfaatan sumber daya (resource utilization), kohesifitas (cohesiveness), moril (moral), inovatif (innovativeness), otonomi (autonomy), adaptasi (adaptation), pemecahan masalah (problem solving adequacy).&lt;br /&gt;3. Teori Likert (1986)&lt;br /&gt;Mengembangkan sebuah instrumen yang memuaskan pada kondisi-kondisi perilaku dan gaya-gaya manajemen yang digunakan. Karakteristik yang dicakup oleh skala Likert adalah perilaku pemimpin, motivasi, komunikasi, proses pengaruh interaksi, pengambilan keputusan, penentuan tujuan, dan kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teori Litwin &amp; Stringer (1968)&lt;br /&gt;Litwin dan Stringer dalam Koontz et al (1984) menggunakan teori tiga kebutuhan  (berprestasi, berafiliasi, dan berkuasa) dari McClelland sebagai tipe utama motivasi, ditemukan bahwa ketiga kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh iklim organisasi. Juga terdapat sembilan dimensi iklim organisasi, yaitu struktur, tanggung jawab, imbalan, resiko, keramahan, kehangatan hati, dukungan, standar, konflik, dan identifikasi.&lt;br /&gt;5. Ekvall (2001)&lt;br /&gt;Mengemukakan terdapat 9 variabel yang membentuk dimensi iklim oganisasi yaitu komitmen, kebebasan, dukungan ide, ketegangan, pengambilan resiko, momen ide, berbagi pandangan, memberi perhatian, dan perhatian pada pekerjaan.&lt;br /&gt;Dari definisi-definisi yang telah dikemukakan di atas, nampak bahwa para ahli memiliki konsep iklim organisasi yang berbeda-beda. Namun walaupun demikian, telah ada kesepakatan umum mengenai atributnya. Terdapat beberapa kesepakatan umum mengenai atribut-atribut iklim organisasi. Hal-hal yang disepakati menurut Tompkins (1985) dalam Arni Muhammad (2002) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Dapat diterima secara umum bahwa iklim timbul dari dan diperkuat oleh praktek organisasi yang mungkin terbatas pada aktivitas yang sistematis dan telah menjadi kebiasaan yang mendalam serta penting bagi organisasi atau anggotanya.&lt;br /&gt;2. Beberapa peneliti menduga bahwa suatu set dimensi atau pernyataan yang deskriptif dapat digunakan untuk mencirikan iklim dari sistem. Sistem dari iklim organisasi terdiri atas: iklim keselamatan, iklim pelayanan pelanggan, dan lain-lain.Sistem dari iklim ini didasarkan pada hubungan iklim dan praktek organisasi sehingga jika praktek menghasilkan iklim, tentu ada iklim tertentu bagi setiap praktek yang berbeda dalam organisasi.&lt;br /&gt;3. Diperkirakan iklim organisasi mempengaruhi tingkah laku anggota organisasi.&lt;br /&gt;4. Iklim juga memiliki pertalian dengan budaya organisasi karena iklim merupakan suatu bentuk dari organisasi yang bersifat empiris bagi budaya organisasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-906157611491531333?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/906157611491531333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/iklim-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/906157611491531333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/906157611491531333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/04/iklim-organisasi.html' title='IKLIM ORGANISASI (Organization Climate)'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-2602194496952397332</id><published>2010-03-28T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T20:33:42.016-07:00</updated><title type='text'>AMBIGUITAS PERAN (Role Ambiguity)</title><content type='html'>Ambiguitas peran menurut Luthans (2001:473) terjadi ketika individu tidak memperoleh kejelasan mengenai tugas-tugas dari pekerjaannya atau lebih umum dikatakan “tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan“. Job description yang tidak jelas, perintah-perintah yang tidak lengkap dari atasan, dan tidak adanya pengalaman memberikan kontribusi terhadap ambiguitas peran.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Robbins (2001) menyatakan bahwa ambiguitas peran muncul ketika peran yang diharapkan (role expectation) tidak secara jelas dimengerti  dan seseorang tidak yakin pada apa yang dia lakukan.&lt;br /&gt; Menurut Kreitner (2004), “Role ambiguity is others’ expectations are unknown”. Ambiguitas peran  terjadi ketika seseorang tidak mengetahui akan harapan pada peran mereka.&lt;br /&gt; Yousef (2002), Mendeskripsikan ambiguitas peran sebagai situasi dimana individu tidak memiliki arah yang jelas mengenai harapan akan perannya dalam organisasi.&lt;br /&gt; Kemudian Lapopolo (2002) menyebutkan bahwa ambiguitas peran muncul ketika seseorang karyawan merasa bahwa terdapat banyak sekali ketidakpastian dalam aspek-aspek peran atau keanggotaan karyawan tersebut dalam kelompok.&lt;br /&gt; Barron dan Greenberg (1990:228) mengatakan bahwa ambiguitas peran dapat terjadi ketika individu mengalami ketidakpastian mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan pekerjaannya seperti: mengenai lingkup tanggung jawabnya, apa yang diharapkan darinya, dan bagaimana mengerjakan pekerjaan yang beragam. Ambiguitas sering tidak disukai dan cukup mengakibatkan tekanan bagi banyak orang akan tetapi hal ini seringkali pula tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt; Ambiguitas atau kekaburan peran adalah suatu kesenjangan antara jumlah informasi yang dimiliki seseorang dengan yang dibutuhkannya untuk dapat melaksanakan perannya dengan tepat. Sebagaimana diungkapkan berikut;&lt;br /&gt;Role ambiguity is the deegre to whict clear information is lacking regarding the expectations associated with a role, methods for fulfilling known role expectation, or the consequences of role performance. In the other words, role ambiguity is the discrepancy between the amount of information people have and he amount they need in order to perform their role adequately. (Brief et.al dalam Nimran,2004:100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seseorang dapat dikatakan berada dalam kekaburan peran apabila ia menunjukkan ciri-ciri antara lain sebagai berikut (Nimran, 2004:101):&lt;br /&gt;a. Tidak jelas benar apa tujuan peran yang dia mainkan&lt;br /&gt;b. Tidak jelas kepada siapa ia bertanggung jawab dan siapa yang melapor kepadanya&lt;br /&gt;c. Tidak cukup wewenang untuk melaksanakan tanggung jawabnya&lt;br /&gt;d. Tidak sepenuhnya mengerti apa yang diharapkan dari padanya&lt;br /&gt;e. Tidak memahami benar peranan dari pada pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Mondy, Sharplin, dan Premeaux (1990:491-492) menyarankan supaya pemegang peran mengetahui 6 (enam) tipe dasar informasi , sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya ambiguitas peran yaitu:&lt;br /&gt;1. Pemegang peran harus tahu apa yang diharapkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;2. Pemegang peran harus tahu aktivitas yang seharusnya mereka lakukan dan hubungan interpersonal yang harus mereka tunjukkan untuk memenuhi harapan orang lain.&lt;br /&gt;3. Pemegang peran harus mengetahui konsekuensi dari pelaksanaan aktivitas atau interaksi dengan orang lain dalam hal teretentu.&lt;br /&gt;4. Pemegang peran harus mengetahui macam-macam tingkah laku atau sikap yang akan diterima baik sebagai imbalan maupun hukuman.&lt;br /&gt;5. Pemegang peran harus menemukan tipe-tipe dari imbalan dan hukuman yang akan diberikan dan mengukur kemungkinan mereka (karyawan) menerimanya.&lt;br /&gt;6. Pemegang peran harus mengetahui tingkah laku atau sikap yang akan memuaskan atau mengecewakan kebutuhan individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baron, Robert. Jerald A.Greenberg,. 1990. Behavior in Organizations: Understanding and Managing the Human Side of Work. Third Editions. USA: Allyn and Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreitner, R., A Kinicki. 2004. Organizational Behavior. Sixth Edition. USA: Mc. Graw Hill Companies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapopolo, R. B. 2002. The Relationship of Role related Variables to Job Satisfaction and Commitment to The Organization in Restructured Hospital Environment. Physical Therapy, Vol. 82, No. 10, pp.984-999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luthans, Fred. 2001. Organizational Behavior. Ninth edition. New York: McGraw Hill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mondy, R.W., A.Sharplin, Shane. R. Premeaux. 1990. Management and Organizational Behavior. USA: Allyn and Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nimran, Umar. 1997. Perilaku Organisasi. Surabaya: CV Citra Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robbins, Stephen P. 2001. Perilaku Organisasi. Jilid 1 dan 2. Terjemahan oleh Tim Indeks. 2003. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-2602194496952397332?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/2602194496952397332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/ambiguitas-peran-role-ambiguity.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2602194496952397332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/2602194496952397332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/ambiguitas-peran-role-ambiguity.html' title='AMBIGUITAS PERAN (Role Ambiguity)'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4512102369204431794</id><published>2010-03-24T18:55:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T18:58:40.522-07:00</updated><title type='text'>KONFLIK PERAN (Role conflict )</title><content type='html'>Setiap orang mempunyai harapan yang berbeda untuk aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan peran yang mereka jalankan. Perbedaan harapan ini akan mengakibatkan tekanan pada pemegang peranan untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik antara satu dengan yang lain. Hal ini dapat mengarah pada konflik peran, dimana pelaksanaan kegiatan atau kerja dengan satu tekanan dapat menyulitkan hal yang lain dengan tekanan yang menyertainya.&lt;br /&gt; Role conflict dan role ambiguity pada pekerjaan mengarah pada tingkah laku disfungsional dalam pekerjaan seperti ketidakpuasan kerja, kecenderungan untuk meninggalkan organisasi dan komitmen yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peran oleh Luthans (2001:407) didefinisikan sebagai suatu posisi yang memiliki harapan yang berkembang dari norma yang dibangun. Seorang individu seringkali memiliki peran ganda (multiple roles), karena selain sebagai karyawan perusahaan misalnya seseorang juga memiliki peran di keluarganya, di lingkungannya dan lain-lain. Peran-peran ini seringkali memunculkan konflik-konflik tuntutan dan konflik-konflik harapan. Lebih jauh Luthans mengatakan bahwa konflik peran terdiri dari 3 tipe utama:&lt;br /&gt;1. Konflik antara individu dengan perannya&lt;br /&gt;Konflik ini terjadi antara kepribadian individu dan harapan akan perannya.&lt;br /&gt;2.  Konflik Intrarole&lt;br /&gt;Konflik ini dihasilkan oleh harapan yang kontradiktif terhadap bagaimana peran tertentu harus dijalankan.&lt;br /&gt;3. Konflik Interrole&lt;br /&gt;Konflik ini dihasilkan dari persyaratan yang berbeda dari dua atau lebih peran yang harus dijalankan pada saat bersamaan.&lt;br /&gt;Sedangkan Mondy, Sharplin dan Premeaux (1990:490), mengemukakan lima tipe dari role conflict, yaitu:&lt;br /&gt;1. Intrasender Conflict, merupakan konflik yang terjadi dalam individu pemegang peran karena peran yang diterima oleh individu bertentangan atau tidak konsisten dengan harapan pemegang peran.&lt;br /&gt;2. Intersender Conflict, konflik yang terjadi ketika individu-individu pemegang peran dengan harapan yang berbeda  saling berinterkasi.&lt;br /&gt;3. Interrole Conflict. Merupakan konflik yang terjadi ketika harapan berhubungan dengan peran yang berbeda akan menimbulkan konflik.&lt;br /&gt;4. Person-role conflict. Konflik yang terjadi ketika aktivitas yang diharapkan dari pemegang peran melanggar moral dan nilai yang dimiliki individu tersebut.&lt;br /&gt;5. Role Overload. Merupakan tipe konflik peran yang lebih kompleks, terjadi ketika harapan yang dikirimkan pada pemegang peran dapat digabungkan akan tetapi kinerja mereka melampaui jumlah waktu yang tersedia bagi orang yang melaksanakan aktivitas yang diharapkan.&lt;br /&gt;Sementara itu menurut Robbins (2001:283), Peran didefinisikan sebagai seperangkat pola perilaku yang diharapkan sebagai atribut seseorang yang menduduki suatu posisi yang diberikan pada suatu unit sosial. Konflik peran didefinisikan sebagai sebuah situasi dimana individu dihadapkan pada harapan peran (role expectation) yang berbeda. Sementara role expectation sendiri adalah bagaimana orang lain yakin seseorang harus berbuat pada situasi tertentu. Konflik peran memunculkan harapan yang mungkin sulit untuk dicapai atau dipuaskan.&lt;br /&gt;Brief et. al (1980) dalam Nimran (2004:101) mendefinisikan konflik peran sebagai “the incongruity of expectation associated with a role”. Jadi konflik peran itu adalah adanya ketidakcocokan antara harapan-harapan yang berkaitan dengan suatu peran. Secara lebih spesifik Leigh et. al (1988) dalam Nimran (2004:102) menyatakan “Role conflict is the result of an employee facing the inconsistent expectations of various parties or personal needs, values, etc.”. artinya, konflik peran itu merupakan hasil dari ketidakkonsistenan harapan-harapan berbagai pihak atau persepsi adanya ketidakcocokan antara tuntutan peran dengan kebutuhan, nilai-nilai individu dan sebagainya. &lt;br /&gt;Lebih jauh Nimran (2004:102) menyatakan bahwa di antara ciri-ciri dari seseorang yang berada dalam konflik peran adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Mengerjakan hal-hal yang tidak perlu&lt;br /&gt;b. Terjepit diantara dua atau lebih kepentingan yang berbeda (atasan dan bawahan/sejawat)&lt;br /&gt;c. Mengerjakan sesuatu yang diterima oleh pihak yang satu tidak oleh pihak yang lain&lt;br /&gt;d. Menerima perintah atau permintaan yang bertentangan&lt;br /&gt;e. Mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan keadaan di mana saluran komando dalam organisasi tidak dipatuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4512102369204431794?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4512102369204431794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/konflik-peran-role-conflict.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4512102369204431794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4512102369204431794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/konflik-peran-role-conflict.html' title='KONFLIK PERAN (Role conflict )'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-8399038914852440903</id><published>2010-03-23T21:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T23:31:35.359-07:00</updated><title type='text'>Strategi Bersaing</title><content type='html'>Pokok perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya. Walaupun lingkungan yang relevan sangat luas meliputi, kekuatan-kekuatan sosial sebagaimana juga kekuatan-kekuatan ekonomi, aspek utama dari lingkungan perusahaan adalah industri atau industri-industri dalam mana perusahaan tersebut bersaing. Struktur industri mempunyai pengaruh yang kuat dalam menentukan aturan permainan persaingan selain juga strategi-strategi yang secara potensial tersedia bagi perusahaan&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porter (1980) menyebutkan bahwa suatu perusahaan akan mempunyai keunggulan bersaing apabila perusahaan itu dalam kondisi yang menguntungkan dari lima faktor persaingan pokok, yaitu masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok (suppliers), serta persaingan di antara para pesaing yang ada.&lt;br /&gt;Lima kekuatan persaingan diatas mencerminkan kenyataan bahwa persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas pada para pemain yang ada. Pelanggan, pemasok, produk pengganti, serta pendatang baru potensial semuanya merupakan "pesaing" bagi perusahaan-perusahaan dalam industri dan dapat lebih atau kurang menonjol tergantung pada situasi tertentu. Kekuatan persaingan di atas secara bersama-sama menentukan intensitas persaingan dan kemampulabaan dalam industri, dan kekuatan, atau kekuatan-kekuatan yang paling besar akan menentukan serta menjadi sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi. &lt;br /&gt;Dengan demikian analisis terhadap lima faktor penentu keberhasilan industri perlu dilakukan jika suatu perusahaan ingin bersaing dalam pasar yang kompetitif. Oleh karena itu Porter (1980) memberikan suatu strategi dalam menghadapi persaingan yang disebut sebagai Strategi Generik yang terdiri dari keunggulan biaya menyeluruh, diferensiasi dan fokus. Menerapkan salah satu diantaranya dengan berhasil menuntut sumberdaya dan keterampilan yang berbeda. Strategi generik juga membutuhkan penataan organisasi, prosedur pengendalian dan system insentif yang berbada. Untuk itu untuk mencapai sukses dalam penerapan salah satu strategi tersebut diperlukan komitmen yang tangguh.&lt;br /&gt;Porter berpendapat bahwa strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan-tindakan ofensif atau defensif guna menciptakan posisi yang aman (defendable position) terhadap kelima kekuatan persaingan yang disebutkan diatas.&lt;br /&gt;Menurut Hunger &amp; wheelen (2001), strategi bersaing sering juga disebut dengan strategi bisnis dimana berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaan dalam industri atau segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan. &lt;br /&gt;Persaingan sangat penting bagi keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Persaingan menentukan kegiatan yang perlu bagi perusahaan untuk berprestasi, seperti inovasi, budaya yang kohesif, atau implementesi yang baik. Strategi bersaing merupakan upaya mencari posisi bersaing yang menguntungkan dalam suatu industri, arena fundamental di mana persaingan belangsung. Strategi bersaing bertujuan membina posisi yang menguntungkan dan kuat dalam melawan kekuatan yang menentukan persaingan dalam industri. (Porter, 1980).&lt;br /&gt;Strategi bersaing mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk membuat suatu industri menjadi lebih baik atau kurang menarik. Pada waktu yang sama, suatu perusaahaan dapat memperbaiki atau merusak posisinya sendiri dalam industri melalui pilihan strateginya. Oleh karena itu, strategi bersaing bukan hanya merupakan tanggapan terhadap lingkungan melainkan juga upaya membentuk lingkungan tersebut sesuai dengan keinginan perusahaan. (Porter, 1980).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Kekuatan Bersaing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang di lakukan oleh Vickery et.at. (1997), mengacu pada strategi bersaing manufaktur, terdapat empat faktor kekuatan bersaing pada industri mebel antara lain, pengiriman (delivery), nilai (value), fleksibilitas (flexibility), dan inovasi (innovation). Keempat variabel tersebut dijabarkan menjadi 10 variabel manifes antara lain:&lt;br /&gt;1. Fleksibilitas Produk yaitu kemampuan untuk menangani kesulitan, permintaan yang tidak standar dan memproduksi produk dengan beragam bentuk, pilihan, ukuran / warna.&lt;br /&gt;2. Fleksibilitas Volume yaitu kemampuan untuk menyesuaikan kapasitas dengan cepat seperti menambah atau mengurangi produksi dalam rangka merespon perubahan permintaan pelanggan.&lt;br /&gt;3. Fleksibilitas Proses yaitu kemampuan untuk memproduksi produk dengan biaya yang rendah, juga perubahan produk yang bervariasi dapat dilakukan dengan mudah.&lt;br /&gt;4. Biaya Produk Rendah yaitu kemampuan untuk rneminimasi biaya produksi total.&lt;br /&gt;5. Pengenalan Produk Baru yaitu kemampuan untuk mengenalkan peningkatan/variasi produk baru secara cepat.&lt;br /&gt;6. Kecepatan Pengiriman yaitu kemampuan untuk mengurangi  waktu antara waktu order dengan waktu sampai pada konsumen&lt;br /&gt;7. Ketergantungan Pengiriman yaitu kemampuan untuk memastikan jumlah pesanan dan mengantisipasi waktu kedatangan pesanan.&lt;br /&gt;8. Kualitas (Kesesuaian) yaitu kemampuan untuk memproduksi produk dengan performansi standar.&lt;br /&gt;9. Reliabilitas Produk yaitu kemampuan untuk memaksimalkan waktu kerusakan produk.&lt;br /&gt;10. Kualitas Design / Inovasi Design yaitu kemampuan untuk menyediakan produk dengan bentuk, model dan karakteristik yang merupakan keunggulan bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Hunger, J. D. and Wheelen, T. L,. 2001. Strategic Management.1996. Fiveth Editions. Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Agung J. (penterjemah).2001. Manajemen Strategis. Andi.Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porter, M.E., 1980. Competitive Strategy. Macmillan Publishing Co., Inc., USA. Maulana Agus (penterjemah). 1980. Strategi Bersaing. Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Erlangga. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vickery, Shawnee K, Droge, Cornelia, Markland, Robert E., 1997. Dimension of Manufacturing Strength in The Furniture Industry. Journal of Operation Management . Elsevier. 15. 317-330. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-8399038914852440903?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/8399038914852440903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/strategi-bersaing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/8399038914852440903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/8399038914852440903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2010/03/strategi-bersaing.html' title='Strategi Bersaing'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-6534314735639024338</id><published>2009-08-20T10:06:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T10:29:19.085-07:00</updated><title type='text'>Wishing You a Happy &amp; Blessed Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buat Seluruh Saudara-Saudaraku Muslim di Seluruh Dunia yang Menyambut Bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama atau kata adalah identik dengan sebuah makna. Makna itu bisa dalam atau dangkal, luas atau sempit, tajam atau polesan, tergantung dari kedalaman, keluasan, atau ketajaman seseorang dalam mempersepsikan nama tersebut. Kata “Fahmu” (Paham), “Sabr” (sabar), “Ikhlas” bagi seorang ulama bernama Yusuf Al Qardawi adalah kata-kata yang syarat makna sehingga dari masing-masing kata itu lahir sebuah buku dengan bahasan yang sangat mendalam. Namun bagi seorang awam, betapa banyak kita jumpai ia salah mempersepsikan makna dari kata-kata tersebut. Dan pada akhirnya, persepsinya yang dangkal hanya melahirkan tindakan-tindakan kehidupan yang juga dangkal dan kurang bermakna. Disinilah kita melihat relevansi “amal” dengan “pemahaman” yang dimiliki seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki pemahaman yang benar, akan beramal dengan benar. Sebaliknya, mereka yang memiliki pemahaman yang dangkal, akan beramal secara dangkal pula. Tidak memiliki makna terindah bagi dirinya. Mari kita coba memahami makna Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan memahami makna-makna itu, maka kesadaran akan datangnya bulan yang agung itu kian meresap dan menggumpal dalam jiwa sehingga menimbulkan kerinduan dan kebahagiaan dalam menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan pendidikan (Syahru At Tarbiyah), karena pada bulan ini orang-orang beriman dididik untuk berlaku disiplin dengan aturan-aturan Allah SWT dan Rasul-Nya. Secara fisik, Allah mendidik untuk disiplin dalam mengatur pola makan. Secara psikis, Allah mendidik untuk berlaku sabar, jujur, menahan amarah, empati dan berbagi kepada orang lain, dan sifat-sifat luhur lainnya. Dan secara fikri, Allah mendidik agar orang-orang beriman senantiasa bertafakkur dan mengambil pelajaran-pelajaran yang bermakna bagi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan perjuangan (Syahru Al Jihad), karena untuk sukses menjalani Ramadhan dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Allah hendak mengajarkan bahwa untuk sukses dalam kehidupan pun dibutuhkan perjuangan, yaitu mengendalikan hawa nafsu agar tunduk dan patuh dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan Qur’an (Syahru Al Qur’an), karena Al Qur’an pertama kali diturunkan pada Ramadhan. Sepatutnyalah pada bulan ini, interaksi kaum muslimin dengan Al Quran menjadi sangat intens sebagaimana dicontohkan oleh generasi salaf yang mencurahkan waktu demikian banyak pada bulan Ramadhan untuk berinteraksi dengan Al Quran, baik dengan membaca, mentadabburi, dan mengamalkan kandungan-kandungan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan persaudaraan (Syahru Al Ukhuwwah). Pada bulan ini Allah mendidik kaum muslimin untuk lebih mencintai dan peduli terhadap saudara-saudaranya. Rasulullah Saw mengajarkan dengan ringan bersedekah di bulan ini, memberi makanan bagi orang yang berpuasa, menunaikan zakat, dan membuang dengki dan sifat-sifat buruk terhadap saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan ibadah (Syahru Al ‘Ibadah). Dalam bulan ini Allah membuka peluang bagi hamba-hamba-Nya untuk beribadah (mahdhoh) sebanyak-banyaknya, karena pada bulan ini pahala ibadah dibalas dengan berlipat ganda. Allah SWT mendidik kaum muslimin untuk merealisasikan misi hidup dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Target keimanan yang diharapkan adalah hamba-hamba yang selalu mengorientasikan hidup untuk beribadah, sebagaimana firman Allah: Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (Al An’aam 6:162-163).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada beberapa nama yang disematkan untuk Ramadhan. Bulan Jama’ah, bulan dakwah, bulan diturunkan Lailatul Qadar, bulan mulia, bulan suci, bulan penuh berkah, dan lain-lain. Nama-nama itu mencerminkan makna, esensi dan juga kebaikan yang teramat banyak. Bagaimana kita harus beramal di dalam bulan Ramadhan, kita bisa mengambil spirit dari nama-nama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan memasukkan sang hamba ke dalam surga-Nya. Bagaimana bisa? karena gembira menyambut ramadhan adalah cerminan iman. Semakin bahagia dan rindu seorang hamba kepada Ramadhan, semakin dalam keimanan yang dimiliki seseorang. Tentu pemahaman ini bukan untuk menghakimi dan mengukur keimanan orang lain, tetapi untuk menghakimi dan mengukur keimanan di dalam diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana  Menyambut ramadhan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menurut Mochamad Bugi (2007) ada sepuluh langkah menyambut Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa disampaikan ke bulan Ramadhan. Dan semoga kita bisa mengoptimalkan bulan Ramadhan untuk taqarrub ilallah, membersihkan hati, dan memperkuat simpul-simpul jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari tulisan&lt;br /&gt;1. Muhammad Rizqon.2009. Bahagia Menyambut Ramadhan. www.eramuslim.com&lt;br /&gt;2. Muchamad Bugi.2007. Sepuluh Langkah Menyambut Ramadhan. www.dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-6534314735639024338?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/6534314735639024338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/08/wishing-you-happy-blessed-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6534314735639024338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6534314735639024338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/08/wishing-you-happy-blessed-ramadhan.html' title='Wishing You a Happy &amp; Blessed Ramadhan'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-7357059749691475921</id><published>2009-08-17T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T10:01:40.250-07:00</updated><title type='text'>MENGEMBANGKAN KECERDASAN MULTIPEL &amp; KREATIVITAS ANAK</title><content type='html'>Disampaikan pada acara pengabdian masyarakat di Desa Pandanajeng Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, selasa tanggal 11 Agustus 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerdasan Multipel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan multipel (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;multiple intelegensia&lt;/span&gt;)adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Verbal linguistic&lt;/span&gt;, yaitu kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, pidato, diskusi, tulisan.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logical mathematical&lt;/span&gt;, adalah kemampuan menggunakan logika-matematika dalam memecahkan berbagai masalah.&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Visual spatial&lt;/span&gt;, adalah berfikir tiga dimensi&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bodily kinesthetic&lt;/span&gt;, yaitu keterampilan gerak, menari, olah raga&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Musical&lt;/span&gt;, yaitu kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi dan irama.&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Intrapersonal&lt;/span&gt;, yaitu kemapuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain.&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Naturalist,&lt;/span&gt; adalah kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang Mempengaruhi Kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan multipel dipengaruhi 2 faktor utama yang saling terkait yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;faktor keturunan (bawaan, genetik) dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus.&lt;br /&gt;Orang tua yang cerdas anaknya cenderung akan cerdas pula, jika faktor lingkungan mendukung pengembangan  kecerdasannya sejak di dalam kandungan, masa bayi dan balita. Sedangkan orang tua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi (belum tentu mereka tidak cerdas, mungkin karena tidak ada kesempatan atau hambatan ekonomi) anaknya bisa cerdas jika dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Untuk Kecerdasan&lt;br /&gt;Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan Fisik Biologis&lt;br /&gt;Kebutuhan ini terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan.&lt;br /&gt;2.Kebutuhan Emosi-kasih sayang&lt;br /&gt;Kebutuhan ini mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal. dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang&lt;br /&gt;3. Kebutuhan Stimulasi&lt;br /&gt;Kebutuhan ini meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua sistem sensorik, kognisi dan motorik. Stimulasi sejak dini dapat merangsang kecerdasan-kecerdasan lain.&lt;br /&gt;Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin di dalam kandungan karena akan saling berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Merangsang Kecerdasan Multipel&lt;br /&gt;1. Kecerdasan berbahasa verbal; ajaklah bercakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.&lt;br /&gt;2. Kecerdasan logika-matematik: latih dengan cara mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, sempoa, catur, puzzle, permainan komputer, congklak, dll.&lt;br /&gt;3. Kecerdasan visual-spatial: Kembangkan dengan cara mengamati gambar, foto, marangkai dan membongkar, menggunting, melipat, menggambar, menata rumah-rumahan, permainan komputer dll.&lt;br /&gt;4. Kecerdasan gerak tubuh: dengan melatih berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, senam, menari, olahraga permainan, dll.&lt;br /&gt;5. Kecerdasan musical: Rangsanglah dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan lat musik, mengikuti irama dan nada.&lt;br /&gt;6. Kecerdasan Emosi inter personal: melatih denga bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri dll.&lt;br /&gt;7. Kecerdasan emosi intra personal: melatih dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang cerita dll.&lt;br /&gt;8. Kecerdasan naturalist: melatih dengan menanam biji hinggga tumbuh, memelihara tanaman, dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata, mengamati langit, awan, bulan, bintang dll.&lt;br /&gt;Bila anak mempunyai potesi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus-menerus sejak kecil dengan cara menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Merangsang Kreativitas Anak&lt;br /&gt;Kreativitas anak dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orang tua yang otoriter terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas. Kreativitas anak akan berkembang jika orang tua bersikap demokratik, yaitu mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkan pendapat. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan anak bahwa pendapat orang tua paling benar, atau melecehkan pendapat anak.&lt;br /&gt;Orang tua harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, mengambil keputusan (asal tidak membahayakan). jangan mengancam atau menghukum anak jika pendapat atau perbuatannya dianggap salah, mereka umumnya belum tahu dalam tahap belajar. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berfikir, jamgan didekte atau dipaksa, biarkan mereka memperbaikinya dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;Selain itu orang tua harus mendorong kem,andirian anak, menghargai usaha-usahanya, memberikan pujian untuk hasil yang dicapai walau sekecil apapun. Jika anak kita bertanya tentang lingkungannya, apa yang didengarkan, dilihat dan dirasakan  maka orang tua harus menjawab dengan menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berfikir lebih dalam. jangan menolak atau menghentikan rasa ingin tahu anak asal tidak membahayakan dirinya atau orang lain.&lt;br /&gt;Orang tua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir dan mewujudkan gagasan dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk, mewarna yang tidak lazim, tidak logis, belum pernah ada. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan. pujian untuk mencoba suatu gagasan asalkan tidak membahakan dirinya atau orang  lain.&lt;br /&gt;Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting untuk kreativitas anak yaitu berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas, simultan.  Dengan pola asuh yang demokratik maka kreativitas anak akan berkembang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber Bacaan: Kartu Menuju Sehat. Dr. Soedjatmiko, SpA (K), M.Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-7357059749691475921?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/7357059749691475921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/08/mengembangkan-kecerdasan-multipel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7357059749691475921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7357059749691475921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/08/mengembangkan-kecerdasan-multipel.html' title='MENGEMBANGKAN KECERDASAN MULTIPEL &amp; KREATIVITAS ANAK'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-7212281671527576379</id><published>2009-07-30T21:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T18:48:26.964-07:00</updated><title type='text'>TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>A. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian Belajar Menurut Pandangan Teori Behavioristik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka responpun akan semakin kuat.&lt;br /&gt;Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement;(3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984). &lt;br /&gt;Tokoh-tokoh aliran behavioristik  di antaranya adalah Thorndike,Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh  aliran behavioristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.1 Teori Belajar Menurut Thorndike&lt;br /&gt;Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).&lt;br /&gt;Ada tiga hukum belajar yang utama, yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu  dapat memperkuat respon. &lt;br /&gt;a.2 Teori Belajar Menurut Watson&lt;br /&gt;Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. &lt;br /&gt;a.3 Teori Belajar Menurut Clark Hull&lt;br /&gt;Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.4 Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie&lt;br /&gt; Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. &lt;br /&gt; Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Siswa harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991). &lt;br /&gt;a.5 Tori Belajar Menurut Skinner&lt;br /&gt; Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus  yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuaensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengmukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;B. Analisis Tentang Teori Behavioristik&lt;br /&gt; Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang siswa dalam berperilaku. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Kemudian, bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki, dari yang sederhana sampai yang komplek (Paul, 1997)&lt;br /&gt;Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Namun dari semua teori yang ada, teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, Pembelajaran berprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement), merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner.&lt;br /&gt;Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.  Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.&lt;br /&gt;Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.&lt;br /&gt;Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik untuk tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Padahal banyak faktor yang berpengaruh yang mempengaruhi proses belajar. Jadi teori belajar tidak sesederhana yang dilukiskan teori behavioristik.&lt;br /&gt;Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi siswa untuk berpikir dan berimajinasi.&lt;br /&gt;Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie, yaitu:&lt;br /&gt;1) Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara.&lt;br /&gt;2) Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama.&lt;br /&gt;3) Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya.&lt;br /&gt;Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada, sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. Misalnya, seorang siswa perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Jika siswa tersebut masih saja melakukan kesalahan, maka hukuman harus ditambahkan. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan siswa (sehingga ia melakukan kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong siswa untuk memperbaiki kesalahannya, maka inilah yang disebut penguatan negatif. Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). Keduanya bertujuan untuk memperkuat respon. Namun bedanya adalah penguat positif menambah, sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons.&lt;br /&gt;D. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran&lt;br /&gt;Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.&lt;br /&gt;Istilah-istilah seperti hubungan stimulus respon, individu atau siswa pasif, perilaku sebagai hasil yang tampak, pembentukan perilaku (shaping) dengan penataan kondisi secara ketat, reinforcement dan hukuman, ini semua merupakan unsur-unsur yang sangat penting dalam teori behavioristik. Teori ini hingga sekarang masih merajai praktek pembelajaran di Indonesia. Hal ini tampak dengan jelas pada penyelenggaraan pembelajaran dari tingkat yang paling dini, seperti kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, bahkan sampai Perguruan Tinggi, pembentukan perilaku dengan cara drill (pembiasaan) disertai dengan reinforcement atau hukuman masih sering dilakukan.&lt;br /&gt;Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behvioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak  berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge)ke orang yang belajar atau siswa. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Siswa diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid (Degeng, 2006). &lt;br /&gt;Demikian halnya dalam proses belajar mengajar, siswa dianggap sebagai objek  pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standart-standart tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para siswa. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar siswa diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat unobservable kurang dijangkau dalam proses evaluasi.&lt;br /&gt;Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi siswa untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya siswa kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka. &lt;br /&gt;Karena teori behavioristik memandang bahwa sebagai pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka siswa atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri siswa (Degeng, 2006).&lt;br /&gt;Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. &lt;br /&gt;Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila siswa menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual (Degeng, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-7212281671527576379?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/7212281671527576379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/07/teori-belajar-behavioristik-dan.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7212281671527576379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7212281671527576379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/07/teori-belajar-behavioristik-dan.html' title='TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5682217708355451750</id><published>2009-07-04T07:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T08:19:43.563-07:00</updated><title type='text'>APAKAH KITA MENGALAMI KELELAHAN EMOSIONAL?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/Sk9xF0CvQdI/AAAAAAAAAEU/uqT35mS6QIc/s1600-h/485371293_321aec1d2d.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/Sk9xF0CvQdI/AAAAAAAAAEU/uqT35mS6QIc/s320/485371293_321aec1d2d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354622826650223058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan emosioanal merupakan satu dari tiga dimensi burnout yang diperkenalkan Maslach. Maslach (1993) dalam Sutjipto (2001) menjelaskan bahwa burnout merupakan sindrom psikologi yang terdiri dari kelelahan emosional, depersonalisasi, dan kemunduran kepribadian. Seseoarang yang bekerja berorientasi melayani orang lain dapat membentuk hubungan yang bersifat “asimetris”  antara pemberi dan penerima layanan. Seseorang yang bekerja pada bidang pelayanan, ia akan memberikan perhatian, pelayanan, bantuan, dan dukungan kepada klien, siswa atau pasien. Hubungan yang tidak seimbang tersebut dapat menimbulkan ketegangan emosional yang berujung pada terkurasnya sumber-sumber emosi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Profesi pelayanan, misalnya guru pada dasarnya merupakan suatu pekerjaan yang menghadapi tuntutan dan pelibatan emosional. Guru terkadang dihadapkan pada pengalaman negative dengan siswa sehingga menimbulkan ketegangan emosional. Situasi tersebut secara terus-menerus dan akumulatif dapat menguras sumber energi guru. Sehingga kelelahan emosional  merupakan inti dari sindrom burnout (Caputo, 1991 dalam Sutjipto, 2001).&lt;br /&gt; Menurut Pines dan Aronson (1989) kelelahan emosional, yaitu kelelahan pada individu yang berhubungan dengan perasaan pribadi yang ditandai dengan rasa tidak berdaya dan depresi. Definisi ini senada seperti yang diungkapkan oleh Maslach, 1993 dalam Sutjipto, 2001 bahwa seseorang yang mengalami kelelahan emosional ditandai dengan terkurasnya sumber-sumber emosional, misalnya perasaan frustasi, putus asa, sedih, tidak berdaya, tertekan, apatis terhadap pekerjaan dan merasa terbelenggu oleh tugas-tugas dalam pekerjaan sehingga seseorang tersebut merasa tidak mampu memberikan pelayanan secara psikologis.&lt;br /&gt; Kelelahan emosional selalu didahului oleh suatu gejala umum, yaitu timbulnya rasa cemas setiap ingin mulai bekerja, yang kemudian mengarah pada perasaan tidak berdaya menghadapi tuntutan pekerjaan. Kebiasaan ini mengubah individu menjadi frustasi atau marah pada diri sendiri (Babakus et al., 1999).&lt;br /&gt;Kelelahan emosional timbul karena seseorang bekerja terlalu intens, berdedikasi dan komitmen, bekerja terlalu banyak dan terlalu lama serta memandang kebutuhan dan keinginan mereka sebagai hal kedua. Hal tersebut menyebabkan mereka merasakan adanya tekanan-tekanan untuk memberi lebih banyak. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri mereka sendiri, dari klien/siswa yang membutuhkan, dan dari para administrator (pengawas dan sebagainya). Dengan adanya tekanan-tekanan ini maka dapat menimbulkan rasa bersalah, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk menambah energi lebih besar. Ketika realitas yang ada tidak mendukung idealisme mereka, maka mereka tetap berupaya mencapai idealisme tersebut sampai akhirnya sumber diri mereka terkuras, sehingga mengalami kelelahan atau frustasi yang disebabkan terhalangnya pencapaian harapan (Freudenberger dalam Farber, 1991).&lt;br /&gt;Suatu penelitian tentang burnout yang dilakukan oleh Sweeney dan Summers, (2002:236) terhadap guru-guru sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, sekolah lanjutan tingkat umum hingga perguruan tinggi, membuktikan adanya tingkat kelelahan emosional yang dialami guru-guru dan tenaga pendidik pada umumnya. Penelitian yang dilakukan pada bulan November-Desember 2002 di berbagai kota di Amerika Serikat menunjukkan hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Guru-guru SD dan SLTP yang mengalami:&lt;br /&gt;a) Kelelahan emosional  : 38,84%&lt;br /&gt;b) Depersonalisasi  : 20,10%&lt;br /&gt;c) Kemunduran kepribadian : 41,06%&lt;br /&gt;2) Tenaga pendidik di Sekolah Menengah Lanjutan Umum sampai Perguruan Tinggi yang mengalami:&lt;br /&gt;a) Kelelahan emosional  : 45,33%&lt;br /&gt;b) Depersonalisasi  : 13,59%&lt;br /&gt;c) Kemunduran kepribadian : 41,08%&lt;br /&gt; Berdasarkan sajian di atas jelas sekali bahwa kelelahan emosional dialami oleh semua guru dan tenaga pendidik pada umumnya. &lt;br /&gt;Berdasarkan bacan diatas maka indikator dari kelelahan emosional menurut saya adalah:&lt;br /&gt;1. Mudah marah &lt;br /&gt;2. Merasa terbelenggu&lt;br /&gt;3. Mengeluh&lt;br /&gt;4. Putus asa&lt;br /&gt;5. Sedih&lt;br /&gt;6. Tidak berdaya&lt;br /&gt;7. Tertekan&lt;br /&gt;8. Gelisah&lt;br /&gt;9. Tidak peduli&lt;br /&gt;10. Bosan&lt;br /&gt;11. Gangguan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bacaan:&lt;br /&gt;1. Babakus, Emin., David W. Cravens., Mark Johnston &amp; William C. Moncrief, 1999. The Role of Emotional Exhaustion in Sales Force Attitude and Behavior Relationships. Journal of the Academy of  Marketing Science. Volume 27 No.1, p.58-70.&lt;br /&gt;2. Boles, J.S., M.W. Johnston &amp; Joseph W. Hair,.1997. Role Stress, Work Family Conflict and Emotional Exhaustion: Inter-relationship and Effects on Some Work-related Consequences. Journal of Personal Selling &amp; Sales Management. 1: 17-28&lt;br /&gt;3. Burke, Ronald J &amp; Esther Greenglass. 1995.A Longitudinal Study Of  Psychological Burnout In Teachers . Journal Human Relations. 48: 187.&lt;br /&gt;4. Farber, Barry A. 1991. Crisis In Education: Stress in the  American Teacher. Jossey-Bass Publishers. San Francisco.&lt;br /&gt;5. Friesen, David &amp; C.M. Prokop .1988. Why Teachers Burnout . Journal Educational Research Quarterly. 12:9.&lt;br /&gt;6. Sweeney, John &amp; Scott L. Summers. 2002. The Effect of the Busy Season Workload on Public Accountants Job Burnout. Behavioral Research in Accounting.Vol. 14.&lt;br /&gt;7. Sutjipto. 2001. Apakah Anda Mengalamami Burnout. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Balitbang. Depdiknas. Jakarta. 32: 689.&lt;br /&gt;8. Zagladi, Abdul Latif. 2004. Pengaruh Kelelahan Emosioanal Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Dalam Pencapaian Komitmen Organisasional Dosen Perguruan Tinggi Swasta. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5682217708355451750?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5682217708355451750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/07/apakah-kita-mengalami-kelelahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5682217708355451750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5682217708355451750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/07/apakah-kita-mengalami-kelelahan.html' title='APAKAH KITA MENGALAMI KELELAHAN EMOSIONAL?'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/Sk9xF0CvQdI/AAAAAAAAAEU/uqT35mS6QIc/s72-c/485371293_321aec1d2d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4703520502910945433</id><published>2009-05-25T22:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T23:01:18.833-07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuFbX08emI/AAAAAAAAADs/ZnrQwyEsI4c/s1600-h/masyarakat+informasi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuFbX08emI/AAAAAAAAADs/ZnrQwyEsI4c/s320/masyarakat+informasi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340008488476899938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perguruan tinggi mempunyai dua pertanggungjawaban dalam pengembangan Masyarakat Informasi secara nyata. Pertama, harus memperkenalkan sejumlah keprofesionalan yang berkualitas untuk menghadirkan permintaan teknologi lanjut di masa yang akan datang secara jangka pendek dan mengurangi jurang lebar antara derajad akademik, kapasitas dan pengetahuan baru yang terkait pada permintaan teknologi informasi. Kedua, perguruan tingi harus menggunakan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) untuk mendorong pengajaran dan pembelajaran on-line, sebagai pelengkap pendidikan tradisional melalui cara tersendiri (Artola dan Carrera, 2003). Upaya menuju perubahan transformatif tersebut akan membentuk para revolusioner ICT menjadi pengendara penting dari perubahan pervasif ini (Roche, dkk, 2003).&lt;br /&gt;Kelanjutan dari pengembangan tersebut, paradigma baru dari ICT mulai bergeser dan berkecenderungan pada teknologi digital. Hillesund (2005) menjelaskan bahwa proses transformasi digital merupakan suatu proses evolusioner yang sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Pergeserannya pun semakin tampak mengarah pada XML (eXensible Markup Language) dan penggunaan “penerbitan digital” (digital publishing) seperti e-book, e-journal, yang mana memanfaatkan teknologi Web melalui aplikasi e-learning atau ensiklopedi digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan dan pergeseran teknologi digital tersebut, inovasi pembelajaran berbasis digital pun mulai marak dihadirkan. Inovasi pembelajaran yang dimaksud adalah M-learning (mobile learning), yakni pembelajaran bergerak (Trifonofa dan Ronchetti, 2003; Larrauri, dkk, 2003) yang dihembuskan melalui software, hardware, maupun brain/lifeware-nya.&lt;br /&gt;Seiring dengan pesatnya teknologi digital saat ini, bentuk rancangan pembelajaran berbasis digital pun mulai marak dikembangkan dengan menawarkan bentuk pendekatan pragmatis-eklektis. Reigeluth (dalam Plomp&amp;Elly, 1996:164) menjelaskan bahwa pendekatan pragmatis-eklektis memusatkan perhatiannya pada bagaimana baiknya sebuah teori preskriptif mencapai tujuan praktisnya. Ditambahkan oleh Visscher-Voerman (2004), dasar pemikiran pragmatis ditemukan dalam sektor multimedia yang melibatkan rancangan program komputer, bahkan juga digunakan oleh perancang buku teks. Rancangannya pun hanya melakukan sebuah analisis terbatas, lalu melangkah lagi secara cepat pada aktivitas rancangan lainnya.&lt;br /&gt; Eklektisisme, dalam sejarah filosofi, mengikuti sebuah periode dari keragu-raguan (Hjorland &amp; Nicolaisen, 2005).  Eklektisisme mempertimbangkan sebagai suatu studi dari opini-opini dan teori-teori lainnya supaya mendapatkan beberapa bantuan dan pencerahan, mempunyai tempat dalam ilmu filosofi; bagian dari metode filosofi; tetapi masih sebagai sebuah doktrin yang tidak memenuhi secara keseluruhan. Tidak hanya terbatas pada rancangannya saja, pendekatan eklektis ini juga mulai merambah pada pelaksanaan evaluasi juga, seperti yang ditawarkan oleh Schankman (2004) dengan menggagas model evaluasi menyeluruh untuk program online akademik. Untuk mengintegrasi model-model program pengembangan holistik-eklektis di perguruan tinggi, sangatlah tergantung pada kebutuhan dan tekanan penting dari pembuatan hubungan antara program-program berbeda untuk memperoleh sebuah model komprehensif dan terpadu (Roche, dkk, 2003).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sejak teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital mempunyai peran penting dalam berintegrasi ke dalam kurikulum, maka dipandang perlu untuk merumuskan konsep dasar atas penerapannya secara makro maupun mikronya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;Artola, A.A., &amp; Carrera, L.U. 2003. Technology Innovation and University: The Urgent Need of an Active Planning. Digital Learning-Teaching Environments and Contents, (Online), Vol. 2, No. 1, (http://www.formatex.org/jdc/viewissue.php).&lt;br /&gt;Hillesund, T. 2005. Digital Text Cycles: From Medieval Manuscripts to Modern Markup. Journal of Digital Information, (Online), Vol. 6, No. 309, (http://jodi.tamu.edu/Articles/v06/i01/Hillesund).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roche, V., Towers, S., Gunson, C., D’Abrew, N., &amp; McLain, L. A Grass Roots Model of Effective Profesional Development for Transformative Change in Higher Education, (Online), (www.ecu.edu.au/converences/herdsa/main/papers.nouref/pdf/Valroche.pdf) &lt;br /&gt;Schankman, L. 2004. Holistic Evaluation of an Academic Online Program. The Annual Conference on Distance Teaching ang Learning, (Online), (http://library.mansfield.edu/larry/evalplan.pdf).&lt;br /&gt;Trifonofa, A., &amp; Rochetti, M. 2003. A General Architecture for M-Learning. Digital Learning-Teaching Environments and Contents, (Online), Vol. 2, No. 1, (http://www.formatex.org/jdc/viewissue.php).&lt;br /&gt;Visscher-voerman, I., &amp; Gustafson, K.L. 2004. Paradigms in the Theory and Practice of Education and Training Design. Educational Technology Research and Development, 52(2): 69-90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4703520502910945433?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4703520502910945433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/05/membangun-masyarakat-informasi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4703520502910945433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4703520502910945433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/05/membangun-masyarakat-informasi-di.html' title='MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuFbX08emI/AAAAAAAAADs/ZnrQwyEsI4c/s72-c/masyarakat+informasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-6716381228292169679</id><published>2009-05-25T22:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T22:51:24.124-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR BAGAIKAN AIR YANG MENGALIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuDPj5TyvI/AAAAAAAAADk/5CH1CsUt1gI/s1600-h/air+mengalir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuDPj5TyvI/AAAAAAAAADk/5CH1CsUt1gI/s320/air+mengalir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340006086534744818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan proses yang indah, menyenangkan,  menggairahkan, dan menakjubkan karena belajar  sifatnya dinamis yang senantiasa tiap saat, tiap waktu selalu mengalami perubahan dan perubahan. Bukankah belajar itu seperti air yang mengalir yang terus bergerak dan berubah. Dalam pergerakan dan perubahan tersebut terdapat kolaborasi antar molekul-molekul air yang saling bersentuhan, bersinggungan dan bersinergi. Manakala air itu lewat pada aliran yang lapang, air akan berjalan dengan tenang, tetapi manakala melewati aliran yang sempit air akan bergerak  sangat cepat, dan manakala terhimpit gerakannya air akan mencuat sekencang-kencangnya. Manakala menghadapi bendungan masalah yang besar dan kokoh molekul-molekul air tersebut terus bergerak berputar mencari celah-celah sambil menunggu yang lain untuk menyusun kekuatan bagaimanana cara merobohkan bendungan masalah tersebut. Manakala menghadapi masalah yang terjal mereka tidak cemberut, tidak pesimis justru bergemuruh, bersorak-sorak dan bersukacita, karena kedatangannya ditunggu-tunggu.  &lt;br /&gt;Itulah belajar sesungguhnya yang selalu berubah dan berubah. Namun dalam benak kita sering beranggapan dan berfikir bahwa untuk berubah bukanlah hal yang mudah, berfikir seperti itulah yang harus kita ubah agar kita mudah mengikuti perubahan.&lt;br /&gt; Jika kita ingin belajar maka kita harus mengikuti perubahan, jika tidak maka maka kita terperdaya oleh perubahan itu sendiri. Seperti  uraian kata indah pendahulu kita : &lt;br /&gt; “ Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin itulah orang yang celaka&lt;br /&gt;   Jika hari ini sama dengan hari kemarin itulah orang yang merugi&lt;br /&gt;   Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin itulah orang yang beruntung”&lt;br /&gt;Kita tinggal memilih, mau celaka, merugi atau beruntung? Agar kita beruntung belajarlah mengikuti perubahan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-6716381228292169679?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/6716381228292169679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/05/belajar-bagaikan-air-yang-mengalir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6716381228292169679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6716381228292169679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/05/belajar-bagaikan-air-yang-mengalir.html' title='BELAJAR BAGAIKAN AIR YANG MENGALIR'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/ShuDPj5TyvI/AAAAAAAAADk/5CH1CsUt1gI/s72-c/air+mengalir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-4437323019583210773</id><published>2009-04-29T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T20:30:28.906-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN HIDUP TOTAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfkTk3fW9BI/AAAAAAAAADc/HdKDzPCq9B4/s1600-h/potensi+diri.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfkTk3fW9BI/AAAAAAAAADc/HdKDzPCq9B4/s320/potensi+diri.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330313158061388818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manajemen hidup total adalah segala daya untuk mengembangkan kualitas pribadi yang biasa-biasa saja atau memiliki beberapa kelemahan menjadi pribadi yang unggul.Manajemen Hidup Total (MHT) terdiri dari tiga pilar utama, yaitu: Mental (M) atau karakter, Keahlian (K) atau ketrampilan, dan Fisik (F). Kualitas sumber daya manusia yang unggul jika mempunyai mental, keahlian, dan fisik yang plus atau unggul. Keseimbangan ketiga unsur ini dilambangkan dengan bentuk segitiga sama sisi. sehingga ketiga sudutnya sama besar atau runcingnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan pengembangan potensi diri dengan model manajemen hidup total dapat dilihat pada beberapa rumus matematika berikut ini:&lt;br /&gt;1. M- X K+ X F+ = MKF-&lt;br /&gt;    Sebenarnya orang ini pintar (K+) dan badannya kuat (F+), sayang dia pemalas (M-), jelas ini bukan kategori  SDM unggul dan produktif.&lt;br /&gt;2. M+ x K- x F+ = MKF-&lt;br /&gt;   Orang seperti ini sebenarnya baik dan rajin (M+) serta tubuhnya kuat (F+), sayang ia tidak mempunyai keahlian atau ketrampilan (K+), bisa jadi nasibnya memprihatinkan, jenis ini juga bukan kategori SDM unggul dan produktif.&lt;br /&gt;3. M+ x K+ x F- = MKF-&lt;br /&gt;   Orang seperti ini baik, rajin (M+)dan pintar (K+), tapi dia sakit-sakitan (F-), jelas orang seperti ini juga tidak termasuk SDM yang unggul dan produktif.&lt;br /&gt;4. M+ x K+ x F+ = MKF+&lt;br /&gt;   Luar biasa! orang ini religius, baik dan berjiwa sosial (M+), pintar (K+), dan badannya bugar (F+).  Jelas ini termasuk SDM unggul yang kreatif dan produktif. SDM ini berpeluang besar untuk sukses dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan ketiga pilar utama secara seimbang itu tidak mudah ada dua alasan: &lt;br /&gt;1. memerlukan motivasi dari dalam yang kuat&lt;br /&gt;2. Sulit kita menemukan tokoh-tokoh yang kita teladani yang memiliki kseimbangan ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIRI-CIRI ORANG MEMILIKI MENTAL PLUS&lt;br /&gt;Religius&lt;br /&gt;Watak atau moral tinggi&lt;br /&gt;KOmitmen dan tanggung jawab tinggi&lt;br /&gt;Semangat atau etos belajar/kerja tinggi&lt;br /&gt;Motivasi untuk sukes tinggi&lt;br /&gt;optimistis&lt;br /&gt;daya tahan menghadapi kesulitan&lt;br /&gt;Berfikir positif&lt;br /&gt;Kemampuan pemulihan kesegaran mental tinggi&lt;br /&gt;Kepekaan sosial tinggi&lt;br /&gt;Kecerdasan emosi kuat&lt;br /&gt;Keberanian mengambil resiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIRI-CIRI ORANG MEMILIKI KEAHLIAN PLUS&lt;br /&gt;adalah orang yang mempunyai keahlian dasar dan keahlian profesi yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian dasar meliputi:&lt;br /&gt;Kemampuan bahasa sebagai sarana komunikasi&lt;br /&gt;Manajemen waktu&lt;br /&gt;Kecerdasan keuangan&lt;br /&gt;Kecerdasan hidup, mampu bekerja sama, toleransi &amp; mampu mengelola konflik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian profesi adalah keahlian atau ketrampilan yang berkaitan dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIRI-CIRI ORANG YANG MEMILIKI FISIK PLUS&lt;br /&gt;kuat tidak mudah lelah&lt;br /&gt;Sehat tidak sakit-sakitan&lt;br /&gt;Memiliki bakat fisik&lt;br /&gt;Bugar&lt;br /&gt;Berdaya tahan tinggi, tidak mudah alergi&lt;br /&gt;Adaptif atau luwes&lt;br /&gt;Terampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MHT bukan resep atau panduan instan untuk meraih sukses. MHT adalah pendorong bagi kita untuk mampu menumbuhkan motivasi dari dalam untuk berani bergairah menempuh perjalanan cepat meraih sukses.&lt;br /&gt;MHT juga bukan peta perjalanan untuk diikuti secara kaku sampai ke tujuan impian dan sukses. MHT adalah wawasan untuk mendorong kita membangun peta perjalanan sendiri yang lentur dan luwes sesuai kekhasan pribadi dan situasi yang mengelilingi diri kita. &lt;br /&gt;MHT mudah dilaksanakan asal kita memiliki motivasi yang kuat dan mempraktikkannya terus-menerus secara sukarela, sehingga menjadi kebiasaan.Selamat Mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Password menuju sukses. Sumardi 2006. Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-4437323019583210773?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/4437323019583210773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/manajemen-hidup-total.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4437323019583210773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/4437323019583210773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/manajemen-hidup-total.html' title='MANAJEMEN HIDUP TOTAL'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfkTk3fW9BI/AAAAAAAAADc/HdKDzPCq9B4/s72-c/potensi+diri.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-1597863785541325244</id><published>2009-04-28T01:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T02:29:01.512-07:00</updated><title type='text'>KECERDASAN MENGELOLA WAKTU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfbLddDD14I/AAAAAAAAADM/D3eXMF0x2Ps/s1600-h/waktu.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfbLddDD14I/AAAAAAAAADM/D3eXMF0x2Ps/s320/waktu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329670915913668482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Demi waktu! Sungguh, manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, dan melakukan amal kebaikan, saling menasehati supaya mengikuti kebenaran, serta mengamalkan kesabaran".&lt;br /&gt;Seseorang yang kepengen sukses harus cerdas mengelola waktu.Ada enam sifat dasar waktu:&lt;br /&gt;1. Waktu adalah berkah Allah SWT yang paling adil dan konsisten, artinya manusia diberi waktu yang sama yaitu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.&lt;br /&gt;2. Waktu adalah kekayaan individual&lt;br /&gt;3. Waktu tidak berubah, artinya kita tidak dapat menambah dan menguranginya&lt;br /&gt;4. Waktu tidak dapat disimpan atau dikumpulkan.&lt;br /&gt;5. Waktu selalu berjalan maju.&lt;br /&gt;6. Waktu berwajah penggoda, artinya waktu dapat datang dengan godaannya yang sangat memikat. kalimat-kalimatnya" Ntar.., Besok saja!.&lt;br /&gt;Nah kalau kita ingin mengelola waktu dengan efisien, maka perlu kita tanya pada diri kita tipe manusia macam apakah kita ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga tipe manusia waktu:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nigt person atau manusia malam. Orang tipe ini bekerja paling produktif di waktu malam&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Day Person atau manusioa siang, orang tipe ini bekerja paling produktif di siang hari&lt;br /&gt;3. Ada tipe tengah-tengah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Morning Person atau manusia pagi, dia terbiasa bangun pagi dengan badan yang bugar, pikiran segar, dan mampu bekerja secara kreatif dan produktif.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang termasuk manusia siang, karena sebagian besar pekerjaannya dilaksanakan disiang hari. Lalu bagaimana menggunakan waktu secara efisien?&lt;br /&gt;1. Rangkailah kegiatan yang sesuai, ada istilah "sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, nampaknya istilah ini tepat diaktualisasikan dan disesuaikan dengan keadaan sekarang terutama untuk kota-kota besar.&lt;br /&gt;2. Gunakan jeda waktu diantara dua kegiatan dengan efisien. Ada ungkapan pekerjaan yang paling  berat adalah menunggu, oleh karena itu agar kita tidak mengalami pekerjaan berat itu maka selalu kita selipkan bacaan kesukaan kita di dalam tas, atau selalu kita siapkan buku notes untuk menuangkan ide-ide yang tiba-tiba muncul saat kita mengalami pekerjaan berat itu yaitu menunggu.&lt;br /&gt;3. Bersikap bijaksana dalam kebiasaan mengobrol, artinya jika kita ditengah-tengah orang yang kita kenal pada saat waktu kosong tidak mungkin kita tidak mengobrol, akan tetapi kita harus punya sikap bijaksana untuk bisa mengakhiri obrolan tadi tanpa menyinggung perasaan orang-orang disekeliling kita.&lt;br /&gt;4. Hindari jam karet, kalau kita berfikir ingin membangun sukses maka hal ini paling mudah dilaksanakan.&lt;br /&gt;5. Gunakan waktu secara seimbang. Bekerja keras itu bagus, tetapi lebih bagus lagi kalau bekerja keras secara cerdas. Artinya, ada keseimbangan antara waktu untuk bekerja dengan waktu untuk pemulihan tenaga atau energi. Pemulihan tenaga ini terutama dapat dilakukan dengan tidur atau istirahat yang cukup dan rekreasi. Ada keseimbangan waktu untuk bekerja dengan waktu untuk menjaga kebugaran tubuh lewat olahraga, istirahat, dan rekreasi secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bacaan:&lt;br /&gt;Password Menuju Sukses. Sumardi. 2006. Erlangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-1597863785541325244?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/1597863785541325244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/kecerdasan-mengelola-waktu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/1597863785541325244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/1597863785541325244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/kecerdasan-mengelola-waktu.html' title='KECERDASAN MENGELOLA WAKTU'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SfbLddDD14I/AAAAAAAAADM/D3eXMF0x2Ps/s72-c/waktu.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-6574260962802103886</id><published>2009-04-14T00:21:00.002-07:00</published><updated>2009-04-14T00:35:47.491-07:00</updated><title type='text'>PERLU DIRENUNGKAN</title><content type='html'>Catatan dari Workshop Pengembangan Web Based Learning&lt;br /&gt;Pemateri: Prof. Dr.H. Ipung Yuwono, MS., M.Sc.&lt;br /&gt;Tanggal : 14 April 2009&lt;br /&gt; Bagaimana caranya agar siswa kita menjadikan  belajar sebagai kebutuhan, gigih, sabar, tidak mudah menyerah, dan berusaha seoptimal mungkin dalam menyelesaikan tugas?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-6574260962802103886?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/6574260962802103886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/perlu-direnungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6574260962802103886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6574260962802103886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/perlu-direnungkan.html' title='PERLU DIRENUNGKAN'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5326621191777988628</id><published>2009-04-06T04:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T22:15:37.240-07:00</updated><title type='text'>LESSON STUDY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdnwqJYkaeI/AAAAAAAAAC8/mPZEXEETjKE/s1600-h/x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdnwqJYkaeI/AAAAAAAAAC8/mPZEXEETjKE/s320/x.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321549041579092450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lesson Study merupakan salah suatu wahana peningkatan kualitas pembelajaran yang berasal dari negeri sakura, Jepang. Lesson Study berkembang di Jepang sejak awal tahun 1990-an. Melalui kegiatan tersebut guru-guru di Jepang mengkaji pembelajaran melalui perencanaan dan observasi bersama yang bertujuan untuk memotivasi siswa untuk aktif belajar mandiri. Lesson Study merupakan terjemahan langsung dari baasa Jepang “jugyokenkyu”, yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang berarti study atau research atau pengkajian. Dengan demikian Lesson Study merupakan study atau penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran. Lesson Study diartikan sebagai suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Hendayana dkk, 2006:10)..&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Penyebaran Lesson Study di dunia berawal pada tahun 1995 yang dilatar belakangi oleh The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang diikuti oleh empat puluh satu Negara dan dua puluh satu diantaranya memperoleh skor rata-rata matematika yang signifikan lebih tinggi dari Amerika Serikat. Posisi tersebut membuat Amerika Serikat melakukan studi banding pembelajaran matematika di Jepang dan Jerman. Dari studi banding tersebut Tim  Amerika Serikat menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki sistem untuk melakukan peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan  Jepang dan Jerman melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Selanjutnya ahli-ahli pendidikan Amerika Serikat belajar dari Jepang tentang Lesson Study dan kemudian mengembangkannya pada beberapa negara lain.&lt;br /&gt;Di Indonesia Lesson Study berkembang melalui Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project (IMSTEP) yang diimplementasikan sejak sejak Oktober tahun 1998 di tiga IKIP yaitu IKIP Bandung (sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia, UPI), IKIP Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta, UNY) dan IKIP Malang (sekarang menjadi Universitas Negeri Malang) bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). Tujuan umum dari IMSTEP adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan Matematika dan IPA di Indonesia. Namun, pada perkembangannya kegiatan Lesson Study ini dapat diadaptasi untuk disiplin keilmuan apa pun baik MIPA maupun non-MIPA.&lt;br /&gt;Pelaksanaan kegiatan Lesson Study memusat pada aktivitas guru secara collaborative dengan sesama guru dalam mempersiapkan rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi atas pembelajaran yang telah berlangsung. Tiga aktivitas tersebut dalam Lesson Study dikenal dengan tahap Plan (merencanakan), tahap Do (melaksanakan), dan tahap See (merefleksi) yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Dalam hal ini guru yang mempraktekkan Lesson Study, bekerja sama dengan sesama guru dalam menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan berdasarkan tuntutan kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Lesson Study dimulai dari tahap perencanaan (Plan) yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa, hal ini dilakukan untuk mendorong siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan ini tidak dilakukan sendiri tetapi dilakukan secara bersama-sama, dengan kata lain beberapa guru dapat melakukan kolaborasi untuk memperkaya ide-ide. Kolaborasi ini tidak hanya dapat dilakukan oleh guru sesama bidang study dalam sekolah saja, tetapi kolaborasi dapat pula dilakukan dengan beberapa guru dalam kelompok profesi guru tertentu seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) atau kolaborasi antar guru dengan dosen atau kolaborasi antar dosen dengan dosen. Dengan demikian terbentuk kolegalitas antara guru dengan guru, guru dengan dosen, dosen dengan dosen, sehingga melalui kegiatan pertemuan dalam rangka kegiatan Lesson Study ini mereka dapat berbagi pengalaman dan terbentuk mutual learning (saling belajar).&lt;br /&gt; Proses perencanaan dalam Lesson Study diawali dari analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Permasalahan dapat berupa materi bidang studi, bagaimana menjelaskan suatu konsep, dan dapat juga berupa pedagogi tentang metode pembelajaran yang tepat agar pembelajaran lebih efektif dan efisien atau permasalahan fasilitas mengenai bagaimana mensiasati kekurangan fasilitas pembelajaran.&lt;br /&gt; Langkah kedua dalam Lesson Study adalah pelaksanaan pembelajaran (Do) sebagai implementasi rancangan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam perencanaan. Dalam perencanaan telah disepakati siapa guru yang akan mengimplementasikan pembelajaran dan siapa guru yang akan bertindak sebagai pengamat (observer) pembelajaran. Dalam hal ini kepala sekolah dapat terlibat dalam pengamatan pembelajaran dan sebagai pemandu kegiatan.&lt;br /&gt; Sebelum pembelajaran dimulai sebaiknya dilakukan briefieng kepada para pengamat untuk menginformasikan kegiatan pembelajaran yang direncanakan oleh seorang guru dan mengingatkan selama pembelajaran berlangsung pengamat tidak mengganggu kegiatan pembelajaran tetapi mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran. Selama pembelajaran berlangsung pengamat tidak boleh berbicara dengan sesama pengamat. Keberadaan pengamat didalam ruang kelas disamping mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi guru. Fokus pengamatan ditujukan pada interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan bahan ajar, siswa dengan guru, dan siswa dengan lingkungan yang terkait dengan empat kompetensi guru sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 tentang guru dan dosen.&lt;br /&gt; Langkah ketiga dalam kegiatan Lesson Study adalah refleksi (See). Setelah selesai pembelajaran langsung dilakukan diskusi antara guru dan pengamat yang dipandu oleh kepala sekolah atau personal yang ditunjuk untuk membahas pembelajaran. Guru mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan-kesan dalam melaksanakan pembelajaran, selanjutnya pengamat menyampaikan komentar dan lesson learnt dari pembelajaran terutama berkenaan dengan aktivitas siswa. Sebaliknya, guru harus dapat menerima masukan dari pengamat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Berdasarkan masukan dari diskusi ini dapat dirancang kembali pembelajaran berikutnya.&lt;br /&gt; Dilihat dari tahap-tahap dalam Lesson Study ada beberapa kegiatan yang mirip dengan kegiatan Lesson Study yang sering dilakukan guru dan dosen secara kolaboratif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan oleh kelompok guru bidang study tertentu yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pealajaran). Apabila dilihat sekilas memang kegiatan tersebut hampir mirip dengan Lesson Study, namun ada beberapa hal mendasar yang membedakan Lesson Study dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maupun dengan kegiatan dalam MGMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk lebih jelas tentang perbedaan antara Lesson Study, PTK dan kegiatan MGMP dapat dilihat pada tabel dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Lesson Study, PTK dan Kegiatan MGMP, menurut Lewis and Inverson (dalam Susilo, 2005:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Waktu pelaksanaan Berkesinanbungan sepanjang karier guru Tergantung adanya tawaran dana,PTK jarang yang melakukan secara berkesinambungan Tergantung adanya dana,MGMP umumnya 10 kali setahun&lt;br /&gt;2.Pelaksana  Sekelompok bidang studi yang sama, mengajar tingkatan sekolah yang sama. PTK Guru berkolaborasi dengan dosen atau guru sendiri atau dosen sendiri. MGMP Sekelompok guru bidang studi yang sama, mengajar kelas yang berbeda atau sama&lt;br /&gt;3.Tujuan  Meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana siswa berfikir agar dapat mengembangkan pembelajaran yang memajukan proses belajar siswa. PTK Meningkatkan praktik pembelajaran. MGMP Mempersiapkan rancangan pembelajaran, memperdalam pemahaman materi pembelajaran&lt;br /&gt;4. Tahap pelaksanaan Berdaur: Merancang berdasar suatu tema penelitian, melaksanakan, mengamati, merevisi rancangan, melaksanakan lagi, mengamati, merevisi rancangan. PTK Berdaur: Merancang, melaksanakan, mengamati, merefleksi, merancang lagi dan seterusnya. MGMP Tidak berdaur, tetapi dirancang apa yang akan dilakukan pada setiap pertemuan&lt;br /&gt;5. Tuntutan komitmen Sepanjang hayat untuk meningkatkan pelayanan terhadap siswa. PTK Seharusnya juga sepanjang hayat, tetapi saat sekarang hanya dilakukan saat ada dananya. MGMP Umumnya setahun saja, dapat diperpanjang kalau memungkinkan&lt;br /&gt;6. Hasil  Kumpulan tulisan atau laporan tentang pembelajaran yang dilakukan dalam Lesson Study. PTK Laporan PTK yang menguraikan penerapan tindakan dan hasil penerapannya. MGMP Umumnya rancangan pembelajaran yang dibuat bersama (menekankan pada apa yang dibelajarkan, belum terlalu banyak pada bagaimana membelajarkannya). Pemahaman lebih mendalam mengenai materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan:&lt;br /&gt;Hendayana, dkk. 2006. Leeson Studi: Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik. Bandung: UPI PRESS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karim, M. A. 2006. Implementation of Lesson Study for Improving The Quality of Mathematics Instruction in Malang. Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics, (Online), Vol.25,&lt;br /&gt;(http://www.human.tsukuba.ac.jp/~mathedu/journal/vol25/karim.pdf, diakses 3 Januari 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilo, H. 2005. Kumpulan Makalah dalam Seminar dan Workshop Lesson Study dalam Rangka Persiapan Workshop Kolaborasi FMIPA-MGMP MIPA dan SMA Kota Malang, Lesson Study: Apa dan Mengapa (hlm 1-12). Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;professional_development.gcsnc.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5326621191777988628?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5326621191777988628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/lesson-study.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5326621191777988628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5326621191777988628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/04/lesson-study.html' title='LESSON STUDY'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdnwqJYkaeI/AAAAAAAAAC8/mPZEXEETjKE/s72-c/x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-3937111027101500131</id><published>2009-03-31T00:54:00.001-07:00</published><updated>2009-03-31T02:24:12.107-07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Akselerasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHhNPN9D8I/AAAAAAAAAB8/qIvx9uFWFx0/s1600-h/axl_act2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHhNPN9D8I/AAAAAAAAAB8/qIvx9uFWFx0/s320/axl_act2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319280252440874946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Accelerated Learning (AL)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran Akselerasi (Accelerated learning) sudah berkembang sejak 1970. Ide pembelajaran ini berangkat dari hasil temuan Dr. Lozanov pada tahun 1950 yang menangani pasien gangguan psikologis dengan teknik-teknik sugesti dan menenangakan mereka dengan musik barok (abad 17). Teknik ini berhasil menyembuhkan pasien tersebut dan Dr. Lazanov menyebut ini sebagai ”cadangan pikiran yang tersembunyi”. Kemudian Dr. Lozanov mengadakan penelitian ilmu jiwa untuk memberi sugesti kepada siswa dalam pembelajaran. Dengan mengaktifkan cadangan gelombang otak pada siswa dan keberadaan jiwa dalam memimpin pribadi membuat konsentrasi, mental, disiplin dan perenungan dengan musik dalam keadaan yang rilek untuk meningkatkan memori. Ternyata siswa dapat menyerap perlajaran bahasa asing lebih cepat, musik, sugesti positif, mainan anak-anak memungkinkan selain pembelajaran cepat juga jauh lebih efektif.&lt;br /&gt; Pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning/AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang menggugah sepenuhnya kemampuan belajar para pebelajar, membuat belajar lebih menyenangkan dan memuaskan serta memberikan sumbangan sepenuhnya pada kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi dan keberhasilan. Ciri dari AL adalah mementingkan tujuan, bekerja sama, luwes, gembira, banyak cara, melibatkan emosional dan multi indrawi, serta mengutamakan hasil. &lt;br /&gt; Pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning/AL) merupakan pendekatan yang sistematis terhadap pengajaran untuk seluruh orang yang berisi elemen-elemen khusus, yang ketika digunakan bersama mendorong siswa untuk belajar lebih cepat, efektif dan menyenangkan (Bobby Deporter). Tujuan AL adalah menggugah sepenuhnya kemampuan belajar para pelajar, membuat belajar menyenangkan dan memuaskan bagi mereka dan memberikan sumbangan sepenuhnya pada kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi dan keberhasilan mereka sebagai manusia.&lt;br /&gt;Prinsip-Prinsip Pembelajaran Akselerasi &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Meier (2002) dan Rose (2003) mengungkapkan prinsip-prinsip Accelerated Learning (AL), yaitu: &lt;br /&gt;1)Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh. &lt;br /&gt;2)Belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi. &lt;br /&gt;3)Kerja sama membantu proses belajar. &lt;br /&gt;4)Pembelajaran berlangsung pada berbagai tingkatan secara Simultan..&lt;br /&gt;5)Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri (dengan umpan balik). &lt;br /&gt;6)Emosi positif sangat membantu pembelajaran.&lt;br /&gt;Elemen-Elemen Pembelajaran Akselerasi&lt;br /&gt;Agar Pembelajaran AL efektif maka dibutuhkan elemen-elemen khusus, yakni:&lt;br /&gt;1.Lingkungan Fisik, perlu diciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman. &lt;br /&gt;2.Musik, dapat membantu siswa rileks dan fokus.&lt;br /&gt;3.Gambar-gambar yang bermakna, informasi  atau sugesti yang diberikan oleh gambar-gambar di kelas mampu memberikan uraian yang sesuai dengan topik.&lt;br /&gt;4.Guru, kemampuan suara (tekanan dan intonasi) dapat digunakan untuk menangkap perhatian siswa dan menekankan poin utama.&lt;br /&gt;5.Keadaan Positif, sapaan dan suara yang ramah, penggunaan bahasa yang memotivasi dapat memperlancar dan menambah daya ingat siswa.&lt;br /&gt;6.Seni dan drama, tujuannya adalah agar pembelajaran lebih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Pembelajaran Akselerasi&lt;br /&gt;Ada enam langkah menurut Collin Rose disingkat dengan KUASAI atau MASTER. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K = Kuasai pikiran untuk sukses.&lt;br /&gt;U = Uraikan faktanya.&lt;br /&gt;A = Apa maknanya.&lt;br /&gt;S = Sentakkan ingatan.&lt;br /&gt;A = Ajukan yang diketahui.&lt;br /&gt;I = Instrospeksi.&lt;br /&gt;Bentuk Penyelenggaran&lt;br /&gt;1)Program khusus, siswa yang memiliki kecerdasan luar biasa bersama dengan siswa bekemampuan biasa.&lt;br /&gt;2)Kelas khusus, siswa yang memiliki kemampuan luar biasa ditempatkan pada kelas khusus.&lt;br /&gt;3)Sekolah khusus, siswa yang belajar di sekolah ini adalah mereka yang hanya memiliki kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang turut mendukung berhasil-tidaknya program ini. Yakni sarana dan prasarana termasuk di dalamnya guru dan buku. Pada kelas ini guru harus memiliki kualifikasi dan kemampuan khusus, berkualitas, berpengalaman, mendapat pelatihan dan selalu siap agar dapat menyesuaikan diri dengan siswanya. Di daerah, jumlah guru yang memenuhi kualifikasi relatif sedikit, dan agak sulit untuk mendatangkan guru dari luar sekolah. Sebab harus mengeluarkan dan menambah anggaran tambahan untuk keperluan itu. Selain itu, buku yang digunakan di kelas ini diambil dari berbagai sumber, tidak berpatokan pada buku itu saja termasuk internet bisa dijadikan acuan sumber informasi. Semua ini jarang sekali dimiliki sekolah yang ada di daerah.&lt;br /&gt;Orang tua yang siswanya masuk kelas akselerasi umumnya sangat mendukung dan antusias. Ini dibuktikan dengan kesanggupan pembayaran uang SPP lebih besar dari siswa. Sebagian uang itu digunakan untuk membayar honor tambahan guru yang mengajar di kelas akselerasi. &lt;br /&gt;Daftar Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meier, Dave. 2002. The Accelerated Learning Handbook: Panduan Kreatif &amp; Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan. Bandung: Kaifa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose, Colin. 2003. KUASAI Lebih cepat: Buku Pintar Accelerated Learning. Bandung: Kaifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose, Colin and Nicholl, Malcolm J. 1998. Accelerated Learning For The 21st Century: The Six-Step Plan To Unlock Your Master-Mind. New York: Dell Trade Paperback.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose, Colin dan Nicholl, Malcolm J. 2002. Accelerated Learning For The 21st Century: Cara Belajar Cepat Abad 21. Bandung: Nuansa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarno, Nono. 2005. Penerapan Program Akselerasi di Daerah. Pikiran Rakyat (http://www.pikiranrakyat.org, diakses 20 November&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-3937111027101500131?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/3937111027101500131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/pembelajaran-akselerasi-accelerated.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/3937111027101500131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/3937111027101500131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/pembelajaran-akselerasi-accelerated.html' title='Pembelajaran Akselerasi'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHhNPN9D8I/AAAAAAAAAB8/qIvx9uFWFx0/s72-c/axl_act2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-6048323778319105189</id><published>2009-03-31T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T02:22:14.541-07:00</updated><title type='text'>QUANTUM LEARNING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgtKYjznI/AAAAAAAAAB0/jp2eJmlxSgM/s1600-h/QLS+Camp_news.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgtKYjznI/AAAAAAAAAB0/jp2eJmlxSgM/s320/QLS+Camp_news.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319279701387366002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PR lagi, PR lagi.......malas ahh, ......!, gerutu sebagian besar anak-anak saat ibu guru yang mengajar matematika memberitahukan soal-soal yang menjadi bahan pekerjaan rumah. “Materi pelajaran ini sangat perlu, karna akan menjadi pertimbangan bagi nilai matematika untuk semester ini, jadi semua harus mengerjakannya dan akan dikumpulkan lusa pada jam ke-3”, kata ibu Endang sambil memperbaiki kaca mata &lt;br /&gt;bacanya. Banyak gerutu yang terdengar, saat ibu guru  menutup pelajaran hari itu. Dalam situasi ini, banyak siswa yang merasa sekolah sangat membebani kehidupan mereka. Mereka tidak langsung menurut bila disuruh melakukan sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran sekolah. Mereka lebih tertarik bermain, menonton TV atau mengikuti kegiatan lain dari pada belajar.&lt;span id="fullpost"&gt; Pengamatan seperti di atas merupakan pemandangan yang umum tentang ketidak sukaan anak terhadap kegiatan belajar. Ada pula dukungan dari survey yang dilakukan oleh Tony Buzan dan Bobbi de Porter. Tiga puluh tahun lamanya mereka melakukan penelitian yang berkaitan dengan assosiasi seseorang dengan kata belajar dan bagaimana cara agar belajar menjadi suatu hal yang menyenangkan. Belajar yang membuat siswa merasa penting, aman dan nyaman merupakan target penelitian mereka. Berdasarkan teori Dr Geogi Lozanov, Bobbi de Porter berhasil menciptakan suatu iklim yang baru dalam pembelajaran di sekolah yang disebut dengan Quantum Learning.&lt;br /&gt;Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai "interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya." Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang "secara fisik adalah materi". "Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya". Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan. &lt;br /&gt;Bagaikan jamur yang disirami air hujan, quantum learning mendapat tanggapan positif dari seluruh penjuru dunia. Buku tentang quantum learning melejit terjual jutaan copy dan diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, dan mendapat pujian. Quantum learning memberikan suatu angin segar pada setiap insan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. &lt;br /&gt;Buku ini memberikan pengalaman tentang sebuah sekolah bisnis yang menghasilkan profesional yang handal karena dalam proses pembelajarannya mengkombinasikan faktor ketrampilan-ketrampilan belajar yang mendasar seperti mencatat, menghafal dan membaca cepat, bagaimana memfungsikan otak dan sekolah ini berupaya menciptakan suasana yang aman  dan penuh kepercayaan bagi guru dan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah Quantum Learning Merupakan Suatu Model Pembelajaran?&lt;br /&gt;Quantum learning bisa jadi merupakan teori pembelajaran yang paling handal pada saat ini. Penggabungan dari beberapa model pengajaran dan pembelajaran seperti accelerated learning, multiple inteligencies, brain research, neuro-linguistic programming, learning modalities, experiental learning dan kooperative learning terpadu dalam suatu pengetahuan tunggal yang menghasilkan suatu pembelajaran yang sangat bertenaga. Seperti orkestra dalam sebuah simfoni, berbagai elemen ini diorkestra secara hati-hati untuk menciptakan suatu pengalaman belajar yang lebih lengkap dan menyenangkan. Jadi dapat dinyatakan bahwa quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas&lt;br /&gt;Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.&lt;br /&gt; Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat. &lt;br /&gt;Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Quantum learning&lt;br /&gt;Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang "kekuatan pikiran" yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan "cara yang menyenangkan dan bebas stres". Proses ini juga ditambah dengan faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan "kegembiraan dan tepukan."yang memompa diri untuk lebih berhasil lagi.&lt;br /&gt;Otak manusia mempunyai tiga bagian dasar, yang seluruhnya dikenal sebagai “otak triune(Three in One)”.Tiga bagian dasar dari otak bertanggung jawab atas fungsi yang berbeda-beda. 1). Batang atau otak reptilia, bagian otak ini bertanggung jawab atas fungsi-fungsi motor sensor-pengetahuan tentang realitas fisik yang berasal dari pancaindra. Perilaku berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies. Ketika merasa tidak aman , spontan bangkit dan bersiaga atau melarikan diri dari bahaya inilah disebut reaksi”hadapi atau lari”. Inilah reaksi yang merupakan keharusan pada masa-masa perkembangan awal manusia, jika otak reptil ini dominan, kita tidak dapt berfikir pada tingkat yang lebih tinggi. 2).Sistem limbik atau otak mamalia, bagian otak ini fungsinya bersifat emosional dan kognitif; yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori, dan kemampuan belajar. Selain itu juga mengendalikan bioritme, seperti pola tidur, lapar,haus, tekanan darah, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh, metabolisme, dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol utama yang menggunakan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, indra peraba dan penciuman sebagai inputnya. Kemudian, informasi tersebut didistribusikan ke bagian pemikir di dalam otak yaitu neokorteks. 3).Neokorteks, tempat bersemanyam kecerdasan yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, dan sensai tubuh. Hasilnya merupakan penalaran, berfikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa,kendali motorik sadar, dan ideasi(penciptaan gagasan) nonverbal.&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak "kiri dan kanan". Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.&lt;br /&gt;Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya "emosi positif, meningkatkan  kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri." Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri. Terlepas dari perbedaan nyata dalam kecerdasan dan tingkat kesuksesan di antar orang-orang, manusia mempunyai susunan saraf yang sama. Fisiologi otak kita sangat mirip dengan  otak orang lain, bahkan juga dengan pemikir cemerlang seperti Einstein dan Da Vinci.&lt;br /&gt;Bacaan:&lt;br /&gt;De Porter, Bobbi dan Mike Hernacki . 2002.Quantum Learning. Jakarta: Mizan Media Utama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-6048323778319105189?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/6048323778319105189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/quantum-learning.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6048323778319105189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/6048323778319105189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/quantum-learning.html' title='QUANTUM LEARNING'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgtKYjznI/AAAAAAAAAB0/jp2eJmlxSgM/s72-c/QLS+Camp_news.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-5363675951852702698</id><published>2009-03-27T04:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T02:14:34.844-07:00</updated><title type='text'>Permasalahan Paedagogis Yang Muncul Akibat Masuknya Benda -Benda TEKNOPRAKTIS Dalam Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHe3zY7W6I/AAAAAAAAABc/3qFbl8SEYn8/s1600-h/se_xperia-x11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHe3zY7W6I/AAAAAAAAABc/3qFbl8SEYn8/s320/se_xperia-x11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319277685170199458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan meningkatnya teknologi komunikasi menyebabkan hubungan antar individu semakin dekat, khususnya dengan muncul dan berkembangnya telepon seluler atau handphone. Hubungan antar individu, antar kelompok, antar suku, dan antar bangsa sudah tidak dibatasi oleh dimensi keruangan maupun kewilayahan. Seseorang dapat berkomunikasi dengan yang lain sudah tidak hanya antar kota, antar daerah, tetapi sudah antar negara. Dimanapun seseorang berada dapat kita jangkau dengan handphone. Seolah-olah dunia sudah tanpa batas. Ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun dapat terakses melalui media ini. Tetapi pada sisi yang lain juga membawa permasalahan tersendiri, diantaranya:&lt;span id="fullpost"&gt;a.Karena ada telepon seluler, terutama terjadi pada masyarakat kelompok menengah ke atas bahwa berkomunikasi yang biasanya dilakukan yaitu bersifat silaturahmi atau anjang sana sedikit demi sedikit akan terkikis. Kebersamaan dalam tatap muka juga berkurang akibatnya kegiatan-kegiatan yang bersifat kebersamaan lambat laun menjadi sirna. Gotong royong, kerja bhakti lambat laun sudah ditinggalkan. Hal ini dapat mengancam rasa persaudaraan, rasa senasip sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, persatuan dan kesatuan bangsa. Inilah yang mengancam pendidikan kewarganegaraan.&lt;br /&gt;b.Disamping itu membanjirnya benda-benda teknopraktis yang berupa telepon seluler, bila dilihat dari sisi ekonomi, maka benda tersebut tidak mendidik hidup hemat (ekonomis), khususnya bagi lapisan masyarakat menengah ke atas. Masyarakat terdidik untuk hidup lebih konsumtif, terutama  karena dengan adanya handphone kita dengan mudah diberi informasi, iklan-iklan yang acapkali menggiurkan bahkan mengalahkan berfikir rasional. Kita terbawa pada arus yang irasional dari segi ekonomi. Kita sering tergiring oleh iklan yang berembel-embel hadiah yang menggiurkan, tetapi kenyataannya menjerumuskan. Tetapi bagi lapisan masyarakat bawah, hadirnya handphone bukan sebagai kebutuhan hidup melainkan sebagai gaya hidup. Fungsi handphone hanya sebagai ukuran status sosial. Alasan beli handphone hanya karena mereka tidak ingin dikelompokkan kedalam kelas pinggiran.&lt;br /&gt; Berkembangnya media massa, baik cetak maupun elektronik misalnya: televisi, radio dan surat kabar dapat menyebabkan kita dapat menerima informasi darimanapun, kapanpun, dan apapun. Informasi-informasi dapat masuk dengan bebas ke rumah, bahkan anakpun dapat mengundangnya sendiri. Informasi dari belahan bumi manapun dapat diakses bahkan aksesnyapun dapat secara langsung. Kejadian-kejadian yang tejadi di manca negara dapat dengan mudah dan segera kita ketahui. Ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru juga dapat kita akses dengan mudah. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan dan kebudayaan kita. Pola hidup kitapun dapat berubah karenanya. Pada sisi yang lain perkembangan media massa baik cetak maupun elektronik dapat membawa dampak yang kurang menguntungkan. Inilah dilema dalam pembelajaran pendewasaan masyarakat. Sebagian besar keluarga di Indonesia masih menempatkan televisi di ruang keluarga. Tetapi juga tidak jarang kita jumpai, televisi sudah masuk ke kamar anak-anak, hal ini biasanya untuk keluarga lapisan masyarakat menengah keatas. Celakalah para orangtua yang menempatkan televisi di kamar anak-anaknya, karena mereka telah meletakkan racun pikiran tepat di jantung sasaran. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention). Sekarang banyak dijumpai anak-anak yang dicap malas belajar. Anak sering mengeluh capek kalau disuruh belajar. Kurang atau tidak bisa berkonsentrasi.  Mungkin mereka bukan malas belajar. Tetapi otak mereka sudah tidak mampu untuk diajak berkonsentrasi menyerap bahan pelajaran dalam jangka waktu lebih lama dari jarak di antara dua spot iklan. Otak mereka tidak terlatih untuk berkonsentrasi, berfikir kritis apalagi kreatif. Inilah akibat pengondisian acara televisi yang cenderung melatih kita pasif.&lt;br /&gt;Televisi begitu dahsyat pengaruhnya, lalu bagaimana dengan komputer? Apakah komputer juga berdampak separah televisi? Sejumlah penelitian bidang teknologi pendidikan menyatakan bahwa komputer memiliki dampak negatif terhadap pendidikan dan perkembangan anak sama banyaknya. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento (dalam Nababan:2002), hasil tersebut muncul karena banyak penelitian membandingkan pendidikan yang konvensional dan yang dibantu teknologi tidak pernah berhasil melakukan perbandingan setara karena banyaknya aspek yang tidak teramati. Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial. Seperti halnya televisi, meletakkan komputer dengan CD-ROM di dalam kamar anak sama bahayanya. Hal ini selain memungkinkan anak terlalu sibuk bermain game, komputer dengan CD-ROM memungkinkan masuknya tayangan  yang tidak terpuji ke kamar anak tanpa sepengetahuan orangtua. Karena anak dapat menayangkan sesuai keinginannya.&lt;br /&gt; Masuknya benda-benda teknopraktis misalnya televisi, VCD ke masyarakat kita khususnya masyarakat pedesaan (lapisan masyarakat bawah) dapat semakin berkurangnya waktu untuk bercerita tentang sejarah, hikayat atau peristiwa-peristiwa yang lain. Ketika televisi belum diproduksi secara massal, di desa-desa baru ada satu atau dua televisi. Masyarakat desa cenderung berkumpul untuk melihat televisi secara bersama-sama. Mereka merasakan bahagia bersama-sama sedihpun bersama-sama. Mereka merasa senasip seperjuangan, merasa satu saudara, satu keluarga. Hal ini  berdampak semakin terpupuknya kebersamaan, kekompakan dan persatuan. Tetapi setelah televisi diproduksi  secara massal, maka masing-masing keluarga, masing-masing rumah telah memiliki televisi. Bahkan sering kita jumpai dalam satu rumah telah memiliki lebih dari satu televisi.  Akibatnya sudah tidak dijumpai lagi masyarakat desa berkumpul, bercengkerama untuk melihat televisi secara bersama-sama. Masyarakat cenderung menghabiskan waktunya di rumah masing-masing. Rasa senasip seperjuangan sudah pudar. Rasa persaudaraan juga pudar. Kebersamaan semakin pudar, masyarakat lebih individualis lambat laun akan mengurangi bahkan menghancurkan persatuan.&lt;br /&gt; Masuknya internet ke lingkungan kita di satu sisi sangat menyenangkan, tetapi disisi lain, internet hadir persoalan barupun hadir.  Apalagi yang mengkonsumsi internet adalah anak-anak, dan keluarga yang memiliki lebih dari satu komputer dirumahnya Suatu dilema teknologi tersendiri. Karena dengan adanya internet kita dapat mengakses segala informasi. Informasi tersebut ada yang bersifat positif dan negatif, baik ditinjau dari segi etika, moral, agama, maupun ekonomi. Internet menghadirkan prilaku unsur-unsur budaya yang berupa norma, nilai, benda, moral dan simbol yang tidak jarang tidak sesuai dengan unsur budaya kita. Akibatnya jika kita tidak memiliki filter budaya, kita mudah tertipu untuk segera mengikutinya. Internet juga menghadirkan iklan-iklan, yang sudah barang tentu bertujuan merangsang kita untuk hidup tidak ekonomis.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Strategi Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;Menyadari bahwa betapa pun majunya teknologi, sebagai hasil karya manusia adalah perpanjangan bagi kemampuannya, dan bukan sebaliknya menjadikan manusia sebagai perpanjangannya. Betapa pun lompatan dan terobosan menandai kemajuan teknologi, manfaatnya harus diukur dari sejauh mana martabat dan kesejahteraan manusia terangkat olehnya, dan bukan sebaliknya berakibat pudarnya nilai-nilai manusiawi. &lt;br /&gt;Untuk membantu menyelesaiakan masalah-masalah yang timbul akibat hadirnya benda-benda teknopraktis ke lingkungan kita, ada beberapa setrategi yang dapat dijadikan pertimbangan, diantaranya: &lt;br /&gt;1.Untuk keluarga yang memiliki lebih dari satu komputer di rumah sangat disarankan untuk membangun jaringan komputer rumah, di mana hanya komputer pusat yang terletak di ruang publik yang memiliki CD-ROM agar pengaksesan CD-ROM ini dari kamar anak- anak dapat terawasi. Begitu pula untuk VCD player. Akhir- akhir ini dampak VCD negatif bajakan sungguh meresahkan. Hal ini diakibatkan begitu mudahnya mendapatkan VCD bajakan dan memainkannya pada sebuah VCD player sehingga anak balita pun mampu mengoperasikan untuk menyaksikan Teletubbies kesayangannya.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan internet. Akses internet harus diletakkan di ruang publik untuk mencegah anak menjadi korban predator pedofilia di internet atau perbuatan melanggar hukum yang tidak disadarinya, seperti berbagi file secara ilegal (illegal file sharing). Kita tidak bisa mencegah anak berinteraksi dengan internet karena di dalamnya banyak pula hal yang bermanfaat. Hasil penelitian terakhir pun menyatakan tak ada satu peranti lunak pun yang mampu menggantikan tugas orangtua mengawasi kegiatan anaknya di internet.&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti  untuk mencegah atau menakut-nakuti orangtua agar membatasi interaksi anaknya dengan teknologi. hal ini bermaksud mengajak orangtua untuk berperan aktif dalam melindungi anaknya dari sisi negatif teknologi. Orang tua perlu melakukan filterisasi terhadap masuknya informasi-informasi yang kurang terpuji.&lt;br /&gt;Perlindungan yang diberikan bukan dengan membuat anak menjadi steril dari teknologi, tetapi immune, yaitu dengan memberikan pendampingan terhadap anak dalam berinteraksi dengan teknologi. Berikan anak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan tidak berlebihan.&lt;br /&gt;Seyogianya orangtua tidak bersembunyi di balik ketidakmampuan mengadopsi teknologi. Orangtua telah lebih banyak memakan asam garam hidup ini. Teknologi boleh berbeda, tetapi cara manusia menggunakannya masih sama.&lt;br /&gt;Dahulu, isu mengenai seseorang berhubungan seks di luar nikah beredar dari mulut ke mulut. Biasanya beredar saat pasangan tersebut putus dan diedarkan oleh pihak yang sakit hati. Kini gosip itu beredar dalam rekaman video ataupun foto. Lebih parah lagi, internet mempercepat peredarannya.&lt;br /&gt;Sekali beredar di internet, akan susah menghapusnya. Pencegahannya sungguh merupakan hal yang tidak berhubungan dengan teknologi sama sekali, yaitu pendampingan orangtua terhadap anak dalam interaksi anak dengan teknologi dan proses internalisasi nilai- nilai positif kepada anak-anak oleh orang tua.&lt;br /&gt;Memang anak lebih cepat beradaptasi dengan teknologi, tetapi orangtua pun memiliki nilai lebih karena orangtua telah lebih dulu mengenyam berbagai pengalaman hidup. Kombinasi kedua hal ini akan menjamin proses mengadopsi teknologi dalam kehidupan keluarga menjadi lebih positif. Orangtua dan anak dapat meningkatkan kualitas waktu bersama dengan cara ini. Dengan demikian, orangtua akan mampu mencegah teknologi dan kejahatannya memisahkan keluarga yang dicintainya.&lt;br /&gt;2.  Kurangi nonton televisi,dan nikmati hidup. Mari kita kendalikan teknologi agar teknologi tidak mengendalikan kita. Betapa pun majunya teknologi, sebagai hasil karya manusia adalah perpanjangan bagi kemampuannya, dan bukan sebaliknya menjadikan manusia sebagai perpanjangannya. Betapa pun lompatan dan terobosan menandai kemajuan teknologi, manfaatnya harus diukur dari sejauh mana martabat dan kesejahteraan manusia terangkat olehnya, dan bukan sebaliknya berakibat pudarnya nilai-nilai manusiawi. &lt;br /&gt;Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Apa yang ditonton? Anak-anak menonton acara TV apa sajakarena kebanyakan keluarga tidak memberi batasan menonton yang jelas.&lt;br /&gt;Mulai dari acara gosip selebritis; berita kriminal berdarah-darah; sinetron remajayang penuh kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral; film dewasa yang diputar dari pagi hingga malam; penampilan grup musik yang berpakaian seksi dan menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa; sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya.Termasuk juga acara anak yang banyak berisi adegan yang tidak aman dan tidak pantas ditonton anak.&lt;br /&gt; Bayangkan kalau anak-anak kita adalah satu dari mereka yang tiap hari harus menelan hal-hal dari TV yang jelas-jelas tidak untuk mereka tapi untuk orang dewasa. Anak-anak akan sangat berpotensi untuk kehilangan keceriaan dan kepolosan mereka karena masuknya persoalan orang dewasa dalam keseharian mereka. Akibatnya, sering terjadi gangguan psikologi dan ketidakseimbangan emosi dalam bentuk kesulitan konsentrasi, perilaku kekerasan, persepsi yang keliru, budaya ‘instan’, pertanyaan-pertanyaan yang ‘di luar dugaan’ dan sebagainya.&lt;br /&gt; Hanya sedikit anak yang beruntung bisa memiliki berbagai kegiatan, fasilitas dan orangtua yang baik sehingga bisa mengalihkan waktu anak untuk hal-hal yang lebih penting daripada sekadar menonton TV. Namun jutaan orangtua di Indonesia pada umumnya cemas dan khawatir dengan isi siaran TV kita.&lt;br /&gt;Kalangan industri televisi punya argumentasi sendiri mengapa mereka menyiarkan acara-acara yang tidak memperhatikan kepentingan anak dan remaja.Intinya, kepentingan bisnis telah sangat mengalahkan dan menempatkan anak dan remaja kita sekadar sebagai pasar yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya. Meski beberapa stasiun TV sudah mulai memperbaiki isi siaran mereka, itu tetap tidak bisa menghilangkan kesalahan mereka di masa lalu dalam memberi ‘makanan’ yang merusak jiwa puluhan juta anak Indonesia.&lt;br /&gt; Pemerintah maupun institusi lain, terbukti tidak mampu membuat peraturan yang bisa memaksa industri televisi untuk lebih sopan menyiarkan acaranya. Sehingga, tidak ada pilihan lain kecuali individu sendiri yang harus menentukan sikap menghadapi situasi ini. Anggota masyarakat yang bersatu dan memiliki sikap yang sama untuk menolak perilaku industri televisi kita, akan menjadi kekuatan yang besar apabila jumlahnya makin bertambah. Penolakan oleh masyarakat yang merupakan pasar bagi industri televisi, pada saatnya akan menjadi kekuatan yang luar biasa besar.&lt;br /&gt; Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih &amp; intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi &amp; mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajari selama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.&lt;br /&gt;Akhirnya penulis ucapkan ”Selamat berjuang buat orang tua yang peduli pada generasi masa depan, maju tak gentar membela yang belajar”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-5363675951852702698?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/5363675951852702698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/permasalahan-paedagogis-yang-muncul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5363675951852702698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/5363675951852702698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/permasalahan-paedagogis-yang-muncul.html' title='Permasalahan Paedagogis Yang Muncul Akibat Masuknya Benda -Benda TEKNOPRAKTIS Dalam Masyarakat'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHe3zY7W6I/AAAAAAAAABc/3qFbl8SEYn8/s72-c/se_xperia-x11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2077214229726084382.post-7958282826351750102</id><published>2009-03-20T03:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T02:20:21.159-07:00</updated><title type='text'>Ikhtisar Keilmuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgSRnIuFI/AAAAAAAAABs/zLGHXe51by0/s1600-h/Otak+kanan+manusia.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgSRnIuFI/AAAAAAAAABs/zLGHXe51by0/s320/Otak+kanan+manusia.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319279239471085650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang berfikir. Melalui fikirannya menumbuhkan  rasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahunya mendorong manusia untuk mengembangkan daya nalarnya. Melalui daya nalarnya pengetahuan manusia terus berkembang. Ilmu pengetahuan, teknologi turut berkembang, dan kebudayaan manusiapun turut berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Teknologi sebagai suatu kegiatan mendorong pertumbuhan ekonomi, dan bersama-sama dengan ilmu pengetahuan berakibat mempercepat laju perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Sebagai suatu system teknologi memerlukan dukungan ilmu pengetahuan. Teknologi dapat berkembang secara paralel dengan ilmu pengetahuan. Teknologi mempunyai 3 aspek yaitu: aspek teknik, aspek kebudayaan dan aspek organisasi. Teknologi sebagai system ketrampilan praktis tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Teknologi berinteraksi dengan system yang lain yang ada di lingkungan sekitarnya. Perkembangan teknologi mula-mula hanya mengambil alih berbagai fungsi manusia yang berupa kemampuan fisik, tetapi akhir-akhir ini fungsi manusia yang berupa kemampuan mental juga mulai diambil alih oleh teknologi&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membantu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi sendi-sendi kehidupan manusia, bahkan dapat mengubah pola hidup manusia, sehingga dapat menggoyahkan  dasar dan sendi kehidupan manusia. Hal ini disebabkan sains telah menyentuh eksistensi manusia. Menurut Buber (1959) dalam Soelaiman(1988) bahwa krisis antropologi disebabkan scientisme dan eksesnya telah menggoyahkan dan mengubah salah satu pola dasar kehidupan, yaitu hubungan antar manusia menjadi gersang. Berkat sains manusia telah berhasil menciptakan teknologi yang canggih, yang sangat kuat bagaikan raksasa, sehingga dapat mengancam kehidupan manusia. Keberadaan manusia seolah-olah dapat digantikan oleh mesin, kemanusiaan telah diotomatisasi. Manusia dapat dibuat sangat bergantung padanya. Bahkan keberadaan mesin/teknologi dianggap lebih penting daripada manusianya. Teknologi sudah menjadi berhala-berhala baru bagi manusia. Hal inilah yang menyebabkan manusia dapat hilang sifat manusianya atau sering disebut dehumanisasi manusia. Dengan demikian lambat laun revolosi sains dan teknologi dapat melahirkan permasalahan-permasalahan baru dibidang moral, religi dan budaya bangsa, bahkan ia ingin menempatkan diri diatas moral, religi dan budaya.&lt;br /&gt;Kebudayaan dapat ditinjau dari dua hal, yaitu kebudayaan sebagai produk dan sebagai proses. Kebudayaan sebagai produk adalah realitas, sesuatu yang sudah diciptakan, sudah dihasilkan, sudah terbentuk, atau yang sudah dilembagakan. Kebudayaan sebagai proses merupakan proses yang sudah ada atau yang sedang berjalan. Menurut ahli ilmu sosial bahwa kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu kebudayaan sebagai sistem ide-ide, sebagai sistem tingkah laku dan sebagai perwujudan benda-benda budaya. Kebudayaan sebagai ide-ide bisa berkembang ke ide kognitif (sistem pengetahuan), atau ke ide-ide normatif (sistem nilai). Kebudayaan sebagai sistem tingkah laku penekanannya pada tingkah laku yang berpola sebagai hasil interaksi yang distabilkan dalam pranata sosial. Sedangkan kebudayaan sebagai perwujudan benda-benda, dapat dipandang sebagai alat yang menghubungkan manusia dengan alam( dan ini kemudian menghasilkan teknologi), atau sebagai sarana menghubungkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Dilema kebudayaan muncul seiring perkembangan pembangunan bidang fisik, diantaranya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Membanjirnya produk-produk teknologi juga membawa dilema tersendiri. Semakin berhasil pembangunan fisik, semakin canggih persoalan sosial budayanya. Persoalan tidak sekedar lintas sektoral, tetapi sudah multi sektoral. Misalnya: dilema antara modern dan tradisional, antara desa dengan kota, antara pemerintah dan swasta dan masyarakat, pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Persoalan yang sangat actual adalah masuknya industrialisasi yang tak dapat tidak pasti membawa  serta kebudayaan industri. Industri hanya bekerja pada prinsip standardisasi, produksi massal dan konsumsi massal. Hal ini berpengaruh pada standardisasi selera dan gaya hidup, akibatnya akan terjadi penyeragaman gaya hidup inilah yang disebut homogenisasi kebudayaan.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi perkembangan teknologi dan budaya yang kian cepat, kita sering bersikap ambivalen. Kita tak ingin proses ini serba diarahkan, tetapi juga bukan tanpa arah, kita tak ingin serba diatur, tetapi bukan tanpa aturan. Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan teknologi dan budaya  perlu kiranya mengharap adanya banyak keterangan dan penjelasan yang sifatnya ilmiah, sehingga kita  bisa mensikapinya dengan ilmiah. Menyikapi terhadap maraknya kebudayaan asing baik yang berupa ide, norma, nilai, simbol atau produk-produk teknologi  yang lain, hendaknya kita adapteren yaitu beradaptasi dengan kebudayaan lokal, daerah ataupun nasional dan tidak sekedar adopteren. Tidak sekedar menerima mentah-mentah melainkan menyesuaikan dengan etika, moral, nilai, norma, budaya dan kebiasaan kita. Etika dan moral merupakan titik kritis sebagi penentu suatu system budaya yang terdiri dari perangkat makna dan nilai dapat diterjemahkan menjadi system social,yang berupa tindakan, perbuatan dan tingkah laku. Jika demikian halnya, maka system budaya benar-benar berfungsi baik sebagai landasan kognitif maupun normative. Budaya asing jangan diambil lipstiknya, tetapi ambillah isinya, makna dibalik lipstik. Ini berarti kita harus mengutamakan cara berfikir dan cara berbuat sesuatu dari pada hanya menerima atau mengambil alih produknya. Maka menyambut kenyataan tersebut kita perlu senantiasa menyadari bahwa betapa pun majunya teknologi, sebagai hasil karya manusia adalah perpanjangan bagi kemampuannya, dan bukan sebaliknya menjadikan manusia sebagai perpanjangannya. Betapapun lompatan dan terobosan menandai kemajuan teknologi, manfaatnya harus diukur dari sejauh mana martabat dan kesejahteraan manusia terangkat olehnya, dan bukan sebaliknya berakibat pudarnya nilai-nilai manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Catatan dalam pergaulan sehari-hari&lt;br /&gt;1. Anak-anak muda terutama dikota cenderung berpola hidup suka meniru, mudah berubah, sehingga mudah terpengaruh untuk mengikuti trend-trend terbaru, bersikap materialis (segala sesuatu dilihat dari kebendaan), hedonisme, konsumtif, tidak mempunyai pendirian, senang menfigurkan artis( keglamouran), kurang mengikuti tatanan social yang sudah ada, tatanan social yang ada dianggap kuno, kolot, tidak menghormat dan percaya pada orang tua ataupun orang yang dituakan, kehilangan daya kritisnya, kehilangan daya rasionalnya.&lt;br /&gt;2. Kehidupan masyarakat terutama pada lapisan social menenga ke atas umumnya cenderung individualis, lebih mementingkan urusan pribadi dari pada urusan masyarakat, kebersamaan semakin hari semakin pudar, misalnya kegiatan kerja bhakti dan gotong royong di lingkungan digantikan dengan membayar pekerja.&lt;br /&gt;3. Kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah sudah digantikan dengan telepon, handphone, SMS atau media yang lain. Warga masyarakat baik anak-anak, pemuda maupun orang tua terutama kalangan menengah ke bawah cenderung lebih suka menghabiskan waktu di rumah untuk nonton televisi, atau menikmati hiburan dari produk teknologi yang lain. &lt;br /&gt;4. Untuk lapisan masyarakat bawah, kenduri yang biasanya sebagai ajang untuk bercengkerama sesama tetangga, mulai ditinggalkan. Karena sekarang makanan yang biasanya untuk kenduri bersama-sama diganti dengan diantar kerumah-rumah, sehingga lambat laun keakraban sesama tetangga akan sirna. Jangankan mau bercengkerama dengan tetangga, kenal dengan tetangga aja sudah merupakan suatu kelebihan.&lt;br /&gt;5. Ketergantungan terhadap produk-produk industri sangat tinggi. Benda-benda teknopraktis sering dibeli bukan sebagai suatu kebutuhan, tetapi produk-produk teknologi tersebut sering dijadikan ukuran status social. Misal jika seseorang  telah memiliki handphone  yang terbaru dan termahal maka ia dikatagorikan termasuk status sosialnya menengah ke atas, yang paling maju, yang paling gaul. Begitu pula sebaliknya jika handphone yang dimiliki  kurang canggih maka ia katagorikan status social rendahan., atau dianggap masyarakat kelas pinggiran. Demikian pula untuk benda-benda teknopraktis yang lain. Ini artinya masyarakat kita sudah termasuk hamba harta benda. &lt;br /&gt;6. Masyarakat pada umumnya sudah kehilangan kepercayaan terhadap adat istiadat, budaya local, norma-norma kemasyarakatan, bahkan norma agamapun sering dianggap sebagai sesuatu yang membelenggu kehidupannya. Melakukan perbuatan yang terpuji sering merasa malu, tetapi jika berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan norma-norma  dianggap suatu yang biasa. Misalnya: dulu bila ada gadis hamil diluar nikah, maka ia tidak berani keluar rumah hingga berbulan-bulan karena merasa malu, dan mencemarkan nama baik. Tetapi sekarang berbeda jauh, hamil diluar nikah dianggap sesuatu yang biasa, dan sudah tidak dipermasalahkan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;7. Anak-anak sekolah baik setingkat SMP maupun SMA era sekarang ini lagi menggandrungi benda-benda teknopraktis yang berupa antara lain MP3 ataupun MP4, MMC, HP yang berkamera atau HP 3G.&lt;br /&gt;8. Tidak adanya satu kata, satu pikir, satu hati dan satu perbuatan. Acapkali dijumpai seseorang mengeluarkan perkataan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, sehingga sering menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Banyak orang sedang ngobral janji tetapi tidak dijalani atau dipenuhi, kalau menurut bahasa orang pondok salafiyah orang yang demikian disebut Kyai ”Jarkoni” yang artinya ”iso ngajar tetapi gak iso ngelakoni” (bisa mengajarkan tetapi tidak bisa menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2077214229726084382-7958282826351750102?l=www.maziatul.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.maziatul.com/feeds/7958282826351750102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/manusia-adalah-makhluk-berfikir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7958282826351750102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2077214229726084382/posts/default/7958282826351750102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.maziatul.com/2009/03/manusia-adalah-makhluk-berfikir.html' title='Ikhtisar Keilmuan'/><author><name>Maziatul Churiyah, S.Pd., M.M</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/S4eKzoOMMRI/AAAAAAAAAGc/_DgzFkJFFPM/S220/V3_0067+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Rzpbu-M3DTo/SdHgSRnIuFI/AAAAAAAAABs/zLGHXe51by0/s72-c/Otak+kanan+manusia.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
